Terjerat Pertunangan

Terjerat Pertunangan
72.Minumannya


"Sayang...bangun,ayo kita pulang"panggilku lembut sementara tiara sedang tidur di sofa dengan santainya


"hhmmm...Luv 5 menit lagi"jawabnya, Astaga panggilan itu akhirnya kembali


"sayang...lehermu bisa kaku kalau tidur disini,gimana kalo pindah ke kamarku saja ya, biar aku bopong kamu kesana"ucapku ragu


"hhmmm....aku ngantuk luv,kemarin malem abis nonton drakor ampe jam 3 pagi"keluh Tiara tanpa sadar,aku pun membopongnya maauk ke ruang istirahatku


"sayang,kamu minum apa tadi?"panggilku lagi aku ingin memastikan sesuatu karena mencium baunya


"hmmm...ngantuk luv,es jeruk di kulkasmu manis tapi agak asam"jawab tiara dengan nada imut


"astaga sayang...kenapa yang itu?itu beralkohol" kataku lucu,tapi biasanya orang yang mabuk dan mengigau itu akan mengatakan hal dengan jujur,aku harus mencibanya


"kamu sayank aku nggak,udah maafin aku nggak?" tanyaku


"sayang?Cinta malah,dan aku benci diriku karena nggak bisa berhenti cinta kamu dan rindu kamu"ucap tiara sambil bergerak mencari posisi nyamannya dan jawaban itu membuatku bahagia


"lalu rencana menikah kita apa kamu setuju?" pancingku lagi


"hhhmm....itu impianku sejak dulu,tapi kalo dipikir lagi,nanti aja deh, enak aja udah sering buat nangis,sekarang malah gampang ngajain nikah,kamu kan nggak sayang aku,kan kamu yang bilang aku ini beban dan aku nggak pernah cukup baik buat kamu,pas aku lari dulu,kenapa nggak langsung nyariin aku?dulu aku ngarapnya kamu langsung kejar aku,tapi nggak kan, aku bahkan harus tampil jelek biar nggak ketahuan,tapi ternyata kamu nggak pernah cari aku kan,kamu malah nggak sadar aku ilang,kamu sama aja kayak ayah,nggak pernah nganggep aku ada"kata Tiara sedih dan itu membuat hatiku sakit


"tau nggak masa SMA ku suram nggak bisa liatin cogan,mereka nggak pernah liat aku mereka kira aku burik beneran,padahal mereka juga nggak ada seganteng tunanganku"kata Tiara mulai meracau dan itu sangat imut


"sure...walau sifatnya agak jelek,eh...tapi dia sebenernya baik cuma keadaan bikin dia gitu,plus dia juga playboy,aku nggak suka"kata tiara lagi


"tapi kamu sayang dia kan?"tanyaku lagi


"itu dulu,sekarang beda,aku udah kuat,dia nggak bisa menggodaku lagi"keluh Tiara


"tapi aku kan sayang kamu cinta"bujukku lagi


"sayang? mana pernah,aku yang harus slalu menyesuaikan diri sama kamu,inget kasus maulinda?coba liat dengan matamu,apa kurangku dari dia? dan tunangan brengs*ku malah lebih milih dia,tau nggak malu yang harus kutanggung?" kata Tiara dengan marah


"emang kamu kira aku nggak ada yang suka ya?liat pake mata dengan baik,aku cantik,kaya dan mempesona,aku diem karena dulu aku sayang dia kalo nggak kelar hidup loe "kata Tiara percaya diri sambil tiba tiba mencium cepat bibi*ku


"sayang jangan menggodaku"kataku berusaha bertahan


"kamu tau nggak gimana rasanya jadi aku?, sekarang kamu yang harus kejar aku,kamu harus ngerasain semua yang aku rasain dulu,kamu harus tau gimana rasanya kalo liat aku deket sama cowok lain,kamu harus rasain semua yang aku rasa dulu,dicuekin,digalakin bahkan nggak dianggap ada,aku nggak mau nikah ma kamu dulu,aku mau bebas,aku mau beli semua yang ada,kalo aku udah lulus aku mau kerja biar bisa liat aktor ganteng,aku mau jadi kaya biar nggak ngerasain miskin lagi,dan kalo uang di rekeningku uda ada semua,aku akan ke korea,nikah disana aja,enak aja minta nikah cepet,nggak "lindur Tiara lalu terlelap lagi


"sayang...semua yang kamu mau tadi akan aku kabulkan,kamu boleh galakin,cuekin bahkan kejam ke aku juga boleh,semua hal yang kamu ingin beli pun aku pastikan akan kamu dapat, tapi sayang kamu juga harus tau sebesar apapun keinginanmu untuk nunda pernikahan kita,sebesar itulah keinginanku untuk memajukannya entah nikah disini atau diluar negeri,dan satu lagi hilangkan keinginanmu untuk bermain mata dengan pria lain,itu tidak akan terjadi"kataku sambil memeluknya.


"Kak Armand tolong siapkan mobil,Aku akan pulang, Tiara tertidur"kataku lewat telephone