
"aduh"kataku saat aku nggak sengaja nabrak raka ya g tiba tiba berhenti di tengah kafe
"maaf "kata raka sambil membuka topiku dan mencium cepat bib*rku dan memakaikan topiku lagi dan hal ini membuatku tercengang God dia menci*mku di tempat ramai...
"ini tempat umum lho,kamu sadar nggak" bisikku ketika raka kembali menarikku untuk duduk
"hhmm..."gumam raka dan kamipun duduk bersama
"apa rencanamu setelah ini"tanya raka
"pulang dan tidur siang,aku ngantuk"kataku pelan
"gimana kalo kita ...."ucapan Raka terputus karena tiba tiba ada dua orang wanita yang cantik dan sexy menghampiri meja kami
"permisi...kak Raka Wiley kan,aku iva dan dia linda, kami boleh gabung"katanya
"hhmm...maaf untuk yang itu bisa ditanyakan ke cewek disebelahku"kata raka sambil tersenyum manis dan membuat mereka terpesona
"adik kakak boleh duduk sini nggak" rayu cewek yang satunya padaku
"boleh duduk aja disini asal...."kataku sambil bangun dari tempat dudukku dan duduk di pangku*n Raka
"jangan panggil aku adik,panggil aku tiara winata,tunangan cowok yang baru saja kalian goda" kataku dengan dingin sambil membuka topiku, dan mereka hanya bisa melongo mungkin karena melihat rupaku atau karena mendengar perkataanku
"maaf kami mengganggu "kata mereka lalu pergi menjauhi kami
"hhmm.....posesif sekali"kata raka sambil memakaikan topiku dan melilitkan tangannya di pinggangku
"sorry ya aku bukan Tiara yang dulu yang hanya bisa diam dan memangis sendiri saat kamu mulai menggoda atau digoda orang lain,kali ini aku akan melawanmu,dan apa guna kalian kalo orang orang bisa mendekati kami dengan seenaknya " kataku dingin pada bodyguard yang menjaga kami sambil berusaha turun dari pangku*nnya
"Sayang...aku bukan cenayan yang bisa slalu menebak isi hatimu,jika kau suka ungkapkan saja begitu pula sebaliknya,jangan membuatku seperti dulu,yang terpaksa melakukan drama drama kecil kayak tadi hanya untuk tau rasamu ke aku,mau kemana?"kata Raka sambil mencegahku untuk turun dari pangku*nnya
"Raka ini tempat umum"bisikku malu
"tadi pas kamu naik ke pangkuanku dengan celana minimu ini terpikir nggak kalo ini di tempat umum,dan sayang gayamu ini membuatku gila,dan jangan pandang aku seperti itu di tempat umum,hanya membuatku membayangkanmu hanya memakai celana itu di ranjang kita nanti"bisik raka yang membuat panas telingaku,lalu membiarkanku turun dan duduk di kursiku
"dan untuk kalian saat aku sedang bersama nonamu 100 meter adalah jarak orang lain untuk mendekat"kata Raka pada bodyguardnya
"jadi ayo pesan makanannya"kata Kak Armand mencairkan suasana dan aku lupa kalau kami nggak cuma berdua,ketika aku melirik ke Neyra dan Rindu,mereka tersenyum mengejekku bahkan Neyra mengucapkan kata Pencemburu tanpa suara.
"sayang ini baru jam 1 bagaimana kalo kita ke bank untuk membuka blokiran rekeningmu dan kalo lain kali ada peristiwa atm ketinggalan di mall ini,just say namamu Tiara Senja winata,tunjukkan pengenalmu mereka akan memastikan itu kamu lalu pulanglah" tanya raka tiba tiba serius
"why?"kataku tidak yakin
"this place is mine and all mine are yours"kata raka santai dan nembuatku,Neyra dan Rindu melongo,mall segede ini dan aku lupa kalo dia salah satu pengusaha muda yang kaya
"jadi sekarang kamu mau pesan apa?"tanya Raka lagi
...........
wajahnya yang tercengang benar benar imut,ntah sampai kapan aku tahan tidak menyentuhnya,aku akui aku bukan orang suci tapi aku slalu menjaga milikku dengan baik
"adikku sayang...liurmu mulai menetes"bisik Armand menggodaku dan membuatku tersadar dari lamunan
"so..you wanna do it"kata Armand mengambang
"perlahan....aku harus membuatnya percaya padaku dulu,she must love me again, aku akan menunggu dan membuatnya memintanya padaku"kataku percaya diri
"PD loe kegedean,mana mungkin dia minta itu,"bisik Armand
"dia tidak akan sadar kalo dia memintanya" bisikku lagi
"i really hope that it will comes after marriage ya" bisik Armand lagi
"at the perfect day..doakan aku bertahan sampai setelah pernikahan" bisikku lagi
"gimana kalo nikah secara agama dulu?supaya tidak berbuat dosa?"kata Tristan yang duduk diseberang kami dan membuatku mengerutkan dahiku bingung
"diem ,brisik gila kali loe ya"jawab Tiara panik, oh..aku nggak sadar ternyata mereka sedang membicarakan ini juga
"ye...daripada kalian nyerempet nyerempet kayak tadi kan,dan aku yakin itu sering terjadi" kata Tristan yakin
"sok suci .."Ejek Rindu
"aku memang pendosa sayang,tapi aku jamin aku akan menyentuhmu setelah menikahimu" kata Tristan lagi
"boleh juga,asal kamu mau ,aku bisa atur itu" jawabku santai dengan tetap memandangnya
"jangan becanda gitu dehh, kita masih muda, masih mau bebas,kayak ayah setuju aja." keluh Tiara
"aku serius, gimana kalo nikah secara agama dan aku janji nggak akan menyentuhmu secara berlebihan selama kamu nggak memintanya" kataku memancingnya
"janji serigala kepada ayam buruannya"bisik Armand sambil menyembunyikan senyumnya
"tapi..."keluh Tiara
"tapi apa?toh kita sudah berjanji akan bersama di sisa hidup kita,aku akan memberimu semua kebebasan yang baik, bahkan kalo kamu mau pernikahan yang tersembunyi atau apapun yang kamu mau" kataku merayunya
"boleh kuliah dan kerja?pernikahan yang tersembunyi? tidur terpisah?,kamu pasti mikir aku dummy ya?lalu apa keuntunganmu" pancing Tiara
"sayang dari awal sudah kukatakan kamu itu punyaku,dan apa yang sudah menjadi milikku akan selamanya begitu,minggu ini atau 6 bulan lagi apa bedanya? aku sudah punya semua yang aku mau, sekarang aku hanya mau hatimu, keberadaanmu disampingku, dan tidak boleh melarikan diri lagi"kataku mencoba memperlihatkan ekspresi yang paling datar
"tapi..."jawab Tiara mencari alasan lain
"jangan bilang kamu masih punya rencana untuk lari dari aku?kita sudah melewati fase tawar menawar itu kan? aku nggak main main Tiara,apa yang kukatakan saat kita di bali aku masih mengingatnya dengan pasti"kataku lagi
"bukan gitu,ini masalah perasaanku,kesiapanku dan ijin dari ayah,yang akan menjadi waliku " kata Tiara lagi
"sayang...perasaan kita akan semakin menguat jika kita memiliki ikatan yang resmi,ayahmu biar aku yang urus, situasi kita akan tetap seperti ini,jadi kamu setuju dengan pernikahan secara agama dulu?tanyaku tetap berusaha tenang
"biarkan aku berpikir dulu,ini terlalu terburu buru"kata Tiara lemah
"ayolah apa yang kamu takutkan?,semua akan baik baik saja,semua sama aku tidak akan memaksamu untuk melakukan apapun yang nggak kamu setujui,ini juga demi agar aku punya hak penuh untuk mengurusmu,demi keamananmu dan ibu juga " rayuku lagi