
"kok udah pagi, ini dimana?"tanyaku lebih pada diriku sendiri sambil mengucek mataku
"slamat pagi sayank"kata raka sambil memberiku ciuman cepat di bib*rku,
"astaga...kenapa kita jadi gini,kita udah ngapain aja ini, kan belum nikah"teriakku kacau
"menurutmu kita abis ngapain?"tanya raka santai,ketika kulihat,pakaianku masih sama kayak baju yang kemarin kupakai,aman tapi dia kok nggak pake baju? jangan jangan...sengan sedikit keberanian aku pun sedikit mengintip ke balik selimutnya...dan syukurlah dia ternyata hanya bertelanjang dada...
"ehem...suka yang kau lihat love, dan kenapa wajahmu memerah?"kata raka tersenyum saat melihatku mengintip ke balik selimutnya,dan aku hanya bisa menunduk,tapi tiba tiba nggak tau gimana caranya raka sudah ada di atas tubuhku yang terlenta*g,tidak terasa berat karena ternyata dia menyangga tubuhnya dengan tangannya,
deg....deg...deg...astaga,,ni benar benar gila dan dia sangat tampan..
"apa..."kataku gugup
"suka yang kau lihat love?, and nothing to worries about, semalam nggak ada yang terjadi,kamu hanya tertidur dipangkuanku,aku nggak tega membangunkanmu, dan aku membawamu kemari untuk tidur di sampingku karena aku sangat ingin melihat wajahmu disaat aku membuka mataku" kata raka sambil mengelus pipiku lalu mulai menurunkan wajahnya dan menciu*ku dengan lembut,membuka bib*rku dan mulai memag"t liar bibirku
"Raka jangan"erangku ketika dia melepaskan bib*rku dan mulai menc*umi leherku
"jangan apa?"kata Raka lembut dan menggodaku
"jangan mencecap lehermu seperti ini,tapi aku ingin semua tau kau milliku"kata Raka lalu mengh*sap lembut leherku dan meninggalkan beberapa jejak disana
"jangan merasakan hangat tubuhmu disini?"kata raka sambil menc*umi cekungan leherku
" merasakan lembut kulitmu disini"kata raka sambil membuat pola pola dengan halus di perutku
"atau jangan merasakan kenyamanan ini"kata raka sambil merebahkan kepalanya di sela sela kedua d*d*ku,dan membuatku merasakan sensasi yang baru
"jadi sayank cepatlah bangun sebelum aku benar benar kelepasan"kata Raka tiba tiba melepaskan tub*hku dan menghempaskan dirinya dari kasur, aku hanya bisa melongo dengan semua situasi ini
"sadar love,ini sudah jam 6 pagi, ayo bersiap untuk sarapan,dan jangan merajuk sepwrti kemarin,ayo jadikan liburan kita indah"kata Raka riang sambil bangun dan pergi ke kamar mandi
"oh...Raka kau benar benar gila"teriakku ketika kesadaranku sudah kembali dan segera lari ke kamarku
"ya aku memang gila,menggila karenamu"jawab raka sayup sayup terdengar dari kamar mandi
....
"Neyra...loe kok tega nggak bangunin gue semalam"rajukku langsung ke neyra sambil menutup keras pintu kamar kami,sontak Neyra terbangun sbil mengucek matanya
"titi...gue masi ngantuk,trus tutup pintunya jangan keras keras,nanti mamah tau loe nggak tidur sama gue,kacau urusannya"kata Neyra lalu menguap dan kembali tidur
"loe Tega Ney"kataku sambil tidur kembali di sebelahnya,neyra lalu memelukku dengan santai
"udah,makanya lain kali tau ada macan di sekitar loe,ngapaen loe malah anteng banget tidurnya,mana brani gue ganggu singa itu,dan lagi dia juga dah janji nggak bakal apa apain loe sebelum kalian resmi nikah,dan gue tau dia bisa jaga kata katanya,loe nggak di bob*l kam semalem"kata Neyra santai
"Sial*n loe"kataku dan tertidur lagi disampingnya
....
"astaga ya ko,bentar kami mandi dulu,titi..titi kita kesiangan cepet,gue mandi duluan,loe punya waktu dikit lagi buat tidur pas gue mandi"teriak neyra dan berlari ke kamar mandi
"titi...bangun,astaga nie anak memang kayak silum*n Kebo,cantik cantik kok malas bangun"kata Neyra sambil menghoyangkan badanku dengan keras
"iya...ini gie bangun,semua orang pasti ada kekurangannya nur,kelebihan gue emang cantik,sekseh dan pinter nah kekurangan gue ya itu,nggak doyan bangun pagi"kelakarku sambil berjalan ke kamar mandi
"hhmm...kebagusan loe muji dirinya tau"kata Neyra yang terdengar di kejauhan
...
"kalian nie bener bener kebo"kata adrian ketika kami membuka pintu kamar kami
"udah ah ribet,sarapan kuy"kataku sambil bersiap pergi,tapi tiba tiba langkahku ditahan oleh adrian
"adikku sayang,gue tau loe separuhnya bule,dan kita lagi di bali yang banyak bulenya,tapi itu bukan alasan loe pamer ginian,sono tutupin dulu"kata Adrian sambil menunjuk leherku dan aku pun sontak menutupi leherku
"astaga titi...kebiasaan ada ibu tau "kata Neyra sambil menarikku masuk kamar,sayup terdengar suara tawa Adrian di depan pintu kamarku
"gue tunggu di meja makan"kata adrian
"loe emang gila,untung gue sigap,dah beres,sekarang loe mending pake baju turtle neck deh,tu gue bawa satu"kata neyra sambil mengoleskan foundation ke leherku dan menunjukkan baju yang dimaksud,dan aku hanya bisa terdiam
.....
"titi...liat leher Raka,loe ganas juga ya"goda Neyra pelan saat kami tengah menikmati sarapan
"Diem gue nggak sadar,ntar ibu denger"kataku pelan dan menunduk
"ehhmm...titi...Neyra dan yang lain juga,aku maun ngomong dikit,gini maaf kayaknya aku nggak bisa lanjutin liburan bareng kalian,hari ini aku mau balik ke jakarta"kata Adrian
"kenapa ko,apa yang salah"kataku nggak ngerti
"nggak ada yang salah titi,aku cuma mau ngambil kesempatan yang raka kasi ke aku,aku mau nyusul istri dan anakku ke jepang segera,maaf aku nggak bisa nepatin janji kalo aku bakal jaga kalian terus,kali ini aku harus ninggalin kalian berdua,dan aku nggak tau kapan aku bisa kumpul sama kalian lagi"kata Adrian dengan suara terbata bata.
mendengar itu aku dan neyra hanya bisa menangis, memang belum lama kami akrab,tadi kami bertiga langsung cocok dan benar benar menganggap kami saudara,tapi aku juga nggak boleh egois..
"Ko..kenapa sedih,kan nggak selamanya kamu di sana,kita nggak akan nyalahin keputusanmu ninggalin kita sebentar,kamu juga berhak bahagia kak,kami akan slalu dukung keputusanmu,"kataku sambil menangis
"gue udah anggap loe kakak gue ko,jangan minta maaf,aku juga ngedukung kalo loe harus kejar kebahagiaan loe,jangan kawatirin gue,ada Tiara yang akan jaga gue,jangan kawatirin Tiara,karena gue bakal jaga dia,cepet kejar istri loe,dapetin hatinya lagi,trus bawa dia balik ke indo kenalin ke kita,bilang ke dia kalo loe punya 2 adik yang harus loe jaga juga"kata Neyra terisak
"kalian bener nggak marah padahal kalian tau gue ninggalin kalian tanpa tau brapa lama, kalian nggak benci gie kan?nggak nganggep gue pas sedih doang sama kalian?tetep mau jadi adik adik gue kan? "tangis adrian mulai pecah dan kami hanya saling pandang
"kita memang nggak terlahir dari orang yang sama,tapi kita sudah janji apapun itu kita akan tetep jadi saudara,kami akan tunggu sampai kakak kami balik ke sini,kita pasti kangen kamu,tapi loe juga harus kejar kebahagiaanmu ko"kataku yang di setujui Neyra