Terjerat Pertunangan

Terjerat Pertunangan
66.aku slalu bersamamu


"apaan sih..."kataku sambil berusaha turun dari pangku*n Raka


"Sayang...aku suka kalau kamu udah mau membuka hatimu lagi,dan aku yakin pelan pelan kamu akan terbiasa ada aku"kata raka sambil mengecup keningku dan menahanku turun dari pangkuannya dan entahlah jantungku benar benar berdebar


"Kak...kamu nggak risih atau gimana jalan sama aku pas aku tampil gini,nanti kamu di cap nggak setia lho"kataku tenang


"dunia boleh ngasi aku cap apa aja yang penting kamu tau rasaku ke kamu dan kenapa risih? kamu tampil dengan rupa yang mana aja,asal itu kamu aku oke,tapi.....apa kamu kuat di cap selingkuhanku,karena mau kamu akui atau nggak kita akan sering bareng,apalagi mulai besok kamu akan magang di aiden grup kan?"kata raka manis dan dia benar


"kalo kak raka nggak sering deket deket aku, masih aman kok"kataku keras kepala


"sayang...aku udah ngasi kamu menjauh hampir 5 tahun, dan jangan paksakan hal itu lagi ke aku ya, soalnya kamu sama taunya denganku kalo itu nggak mungkin. Dan sejak kapan kamu aku jadi kakak?, diumur kita, kakak nggak mangku adiknya,kakak tidak melakukan hal ini pada adiknya" kata Raka sambil mengangkat daguku dan menc*umku sayang, dingin itulah kesan awal saat bib*rnya menyentuh bib*rku, dan saat lalu bib*r itu mulai memperdalam cium*nnya dan saat lid*h kami mulai saling mengenali,yang terasa adalah seperti ini adalah hal yang benar dan aku menemukan rumah untuk pulang.dan yang aku perlukan hanya memeluknya erat supaya semua ini tidak berakhir


"sayang...kau sangat manis,untuk menjauhimu lagi adalah hal yang tidak akan terjadi,dan Jangan pernah memanggilku kakak lagi atau..." kata raka sambil mencium leherku dan meninggalkan jejaknya


"ehem....maaf bukan maksud mengganggu tapi mobil ini terasa agak panas ya,dan bos tolonglah aku ikut menjaganya juga ya sama kayak margo,dan setelah melihat ini aku yakin dia nggak mungkin melirikku apapun wujudku" kata Tristan yang diiringi tawa kecil kak armand dan aku baru sadar kalo tristan yang mengemudi dan Kak Armand ada di sebelahnya.dan itu sangat memalukan sampai membuatku menyembunyikan wajahku di leher Raka


"mbak Tiara,jangan panggil dia atau kamu, sebelum loe jagain dia loe harus inget dulu dia nonamu dan akan segera menjadi nyonyamu" kata kak Armand dengan nada menggoda


"Siaap,jadi boleh ya boss?"tanyaTristan


"baiklah,kalian jaga Titi tetap aman,dan kak Armand apa bajunya sudah diambilkan?"tanya Raka


"ini" kata armand sambil menyerahkan tas kepada Raka


"sayang aku membawakan baju ganti untukmu,bajumu terlalu formal untuk jalan jalan kan, jadi gantilah nanti di toilet mall atau di tempat makan mie entar" kata Raka sambil menyerahkan bungkusan.hhmm...baju baru


..........


"jadi aku harus ganti ke baju santai,Neyra sama rindu gimana"tanya tiara


"sebenernya nggak masalah kalo kamu mau pake baju itu,tapi apa nyaman kamu pake rok dan kemeja sementara warung makan yang kita tuju duduknya lesehan? klo temen temenmu aku liat kan pake celana panjang semua ya?" kataku tenang


"bilang aja kamu mau aku tampil asli kan?" tanya tiara dengan nada sinis


"Sayang...klo nggak mau ganti baju juga nggak apa apa kok kita ganti tempat makannya,nggak usah nyari yang lesehan. tapi coba kamu pikir dikit ya, kamu suka pake rok,rok diatas lutut rok selutut, paling paling aku hanya harus memukul orang yang melirikmu, dan lagi saat kamu keluar denganku dalam penyamaranmu, pandangan meremehkan akan datang pada kita? dicap tukang selingkuh apa kamu nyaman dengan itu, sebenarnya untuk apa penyamaran ini dan sampai kapan" kataku tenang


"enak banget bilangnya,coba kamu yang jadi aku,kamu tau rasanya sembunyi,kamu tau rasanya hidup kesusahan?tau rasanya pas nggak ada uang ibu juga sakit,kalo nggak mau dicap selingkuh,kurangi waktu bersama kita,tapi bukannya selingkuh memang hobymu ya? " kata Tiara agak keras dan cukup membuatku marah


"ehem...Pak Raka kita sudah sampai"ujar kak Armand


sampai di mall yang kami tuju,suasana menjadi dingin,tiara turun tak dan langsung ke mobil margo untuknmenemui Neyra dan Rindu tanpa sekalipun menoleh kearahku


"Raka...kupikir loe agak keras tadi"kata Armad


"Gue kelepasan kak,aku muak dengan acara penyamarannya,dan apa salah kalo aku ingin dia sama aku terus dasar keras kepala,"keluhku


"sabar pak mungkin mbak tiara perlu waktu untuk menyesuaikan diri"celetuk Tristan


"lakukan tugasmu dengan baik,aku tidak akan mentolerir kalo ada masalah dengan tiara"kataku yang di jawab anggukan kepala tristan


...........


"kenapa ngelongo gitu titi"tanya Neyra


"males...nggak usah dipikirin yuk jalan beli baju baru"elakku sambil menarik Neyra dan Rindu


"laki loe mau loe tinggal gitu aja"Kata Neyra sambil menoleh kebelakang


"biarin aja males gue"kataku dan tiba-tiba margo dan Tristan dan dua orang berpakaian hitam mengelilingi kami sementara Raka kak armand dan beberapa orang berpakaian hitam yang mengelilinginya ada dibelakang kami


"dia itu lagi ngambek sama lakinya cuma gara gara lakinya minta dia ganti rok pendeknya itu" ejek tristan yang diiringi tawa pelan Neyra dan Rindu kami pun memulai perburuan kami


Dua setengah jam kemudian


"titi gue capek muter muter kayak setrikaan,beli baju disini atau nggak jadi"kata Neyra menunjuk outlet * n * kesal karena dari tadi kami hanya membeli es krim,lalu melihat aksesoris,boneka hanya berputar


"iya...dulu nggk gini kalo belanja,capek"timpal Rindu sambil memijit kakinya


"eh...anak bule loe kalo blanja nggak kira kira ya,,barang yang dibeli cuma es krim tapi loe buat kita ngiterin mall hampir 3 kali,gila.."keluh tristan dengan keringatnya


"inget tujuan kita jalan jalan dan shopping ya gaysss,trus Tristan gue yang cewek aja santai loe cowok kok kecapean"kataku riang sambil mengintip reaksi Raka yang sejak tadi hanya mengikutiku tanpa bicara,rasain...