Terjerat Pertunangan

Terjerat Pertunangan
52.Sekutu Lama


"Saya disini non..."kata seorang tiba tiba maju dari kumpulan pelayan dan berdiri di sebelah bi rani


"jadi perkenalkan dirimu"kataku tenang


"Saya Rindu,anak dari bu Rani,"kata Rindu sambil menunjuk bi Rani


"dia memang anak saya non,semua pelayan disini juga tau itu"kata Bi Rani dengan gugup


"baiklah kalo Bi Rani belum mau mengaku, ceritakan lagi tentang dirimu dan ibumu Rindu" kataku tenang


"saya dan ibu dulu bekerja di rumah keluarga winata"kata Rindu menambahkan


"memang sebelumnya kami kerja disana,tapi ingin mencari suasana baru,apa itu salah?"sangkal bu Rani


"Bi Rani kebohongan ini mau sampai mana"tanyaku mulai jengkel


"kamilah yang menaruh jarum di sofa dan memberi makanan yang salah"kata Rindu dengan tenang


"dasar anak nggak tau di*ntung,kenapa kamu nyelakai ibumu sendiri"kat bi rani berteriak kalap sambil menampar dan menarik rambut Rindu,dan Rindu hanya diam dan menangis, aku yang melihat hal itu langsung menarik rindu menjauhi bi Rani


"hentikan semua drama ini,usir saja dia dari sini"kata Raka dengan marah


"kenapa kau,anakku sendiri malah menghianati usahaku"kata bi Rani sambil terduduk dan menangis


"ibu... maaf,tapi ini sudah terlalu jauh buaku tau aku cuma anak pung*t,aku berhutang budi karena ibu mengambilku dari panti, tapi apa salah non tiara ke ibu?dia sangat baik padaku bu,apa ibu tau,dia slalu memperlakukanku sebagai teman baiknya,dia melindungiku saat aku diejek,dia membagi miliknya denganku, membagi makanan dan makan di kotak bekalnyang sama tanpa jijik padaku,membagi uang saku,dia berjalan ke sekolah denganku tanpa malu bu,dia juga sering membantuku mengerjakan pekerjaan yang ibu kasi ke aku"tangis Rindu


"dia menipumu,dia hanya anak yang manja" Teriak bi Rani,mendengar hal itu Ekspresi Raka tiba tiba berubah,sebelum dia meluapkan kemarahannya,aku memberinya kode untuk tenang dan menonton, karena aku butuh pengakuan siapa dalangnya


"menipu dimananya bu?,saat ibu memintaku berbuat jahat,menaruh jarum di sofanya, menaburkan bubuk kamfer di bajunya sampai badannya gatal gatal,atau memasukkan lada disupnya,non Tiara melihatku melakukannya, dia malah menguatkan aku untuk tetap melanjutkan perbuatan jahat itu,dan dia masuk ke perangkap yang sudah dia tau bu,aku melihatnya kesakitan menduduki sofa itu,aku melihat bibirnya berdarah karena minum dari gelas retak,aku pelakunya tapi dia tetap tersenyum dan menganggapku teman, karena apa?, karena dia takut ibu marah padaku dan mengusirku jika aku tidak melakukannya"tangis Rindu lagi


"aku sudah sejahat itu,tapi saat dia dan nyonya ayu lari,dia malah meminta maaf karena belum bisa mengajakku,dia berjanji menjemputku, dia malah memberiku uang untuk bertahan,saat ibu tidak memperbolehkan aku masuk SMA, non Tiara diam diam menelponku,dia kesulitan uang tapi tidak melupakanku, dia malah mendaftarkan aku masuk sekolah kesetaraan, aku belajar lewat internet dan lulus bu,jadi dimananya dia menipuku bu" kata Rindu


"Non Tiara tidak pernah meminta apa apa dariku,dia bahkan memintaku melanjutkan cita citaku sebagai dokter,dan akan.memberiku pinjaman untuk kuliah,tapi aku punya beasiswa,aku kuliah Hukum agar kelak bisa melindunginya,akulah yang bersumpah setia padanya tanpa dia tau aku bersumpah untuk itu,aku bertekad mencari non Tiara saat aku Lulus Kuliah dan akan slalu dibelakangnya, nyonya Raya yang jahat,dia yang meminta ibu kemari,dia yang minta ibu mengerjai non tiara agar dia tetap tunduk,dia mencuri uang non tiara,dia bahkan merusak hubungan non tiara dengan adik adiknya,dulu aku hanya bisa menemaninya menangis,menemaninya di gudang saat ibu kurung dia tanpa sebab,tapi tidak lagi,sekarang aku akan melindunginya semampuku,dia orang baik bu,sadarlah..kita hanya dimanfaatkan" kata Rindu lantang, sementara aku,hanya bisa menangis dalam pelukan Neyra,


"sabar titi aku disini,mereka tidak bisa menjahatimu lagi,"kata Neyra menenangkanku


"kecurigaanku benar Ney,kini aku tau siapa yang slalu menjahati ibu dan aku,aku akan membalasnya"kataku tersendat


.....


"cukup, aku sudah benar benar muak dengan semua ini,dia tunanganku dan kau brani mempermainkannya di rumahku sendiri,Bi rani apa kau gila,dia itu calon nyonya rumah ini"kataku berang


"kak Armand,panggilkan Polisi "lanjutku


"tidak...jangan kak,jangan ada polisi dulu,semua belum selesai,ini baru awal"kata Tiara sambil menenangkan diri


"sayank...dia,mereka sudah melukaimu,kenapa masih berbuat baik"kataku mangkel


"Rindu adalah orangku,dia setia padaku sementara Bi Rani,bi...aku tidak berbuat jahat padamu,tapi kamu malah mengatur muslihat untukku,dulu aku masih kecil kau bisa seenaknya,sekarang tidak lagi, bi pulanglah ke keluarga winata,bilang pada tante Raya,kali ini aku akan melawannya,aku masih diurutan pertama pewaris Keluarga Winata dan aku akan segera meminta hakku, katakan juga padanya,pada Raya Sastrawan winata, dia hanya istri kedua ayahku,dia bisa menjadi istri kedua karena dia mengemis pada ibu kandungku,katakan padanya, dia tidak akan bisa menjadikan Raka Sebagai Tunangan anaknya karena akulah tunangannya,sekarang pergi dari sini,jangan pernah menemui Rindu lagi,umurnya cukup untuk meninggalkanmu,kak armand, seret dia keluar"kata tiara tenang


"dan untuk kalian yang lain ,seperti yang kalian dengar tadi,Tiara tunanganku,dia segera akan menjadi nyonya kalian,jadikan ini pelajaran,jika kalian berani padanya,pergi saja dari sini"kataku


"Rindu istirahatlah dulu,tenangkan dirimu,besok kita bicarakan lagi ya"kata Tiara sambil memeluk Rindu


"Non...maafkan aku untuk yang dulu ya,tolong katakan pada tuan untuk jangan mengusirku biarkan aku menjadi pelayanmu, jangan buang akunlagi,aku akan berusaha menjadi berguna untukmu, aku janji akan setia padamu"katanya tersedu sedu


"tenang Rindu...tidak ada yang mengusirmu,kau orangku, kali ini jika aku pergi,kau akan ikut"kata Tiara


"tidak akan ada yang pergi,disini rumahmu dan aku akan membereskan semua kelacauan ini,semua kembalilah ke tempat kalian,termasuk kau juga Rindu,aku perlu berbicara bersua dengan Tiara"kataku marah


"kak Armand tolong pastikan semuanya bersih,data pelayan dan security di rumah ini semua hanya orang yang dipercaya,cari latar belakangnya dan tolong hitung brapa persen sahamku di Winata grup, buatkan kuasa Bu ayu dan Tiara padaku,apa kau keberatan aku menjadi wakilmu di Winata grup sayang?" tanyaku tajam