
"jangan dulu Andrew, saat 4 tahun ini ommu tidak bisa menarik uang di rekening tiara, derry sudah curiga, kita harus hati hati, Andrew kakak sangat mengerti kalo umurmu masih 18,tapi kamu pewaris winata corp, boleh aku tau seberapa jauh perananmu di perusahaan?,apa kalian tau posisi kalian " tanyaku langsung,dan seperti dugaanku mereka hanya diam
"maaf kak,tapi kami belum pernah ke perusahaan,ayah pernah menawariku,tapi aku masih konsen ke sekolah"ujar Andrew
"aku malah masih berusaha menjadi novelis dan ingin ikut beberapa casting,tidak terpikir untuk mencampuri urusan perusahaan"ujar Diandra menambahkan
"wajar kalau kalian belum begitu paham,sedikit aku jelaskan ya, saham winata corp terdiri dari 50% milik keluarga winata,10 persen dipasarkan, karena perusahaan kalian sempat bermasalah dan diselesaukan oleh keluarga sastrawan maka mereka menerima 10% saham kalian diberikan dan diwakili oleh om derry"
"30 persen sisanya dimiliki oleh beberapa direksi yang aku tak hapal namamya, saham 50%kalian dibagi lagi,ayah 15 %bu ayu dan bu raya 5% dan kalian bertiga masing masing 10 %,dan itu adalah hal wajar"
"lalu beberapa tahun terakhir,terjadi sedikit perubahan yang membuatku curiga,saham kalian dipasar diburu keluarga sastrawan,sehingga saham mereka menjadi 15%,demi menghindari hal buruk,aku melindungi kalian dan dengan diam di memburu sisanya dan merayu beberapa dewan direksi,sehingga aku sekarang juga punya saham 25% di perusahann kalian"ceritaku
"trus masalahnya apa kak?" tanya diandra dengan polosnya
"om derry menghasut kalian untuk memusuhi bu ayu dan ayah kalian,dan dan disisi lain dia juga berusaha meyakinkan kalian bahwa dia om yang baik dan kalian belum pernah terjun ke perusahaan, jika aku tak salah tebak tujuan om kalian adalah untuk menguasai atau menjadi wakil saham kalian"
"pendeknya saham yang diwakili om derry akan lebih besar dari sisa saham yang di pegang ayahmu,jadi posisi ayahmu dengan mudah bisa digantinya"tutupku
"hah...aku mulai ngerti dan itu tak mungkin terjadi kak,om derry nggak mungkin setega itu,dan tidak ada alasan dia berbuat sejahat itu"kata andrew
"aku belum jelas tentang alasan dibalikn ini,tapi Andrew, demi uang dan ambisi,segalanya bisa terkadi"kataku
"dan kenapa kami harus percaya padamu"tanya andrew
"selain aku adalah calon kakak iparmu jadi tak mungkin aku menghancurkan perusahaan keluarga calon istriku,aku juga satu satunya penerus wiley grup,sebagaimana kalian tau, wiley grup adalah salah satu grup terbesar di indonesia,jadi aku tak butuh mengambil perusahaan orang lain"kataku jujur
"jadi adikku khususnya Andrew belajarlah tentang perusahaan sebelum hak itu dicuri darimu, jangan ntakut,jika kau percaya padaku,aku akan perintahkan kak arman untuk mengajarimu sampai bisa"kataku
"beri aku waktu untuk berpikir kak,dan kami permisi dulu"ujar Andrew
"baiklah,asistenku akan menyiapkan supir untuk kalian,dan bagaimana kalau kalian menunggu di ruangannya saja,karena hari ini aku ada jam kuliah"ucap raka sambil tersenyum
"ok...ok.."
hai arman..apa supirnya sudah siap "tanya Andrew membuka pembicaraan
"sebentar lagi,kalian bisa duduk dulu"
"dee...aku ke toilet sebentar ya,"kata andrew sambil mengedipkan matanya pada Diandra.
suasana terlihat tenang,hanya terdengar suara jari yang sedang mengetik,arman yang mengetik dengan tenang sementara diandra bermain dengan hpnya dengan tenang.
"apa kamu slalu terlihat setenang ini anak kecil,mana keberanian yang kamu tunjukin tadi"tanya arman dengan pandangan yang meremehkan
"wah...ternyata kucing kecil ini cakarnya tajam juga,mungkin dia perlu sedikit belaian"ejek arman
"tergantung orang yang mengusiknya,apa kau mau membelaiku om"balas diandra dengan cepat
"sudahlah jangan pakai cara itu untuk menarik minatku,sudah sering dipakai awal bersikap dingin dengan tujuan memberi kesan yang berbeda,aku sudah terbiasa"
"kenapa kamu PD banget sih om,Nggak semua cewek itu tertarik padamu"jawab diandra dengan ketus
"Mungkin karena aku mendengar percakapan kalian tadi,dan aku sedikit mendapat kesan kalau kalian 'berbeda',berani mengakui kesalahan,memikirkan orang lain sebelum tindakan kalian dan kalo nggak salah dengar bukankan kau ingin menghidupiku anak kecil,gimana jika kubalik, mintalah dengan manis,maka aku akan memberimu uang saku dengan gratis" ujar arman menggoda diandra
"apa kau mau aku menghidupimu"tanya diandra tenang sambil mendekati arman dengan perlahan.
arman tidak menduga,kalo diandra memiliki dualitas seperti ini,bisa bersifat tenang dan berbahaya di kemudian,arman merasa tertarik dan tertantang arman lebih memilih diam dan melihat apa yang akan terjadi
"baiklah penguping tua,karena kamu udah denger apa yang kuucapkan tadi, dan aku bukan orang yang suka berpura pura,aku tadi diam hanya untuk lebih memikirkan apa yang harus kulakukan padamu,dan karena aku yakin kamu sudah terjerat dalam pesonaku, jadi datanglah padaku, maka akan memghidupimu dan jika kamu memang berkeras memberiku bekal,gimana kalo berikan aku seluruh hartamu,dan harta itu akan kuanggap sebagai mahar kau meminangku"tanya diandra tiba tiba menarik dasi arman,sehingga membuat wajah arman memdekati wajah diandra
"adik kecil kau sungguh di luar imajinasi,apa kamu nggak takut nanti om apa apain"tanya arman dengan tenang tanpa memindahkan wajahnya,dia merasa memdapat lawan yang seimbang kali ini
"you can try it,dan setelah kamu apa apain,kau akan langsung menjadi koleksiku"kata diandra dengan tenangnya dan membuat arman kaget akan kalimat itu.
"anak kecil,aku bukan barang yang bisa kau koleksi"kata arman dengan dinginnya
"kalau nggak mau jadi koleksiku,gimana kalau menjadi pacarku saja,aku rela membuang semua koleksiku jika kau mau menjadi milikku,dengan syarat cuma ada aku"kata diandra dengan senyum kemenangannya dan mulai melepaskan dasi yang di tariknya dan mulai menjauh
Armand yang merasa dirinya kalah langkah hanya bisa bengong,diandra benar benar diluar pemikirannya, dan itu berhasil membuatnya tertarik
"hehehe..kawan sebagai adiknya dan karena sepertinya aku menyukaimu,kuberi sedikit saran ya, menyerahlah,dia tidak setenang yang kau kira,dan dia bisa menjadi orang yang menyeramkan, serahkan dirimu baik baik karena dia lawan yang tangguh, toh yang kulihat kamu juga menyukainya"kata Andrew yang tanpa mereka sadari sudah datang dari tadi dan menonton pertunjukan ini
"dee ayok pulang"ucap Andrew
"oke,see you soon big boy"ujar diandra dan berlalu
.....
"ha...ha..ha...,sepertinya kau dapat lawan yang sebanding ya kak"ujar raka dengan tiba tiba,
"diamlah,apa dia meminta nomor hpku padamu raka"tanya arman
"sepertinya dia lupa,apa aku perlu mengingatkannya kak?"tanya raka dengan nada mengejek,dan pergi berlalu
"menarik...sepertinya dia akan menjadi milikku,dee kita lihat siapa yang akan menjadi tuannya"kata arman