Terjerat Pertunangan

Terjerat Pertunangan
69.jujurlah


"kasi aku waktu untuk berpikir dulu ya"kata tiara


"baiklah sekarang kita makan duli,lalu ke bank untuk mengurus rekeningmu yang terblokir" kataku berusaha santai


"pelan pelan raka"bisik Armand


"tenang...sebelum hari ini berganti,gue yakin akan dapat jawaban iya,persiapkan saja dulu agar pernikahan kami sah secara agama dan negara"balasku


"kenapa jadi keburu buru gini sih"tanya Armand


"seketika terpikir waktunya pas,sama saja antara hari ini atau enam bulan lagi" kataku santai


"Raka ini pernikahan jangan dibuat mainan" peringatan Armand


"sampai maut memisahkan,dan hanya dia yang akan menjadi pasanganku"kataku tenang


"dan bagaimana dengannya"tanya Armand


"gue yakin jauh dihatinya hanya ada aku,6 tahun tanpa sekalipun berpaling dan menjalin hubungan dengan yang lain,sekarang harinya hanya masih terluka dan dia tetap mengingkarinya"kataku yakin


"baiklah,sebagai kakak dan orang yang tau elo,gue akan mendukung elo penuh,dan gue bakal cari tau gimana caranya pernikahan agama jadi pernikahan resmi tanpa memberitahunya"kata Armand lagi


..........


"Titi gila romantis banget ..loe dilamar tanpa persiapan,kenapa loe tolak,apa coba kurangnya dia,baik, ganteng,kaya,tanggung jawab dan satu lagi bucin loe garis keras"kata Neyra pelan


"iya mbak jangan ditolak"puji Rindu menggebu gebu


"tull daripada loe nyesel atau jadi dosa,mending di halalkan aja titi"tambah tristan


"dan kali ini gue setuju ama loe tan"tutup Margo


"titi coba loe jujur sama hati loe,loe nggak yakin karena rasa loe yang kurang sama dia atau loe takut dia belom berubah?"tanya Neyra lembut dan hanya kujawab dengan anggukan kepala


"masalah Rasa,kayaknya gue emang gobl*k dari dulu,udah sesakit ini tapi nggak bisa berpindah haluan,tapi gimana kalo gue harus nanggung sakit yang sama ?"kataku pelan


"tapi gimana kalo loe malah sakit karena loe malah nggak nerima hal ini?"balik Tristan


"titi,look at him,dia sangat sayang kamu,dia curahkan hidupnya buat kamu,dia berubah buat kamu,jangan ampe kamu nyesel karena nolak"kata Neyra


"mbak seandainya pun ini berakhir buruk,masih ada kita,mbak nggak sendiri kayak dulu"tambah Rindu


"dan sekarang loe kaya titi,nggak akan seberat dulu"ujar Neyra


"dan ini baru nikah agama,masih ada banyak waktu untuk mencatatkan pernikahan ini menjadi resmi dimata hukum dan negara,ayolah keep strong"kata Margo tiba tiba menimpali


"dan pak Raka janji nggak sentuh loe ampe loe siap,see seandainya gagal loe akan jadi janda kaya rasa gadis"kekeh Tristan yang dijawab pelototan oleh yang lainnya


"kemudahan kenyamanan dan keamanan loe dan ibu bakal lebih kejaga,setelah pernikahan Raka akan jadi orang yang berhak atas elo,keluarga winata nggak akan berani macam macam,pikirin itu juga titi,dan apapun yang terjadi gue dan rindu bakal ada buat elo "ucap Neyra


"Aku juga"kata Margo danTristan bebarengan


"emang kalian mau ninggalin pak Raka"keluh Rindu


"dari awal kita bertugas jaga calon nyonya Wiley, dan gue yakin apapun keadaannya,tuan Raka akan tetap memberi tugas itu ke kita,dan dia nggak akan lepas elo selamanya"kata Tristan yakin


"titi yakin dikit,jangan sampai buang kebahagiaan elo"kata Neyra lagi


"kasi aku waktu untuk berpikir"kataku


"ehem...makanan sudah datang,ayo kita makan dulu habis ini aku dan Titi akan ke bankNeyra dan Rindu bisa pulang duluan atau kalian mau kemana,Margo tetap akan bersama kalian sementara Tristan ikut kami"kata Raka yang sedari tadi ternyata memperhatikan pembicaraan kami dan itu membuatku tertunduk malu.