
Tiara POV
"pak Raka ada tang bisa saya bantu,dan sesuai permintaan bapak,outlet kami kosongkan sejenak sampai pak Raka menemukan perhiasan yang bapak mau "kata sales perhiasan senior
"Trimakasih, saya mencari cincin untuk tunangan saya,bisa tunjukkan pilihannya"kata Raka dengan sopan
"baik pak...ini adalah rancangan terbaru,dengan bahan emas dan bermata berlian"kata sales itu
"sayang menurutmu mana yang bagus?"tanya Raka
"Raka...itu kan bukan cincin pasangan,nggak adil dong aku make cincin sementara kamunya santai,lagian kenapa harus cari cincin sekarang, mending ntar aja sekalian cincin nikah" kataku sambil melihat cincin yang ditawarkan tapi mataku malah menemukan gelang bangle polos hanya permata permata putih yang dirakit dan menjadi gelang yang sederhana,itu indah
"sayang,apa aku perlu cincin lagi?" kata raka sambil menunjukkan tatto tiara kecil yang ada jari manis kanannya dan nama panjangku di bawah tulang belikatnya
"dan kamu juga tau percis namamu terukir dimana lagi di badanku,yang satu itu tidak mungkin aku perlihatkan disini kan,sudah hampir 5 tahun mereka disana sayang"kata raka berbisik yang membuatku teringat tato namaku dan di bawah pusarnya
"tapi orang jarang menyadarinya"bisikku malu
"baiklah aku akan lebih sering memperlihatkannya,oke tidak usah cincin, mbak bisa saya liat gelang itu"kata Raka tiba tiba sambil menunjuk ke gelang yang aku perhatikan tadi
"pilihan yang indah untuk nona,tuan ini adalah gelang bangle yang diuntai dari diamond dengan kumpulan berlian kecil yang membentuk hati di setiap ujungnya" jelas sales tadi sambil menyerahkan gelang itu pada Raka
"sayang coba kamu pakai"kata raka sambil memakaikan gelangnya
"bagus,sangat sesuai denganmu,simple but elegant" gumam raka dan ya memang indah tapi..
"astaga Raka,gelang ini harganya hampir 3 digit" kataku mencoba melepaskan gelang itu setelah aku melihat harganya
"tidak apa apa sepadan dengan tampilannya, mbak apa gelang ini memiliki cincin dan apalah yang sesuai" tanya Raka
"maaf tuan gelang ini tidak berupa 1 set perhiasan,tapi kami memiliki anting,kalung dan cincin yang serasi dengannya"kata sales tadi sambil menawarkan perhiasan yang lain cincin polos bermata berlian,anting tetes dengan kalung polos dengan liontin huruf R yang terangkai dari berlian
"Raka...jangan buang buang uang"kataku berbisik
"sayang ini cocok untukmu pakailah,aku kerja kan untuk kita dan aku pernah bilang,sekuat tenagaku aku akan membelikan semua yang kamu inginkan,kalung itu bagus sesuai dengan namaku " kata raka sambil memakaikannya dan semua memang indah
"sangat sesuai denganmu,packingkan untukku " kata Raka dan kak Armand pun segera memproses pembayarannya
"mbak kami juga ingin memesan sepasang cincin kawin, aku mau yang polos dengan ukiran nama kami berdua di bagian dalam cincin,berikan contohnya"tanya Raka
....
Raka POV
"sekarang ayo kita mencari pakaian baru"kataku sambil menarikku lagi
"Capek tau laper,kenapa nggak besok aja sih" rengek tiara imut
"sayang jarang jarang lho kamu mau aku ajak pergi gini,ya udah kamu mau makan apa?"kataku sambil mengusap usap topinya dan sambil menarik tangannya,kencan kali ini termasuk sukses Tiara sedang dalam mood yang bagus,dia sepertinya lupa kalau biasanya dia bersikap hati hati
"kamu mau maem apa"kata Tiara sambil mengangkat kepalanya dan melihat ke arahku, ya...tuhan dia sungguh imut,pantas banyak remaja yang meliriknya dari tadi
"kamu mau apa,aku bisa kasi semua yang kamu mau"kataku lembut
"boleh,tapi gantinya kita nonton ya"kataku lagi
"oke"kata Tiara santai sambil menarik tanganku pergi
"ahh...wanita dan segala rayuan manisnya maka tertundalah meeting kita hari ini" bisik Kak Armand di kejauhan
.....
"jadi coba katakan kenapa kamu semanis ini ke aku,dan kenapa harus film horor ini" kataku tetap memandang layar bioskop
"film horor bisa membuatku melupakan semuanya, jujur...aku hanya menikmati waktu, dan aku terlalu capek untuk waspada,biar semua itu kamu aja yang urus" kata tiara sambil memakan pop corn nya
"hhmm...." kataku sambil menariknya untuk pindah duduk di pangkuanku
"Raka...ini tempat umum jangan aneh aneh"kata tiara tapi tidak menolaknya
"kursi ini besar, posisinya juga di tengah teater,teater juga ramai,jadi hilangkan pikiran mesummu,santai saja serahkan semua ke aku"kataku sambil memperbaiki posisi kepala tiara agar bersender di bahuku
"hhmm...."kata tiara mulai mengantuk
"sayang ingatlah walau seluruh dunia ini mempersulitmu,aku tetap akan menjagamu utuh, jangan kamu perdulikan,fokuslah untuk mencintaiku lagi"bisikku
"Aku memang slalu mencintaimu"kata tiara tanpa sadar dalam tidurnya dan itu membuatku bahagia
Tiara tertidur hingga akhir film,bahkan saat lampu dinyalakan dia masih tetap tertidur ketika banyak orang melewati kami,aku hanya bisa tersenyum dan aku bahkan membiarkan beberapa dari mereka mengambil foto kami,dan entah berita apa yang sudah tersebar biarkan saja aku tidak perduli
"Raka... Raka...loe nggak ketiduran juga kan, pangeran bucin,dari tadi banyak yang ngambil foto dan ini udah sore,nggak capek itu tangan"kata kak Armand mengingatkan
"Biarin aja dulu nggak usah dibangunkan kasian dia capek,kak kontrol berita di publik, biarkan selama berita itu positif, tuntut jika beritanya buruk,lalu sewakan ruangan ini sampai tiara bangun "kataku lagi
"Astaga kita bakal nonton film horor ini lagi"keluh margo..
....
"sayang bangun...kamu udah lama tertidur,ini udah sore"panggilku pelan
"hhmm..."kata Tiara sambil menggeliat lalu tiba tiba mengubah posisinya dan mengajukan tangannya ke leherku
"sayang...kita di bioskop lho,bangun"kataku sambil mengecup dahinya yang tertutupi topi dan itu membuat Tiara tersadar
"Astaga"katanya
"dan kita pulang"kataku langsung bangun membuka topinya memakaikannya hoddie dan menariknya pelan, dan seperti niatku,Tiara yang masih linglung hanya menerima perlakuanku,
"Astaga banyak media"kata Tiara tersadar dan langsung bersembunyi di balik badanku saat kami sampai di ruang tunggu
"tenang...santailah,tunjukkan dirimu dengan berani,kamu nggak ada buat kesalahannkan?ingat kata kataku tadi tidak ada satu pun yang akan mengganggumu selama ada aku"kataku lembut sambil menariknya berdiri di sampingku
"Kak Armand"kataku mengingatkan penjagaan untuk kami,sinar blits mulai menerangi langkah kami,beberapa pertanyaan mulai terdengar,mulai dari menyapa sampai menanyakan pernikahan.Aku hanya tersenyum dan menetapkan langkahku dan tetap memeluk pundak Tiara,tiba tiba margo menghentakkan tangan orang yang hampir menyentuh lengan tiara aku langsung diam
"Hai kamu,jika masih sayang dengan pekerjaan dan masa depanmu jangan pernah mencoba menyentuh milikku"kataku keras.