Terjerat Pertunangan

Terjerat Pertunangan
89.My Time


Tiara POV


"apa...."aku bingung dengan ucapan Raka,ayah kemarin hanya bilang makan malam,dia tidak menyebutkan hari ini,astaga...titi sampai kapan kamu berharap ayah akan dateng dan bilang dia kangen kamu?sampai kapan kamu harus diam,tiara...sadar..sampai kapan harus menyesali diri,


"pertama..kuatkan diri,kedua tidak ada yang perlu kamu sesali,ketiga kali ini kamu tidak sendiri,banyak orang yang mendukungmu dan yang terakhir aku akan slalu ada buat kamu,jadi tegakkan kepala,ingat bagaimana kuatnya tekadmu saat meninggalkan kami dulu"bisik Raka lalu keluar dari mobil dan menungguku keluar


"kamu benar,kali ini aku akan membalikkan keadaan,jadi tetaplah di sampingku"kataku tersenyum dengan tenang sambil turun dari mobil dan menyambut tangan Raka


"pasti"kata raka tenang


....


RAKA POV


ketika kami turun dari mobil dan menuju ruang tamu,layaknya red carpet sudah banyak wartawan menunggu untuk mengambil photo, keluarga winata mungkin tidak sekaya keluargaku tapi mereka tetap masuk jajaran orang kaya di indonesia,banyak peehatian yang dayang pada keluarga mereka,dan lihatlah tuan rumah kita sudah menunggu untuk menyapa setiap tamunya dengan tersenyum


"hei...lihat pasangan yang kita tunggu tunggu,pasangan terbucin kita" kata salah satu wartawan


"mereka benar benar serasi"kata yang lainnya


"Tuan Raka apa ini Tiara winata,kenapa bersamamu dan bukan ikut menyembut tamu yang datang?"


"apa benar berita yang kami dengar kalau Tiara Winata sedang bermasalah dengan keluarganya dan ini karena keinginannya untuk bertunangan dengan anda?"


"Tuan Raka bisa minta waktunya sebentar,bisa minta statemen ucapan selamatnya"kata yang lain dan kami terpaksa menghentikan langkah kami dan tangan Tiara yang sejak tadi ada di lenganku terasa bergetar ringan dan dingin


"baiklah,silahkan ambil swafoto kami,kataku sambil mencium tengan tiara yang ada di genggamanku dan itu membuat para wartawam menjadi riuh


"jadi tuan Raka statemennya"tanya salah satu wartawan


"kayaknya tidak ada yang perlu kami jelaskan lagi ya,kalau ditanya kenapa Tiara kali ini tidak berperan sebagai tuan rumah,ya...meski dia sulung di keluarga ini,kalian tetap harus ingat sejak 6 tahun lalu,secara resmi dia adalah tunangan seorang willey, calon nyonya Willey, jadi menurut aturan keluargaku dia harus tinggal di salah satu mansion willey Dan harus belajar menjadi nyonya Willey,dan yah... mengenai masalah gosip tunanganku tiara atau diandra jangan terus isunya di goreng ya,ini saya masih tahap ngerayu dia,nanti dia ngambek pergi ke luar negeri lagi kapan saya nikahnya dong,tunanganku hanya Tiara dan aku tidak akan menggoda diandra begitupun sebaliknya,karena selain dia adik tunanganku, sini aku bisikkan satu Clue,aku mengenal orang yang dekat dengan adikku itu, pawangnya diandra itu galak Dan dia ada disini,jadi kalian harus jeli menangkap moment ya"kataku sambil tersenyum dan mengajak diandra melangkah


"mbk Tiara,mohon statemennya,anda selama ini kemana aja,tanggapan pernyataan pak Raka dikit dong,jangan pelit pelit"kejar watrawan lainnya dan tiara hanya tersenyum dan melambaikan tangannya untuk menolak berkomentar


"ayolah mbak"rayu wartawan lagi


"saya kasi komentar apa dong ya,saya juga bingung soalnya nggak ada masalah,semua fine fine aja,punya tunangan juga udah dari 6 tahun lalu,jadi biasa aja,kalian maunya saya jawab apa?"kataku sambil tersenyum


"ya ampun....cantik sekali mbak tiara,pak Raka itu kan terkenal banyak fansnya, kaya, ganteng,ya kita taulah sepak terjangnya, apalagi mbak sempet lama di luar ya,kita taulah gosipnya seperti apa,dan pertunangan mbak aja kita ngiranya udah selesai lho,karena kalian sempet lama nggak keliatan,kira kira cara buat pak raka jadi tenang kayak sekarang,gini apa ya,nggak takut dia nakal lagi mbak"kata wartawan lain dengan usil


"astaga pertanyaan kalian,sepak terjang apa kaean kawan ya"kataku sambil pura pura tersenyum, si*l..


"mamp*s,loe pake nyuruh dia komentar"bisik armand yang selama ini di belakang kami


"aduh..gosip apa...beberapa waktu lalu saya memang lama nggak di jakarta,saya kan juga harus menata masa depan saya,masa saya harus nungguin Raka doang kan kita juga harus nyari kesenengan buat diri sendiri kan?,lagian selama saya nggak di jakarta kan belum tentu Raka nggak sama saya kan?"kata tiara sambil tersenyum


"wah.....ternyata mbak tiara seru juga ya? brarti selama ini kalian tetep bareng ya"tanya wartawan lagi dan tiara hanya tersenyum dan melambaikan tangan


"mbak emang percaya gitu pak raka nggak lirik lirik,kan kita taulah beritanya apa"tanya wartawan lain dengan nada sewotnya


"kamu yakin dia bisa lirik yang lain?"kata tiara dengan nada menantang dan diselingi senyum yang sangat manis sampai membuat orang lain terpana


"dia cantik sekali"kata wartawan lain dan itu membuatku tiba tiba merasa jengkel,


"maaf kami rasa kami sudah terlalu lama disini, dan Guy's come one watch your eyes "kataku sambil menggiring tiara masuk


"sayang,tau nggak senyummu itu,bisa membuat mereka kehilangan pekerjaan saat besok mereka bangun,aku suka membagi milikku" kataku pelan tapi aku tau wartawan pria yang terpana itu mendengarnya dengan jelas.


"apa coba,kan kamu yang minta aku nyapa mereka, sekarang malah marah sendiri"kataku kesal


"bucin..."bisik Neyra di belakangku dan diikuti suara cekikikan Rindu


"Selamat datang Nak Raka dan Rombongan" kata ibu Raya menyambut kami dengan di dampingi om winata, dia sengaja hanya berbicara ke aku,tanpa menyapa Tiara hal itu juga tidak luput dari media,dia berusaha mempermalukan Tiara didepan umum langsung pada langkah pertama..


"mamah aku sungguh rindu kamu"kata Tiara tiba tiba dan keras sambil memeluk Ibu Raya, ekspresi kaget langsung terlihat di parasnya dan dengan banyaknya media yang ada dia terpaksa mengambil sikap yang manis,1.0 untuk tiara


"Sa...sayang...kenapa kamu baru keliatan,apa kediaman willey begitu bagus sampai kamu tidak mau pulang ke rumah nak?"serangan kedua


"mama lupa,kan mama yang memintaku belajar menjadi menantu willey,mempelajari tata cara mereka,mama memintaku untuk memprioritaskan Raka,memintaku tidak pulang sebelum aku hapal tugas dan kewajibanku, padahal aku rindu kalian,tapi aku sudah putuskan untuk jadi anak yang berbakti"kata Tiara dengan nada sendunya, wajah manis pandangan sendu dan polos,kurasa kemenangan babak ini pun masih ada pada tiara,permainan yang seru...