Terjerat Pertunangan

Terjerat Pertunangan
95.Dia kembali


"seyakin apa kamu kuat handle Raka"ucap ibu Raya meremehkanku


"ingat tukang selingkuh itu,sekalinya selingkuh akan tetap suka selingkuh"ucapnya lagi


"jadi ambil kesempatan yang kami beri lupakan kami, lalu pergi dan hidup nyaman,toh selama ini kamu biasa kan hidup tanpa sokongan kami"ucap nenek meyakinkan,astaga apa kalin keluargaku...


"mamah,nenek, satu aku bukan Tiara yang dulu, Tiara yang harus mengalah dan takut ke kalian,dua adalah suatu kebodohan yang sangat besar kalo aku sampe tergiur ke iming iming klian,kalian lupa aku sedang mengurus kekayaanku yang sedang di blokir sekarang, jika kekayaanku dan ibuku digabungkan, hanya sedikit lebih kecil dari milikmu mah dan itu sangat cukup untuk menghidupiku" ucapku santai


"dan Ketiga yang paling penting jangan lupa kekayaan Raka Aiden Wiley jauh diatas kalian,jadi berapapun yang akan kalian tawarkan itu nggak ada gunanya,dan tentunya sebagai istri dengan senang hati aku akan menikmati setiap sen dari kekayaan itu sampai habis" ucapku dengan semangat


"lihatlah jala*g nggak tau malu ini memperlihatkan taringnya" Ucap nenek winata jijik


"Jala*g? Aku belajar dari kalian kan, kalian ambil tempat ibuku,kuasai kekayaannya, sekarang kalian mau Diandra mendampingi Raka,tapi dulu kalian malah menyerahkanku untuk ikut semua pelatihan gila itu,lalu setelah semua selesai dengan enak hati kalian mau tempatku, kekayaanku bahkan kekayaan calon suamiku,salah kalau kalian pikir aku akan diem aja kan" ucapku geli


"hhmm....aku suka kalo ada orang yang merasa di atas angin,bu sudahlah ayo pulang,oh ya ada seorang kawan lama yang ingin bertemu denganmu"ucap Ibu Raya menaruh beberapa foto dihadapanku sambil menarik nenek pergi diiringi kedatangan seseorang yang sangat kubenci Maulinda Perez


"Mbak...apa kita pulang sekarang" ucap Tristan dan Margo yang langsung datang, mungkin mereka melihat perubahan raut wajahku saat aku melihat foto Raka dsn Maulinda sedang makan siang bersama,foto ini baru


"boleh"ucapku ringan sambil berdiri,aku hanya merasa malas harus mengulang semua ini


"hai,kamu nggak takut kita ngobrol bentar" ucap Maulinda dengan santai dan aku pun langsung duduk dan melihatnya dengan tatapan mencemooh.


Raka Pov


"Mat* loe sekarang Ka, gue udah bilang orang ini bakal jadi masalah buat loe"ucap Armand, pikiranku kacau.


Hari ini setelah Margo menghubungi kami mengenai pertemuan ini,kami langsung menyusul kesini, aku hanya takut Tiara kenapa napa. tentu dari jauh dan tidak terlihat aku mendengar semua percakapan mereka, nggak masalah selama Tiara Bisa menguasai keadaan,masalah dia mau make semua uang atau apalah itu nggak penting,tapi kedatangan orang ini,pasti akan jadi masalah


"selidiki foto apa itu" ucapku Ragu seolah aku nggak tau itu foto apa


"Tentunya foto saat kalian makan siang kemarin,dan aku dudah bilang jangan"ucap Kak Armand


"aku hanya ingin memeberinya sedikit pelajaran, tapi kak kalo kita lihat dari cara Tiara menghadapinya, terlihat santai dan malas, mungkin ini nggak akan jadi masalah buatku kan"ucapku berharap


"Dalam mimpimu" ucap Armand santai


"kita ketemu lagi adik Kecil" ucap Maulin sayup terdengar astaga di benar benar berani


"Baik...gimana kabar mbak Maulind, kapan menghirup udara bebas" ucap Tiara santai


"trus"ucap Tiara santai


"jujur Tiara,aku bukan orang yang suka basa basi,dulu aku tau aku salah,setelah rehab aku ikuti mau dia untuk ke luar negeri,kami saling membenahi diri,sekarang semua clear,kami akan bersama kembali"ucap maulin


"trus, eh tunggu Margo pesankan minuman lagi untuk kami,aku mau latte,kamu kau apa" tanya Tiara santai


"Tiara kamu ngerti nggak maksudku,aku mau kamu nggak ngalangin kami,cukup deh kamu ngerecokin kami dulu"ucap Maulin sensi


"oh..."ucap Tiara ringan


"bahkan saat aku di luar negeri,dia sering mengunjungiku kami memutuskan untuk melanjutkan hubungan kami"ucap Maulin yang jelas jelas kutau itu bohong


"wah" jawab Tiara tanpa ekspresi dan inilah yang paling aku takutkan,semakin dia marah,semakin datar ekspresinya


"Margo, Tristan batalkan pesananku,aku capek, Ayo kita pulang,siapkan kendaraan" ucap Tiara santai


"Tiara,loe pikir loe siapa, nggak usah sok gaya, sok kaya didepanku ya, semua yang loe punya sekarang itu punya gue,nggak pantes banget" ucap Maulin marah karena sikap cuek Tiara


"aku siapa, gini ya mbak dari dulu aku belum ganti nama namaku Tiara Senja Winata, dan hari ini aku capek banget lagi nggak pengen banyak gerak dan lagak,trus aku juga harus nyiapin liburanku ke korea sama 2 bodyguardku yang kece badai ini, jadi aku nggak ada waktu buat yang kayak gini, kalo mbak mau nyari temen curhat yang pass, Lihat kursi itu"ucap tiara menunjuk ke arah kami


"Kita ketahuan"ucap armand diam


"nah tu dia ada disana,mbak mau minta apa,lagi apa atau mau apa minta langsung dari dia,oh ya nih"ucap Tiara sambil melempar banyak lembaran uang seratus ribuan di wajah Maulin yang melongo mendapat perlakuan kasar itu


"aku memang sekaya itu,dan remahan itu pasti cukup untuk membayar waktu yang kau pakai untuk menemaniku hari ini,sedikit saran dariku,kalo mau posisiku gampang mintalah padanya,jika dia setuju aku akan memberikan barang bekasku dia untukmu" ucap Tiara sambil berjalan ke arahku sementara Maulin berteriak histeris karena merasa dipermalukan dan saat dia ingin mengejar Tiara, Margo dan Tristan menghadangnya


"Gawat" ucap Armand yang langsung menundukkan wajahnya


"Sayang"ucap Tiara sambil memegang kedua pipiku membuat pandangan kami langsung bertemu


"Gundikmu itu sedikit membuatku kesal,jadi ajari bagaimana bersikap yang baik pada nyonyanya sebelum aku berubah sikap dan memilih menghajar wajah cantik yang slalu kamu kagumi itu, oh ya besok pagi aku mau jalan jalan ke korea,jadi tolong urus passport dan semua kelengkapannya jangan ikuti aku, atau batalin aja pernikahan sia*lan ini" ucapnya santai lalu menci*m b*birku, saat bibirnya menempel di bi*irku pun mengecap rasa manis yang slalu kurindukan, secara tak sadar aku mulai memperdalam ciu*an kami, mulai berusaha membuka bi*ir Tiara yang tetap tertutup rapat, astaga rasanya slalu memabukkan tapi entah kenapa Cium*n pertama darinya terasa sedikit perih


"kalo kamu seneng acara kayak gini, Cari dia, dia pasti akan sangat senang memberimu Cium*nmu itu,atau bahkan lebih dari yang kamu minta" ucap Tiara dingin lalu pergi begitu saja meninggalkanku yang masih linglung.


"Raka sadar,saat saat kayak gini kok malah kebawa perasaan, ya ampun ada darah di bibir loe" ucap Armand ragu lalu mengambil tisu dan menyerahkan ke aku, dan ternyata Cium*nnya terasa perih karena dia menggigitku.