
Raka POV
"Raka Lepasin aku dulu,nanti apa kata Neyra" rengek tiara mulai terbata bata
" janjikan satu hal ke aku,ayo nikah" kataku santai
"nggak...aku masih mau bebas"kata tiara kekeh
"ya udah biar aja Neyra dan yang lain tau" kataku sambil menggigit tanganku hingga berdarah
"kira..kira kalau ada noda darah disini,mereka bakal mikir apa ya?"kataku santai sambil melihat ke arah spray kamarku
"Raka...jangan aneh aneh..."kata Tiara mulai mengerti maksudku
"coba kita lihat, dengan kondisimu sekarang" kataku
"dengan tanda tanda ini"kataku sambil menyentuh lembut jejak jejak dilehernya
"terakhir dengan noda darah di spray"kataku dengan nada menggodanya
"Raka jangan gitu,itu kejam"kata Tiara mulai ketakutan
"yang aku minta hanya kita segera nikah,aku janji tidak akan menyentuhmu hingga kamu siap,janji kamu bisa kebebasan yang wajar,aku hanya perlu kepastian kalo kamu tidak akan lari dariku lagi"kataku
"kan nggak harus nikah sekarang,kasi aku waktu,aku janji nggak lari lagi"kata Tiara sambil bergerak tidak tenang
"dengan kata katamu semalam? dan aku nggak bilang kita nikah sekarang,aku memberi kita waktu 2 minggu"kataku tenang
"2 minggu gila aja"kata tiara kesel
"berapa lama pun waktu yang aku kasi,nggak akan cukup buat kamu, dan waktu itu hanya akan kamu pake untuk mikiran cara supaya kamu bisa lari kan,atau aku buat nyata aja ya..."kataku sambil mulai membuka satu kancing bajunya biar dia tau kalau aku serius
"jadi 2 minggu kita nikah atau..."kataku lagi
"Raka ini kejam,aku benci kamu "tangis tiara lagi
"sayank dunia ini nggak semanis yang kamu kira,dan aku nggak akan ngambil resiko kamu kabur lagi,Jadi jawabannya"kataku membuka kancing piyamanya lagi dan itu membuat tiara gelagapan dan berusaha melepaskan diri
"bayangkan bagaimana ibu tirimu akan mencercamu kalau dia tau kamu sudah tersentuh"kataku memanasinya lagi dan itu cukup membuatnya terdiam
"Raka aku janji nggak akan kabur,nggak ngeliat cowok lain,jangan gini ya"rengek tiara
"bayangkan bagaimana reaksi ayahmu nanti,padahal kemarin dia mengajakmu pulang untuk menghindari omongan orang" kataku lagi
"oh...jangan lupa reaksi anak sekampus kalo tau juga,satu lagi ibu Ayu akan berpikir apa?" kataku kejam
"aku bisa bilang kalau kau yang memaksaku" bentak Tiara
"Sayank semua orang tau Raka Aiden Willey tidak mungkin memaksa,selain itu kamu adalah tunanganku dan sekarang kamu di kamarku,jadi kalimat memaksa nggak cocok untuk keadaan ini"kataku santai
"Raka... please kamu kenapa kayak gini sih,kemarin kita baik baik aja kan"rayu tiara
"baik baik saja,sampai aku tau kalo kamu masih berpikir untuk lari,nggak mau nikah,bahkan mau kabur ke luar negeri"kataku dengan nada dingin
"it's just a joke,Raka lepasin aku dulu,kamu berat"kata tiara beralasan dan itu membuatku ingin tertawa tapi aku harus bertahan
"sayank,aku bahkan tidak menind*hmu,lihat aku masih memakai tanganku untuk menopang tubuhku,and untuk hal sekecil ini pun kamu malah berbohong,see...kamu nggak bisa dipercaya kan"kataku tajam
"dan sebagian besar orang mabuk akan mengatakan apa yang ada dipikirannya,jadi kamu setuju kita nikah 2 minggu lagi atau aku terpaksa pake cara ini"kataku sambil melihatnya dengan tatapan bersungguh sungguh.