
eh dia malah adem ayem,tanpa memperlihatkan sedikit pun rasa capek dan kesal dan itu membuatku kesal,apa apaan sikapnya tadi,bukannya ngaku salah malah marah,dasar...
"ya udaah beli baju disini aja"kataku sambil menghentakkan kakiku kesal
"ooo gue ngerti loe nyiksa kita ini maksudnya mau buat kesel laki loe ka?"goda Tristan
"elo...elo...mbak titi,bacot loe"rindu menimpali dan membuat Tristan terdiam
"gapapa kali,biar akrab,ya udah kita masuk kuy"kataku santai
"titi...baju ini aja,coba dulu,trus bawahannya clana jeans bagus" kata neyra sambil menunjukkan pilihannya
"tapi mbk,mbk berdua kan magang jadi sekretaris, kenapa nggak pilih setelan jas ini atau kemeja trus dibawahnya rok atau celana,dan sepatu kerja" kata Rindu menimpali sementara margo dan tristan hanya diam
"iya juga ya,harus yang resmi pake terusan atau atas kemeja bawah rok kain selutut"kataku agak keraas agar di dengar raka yang dari tadi duduk sambil menerima pandangan memuja dari banyak cewek
"kuy coba"kata neyra sambil menarikku ke passroom
"titi loe jangan cari gara gara ya,baru aja baean bentar" kata Neyra ketika kami di pass room
"gue kesel aja Ney,cuma gara gara rok jadi dipanjangin kemana mana,kalo gue yang pake salah coba cewek lain yang pake matanya pasti kemana mana kan, dan liat dia abis ngasi gue omongan pedes lempeng aja gitu nggak ada rasa bersalahnya,seneng kali ya diliatin cewek cewek"kataku menumpahkan kekesalan
"kikiki....kayaknya ada bau bau cemburu disini,omongan loe nggak nyambung sabar....dah ah bajunya pas di kita,bungkus kuy" kata Neyra
"iya juga sih,tapi gue juga pengen ngambil hodie sama celana pendek tadi deh kayaknya pas banget kalo dipaduin sama sepatu kompas" kataku lagi
"kuy cari,oh ya...titi gue saran dikit,jangan marah ya,menurut mending loe stop samaran ini deh,loe bakal sering keluar sama raka,gue nggak mau loe di cap cewek nggak bener,ada kita titi,loe pasti aman,ya..ya..ya..."rayu Neyra
"iya mbak,ada kita semua dan saya yakin Tuan Raka pasti udah ngatur penjagannya"timpal rindu yang dari tadi hanya diam melihat kami
"iya abis bayar ini kita ke toilet ngapus riasan sekalian ganti baju hoodie tadi,tapi dengan satu syarat selain kita semua harus saling jaga,loe Neyra sesuai impian loe yang jadi artis,loe harus mau nyobain casting juga setidaknya iklan lah, sementara rindu loe mulai sekarang nggak boleh manggil gue mbk dan segera urus kepindahan kuliah loe ke jurusan kedokteran dan loe harus terima kalo semua biaya gue yang tanggung karena loe anak asuh gue,kita sama, gimana kalian sanggup nggak"kataku dan dijawab anggukan kepala mereka
"jady kuy kita beli hoodie triplean kita sekalian sepatunya juga, gue yang bayar"kataku ceria
"titi daripada ke toilet,hapus makeup loe disini aja, bajunya langsung pake aja,tinggal lepas tagnya buat bayar"kata neyra saat kami bertiga mencoba hoodie kami
"blom dicuci loh..."timpal Rindu
"gak apa apa lah skali ini,toh bajunya baru diambil bukan yang pajangan"jawab Neyra
"tok...tok...tok..mbak titi,mbak Neyra,Rindu...gue udah pegel nungguin kalian daritadi,blom lagi belanjaan yang banyak ini,ngegosipnya bisa di cafe aja nggak sih"kata Tristan merengek
"tunggu..."kataku agak keras
"ya udah Ney sini bantuin ngapus makeup sama ngelepas soft lense nya "kataku lagi sambil meminta makeup remover dan tisu basah
"kuy keluar"kataku santai
"waah....kalo modelnya kayak gini,loe jadi imut banget untung hati gue udah punya Rindu kalo nggak..."kelakar Tristan saat kami keluar dengan pakaian dengan model sama hanya beda warna dari passroom
"diem...bacot,mbak titi ayo kita bayar dulu"kata rindu dan kami pun menuju kasir dan melewati Raka yang melihatku dengan tatapan laparnya
"Mamp*s...."kataku pelan ketika kami di kasir
"paan?"selidik Neyra
"dompet gue ketinggalan di mobil"kataku sendu
"Mamp*s kita...titi...gue cuma bawa uang cash 300 doang,atm masih di elu semua,ini barang barang diapain,trus tadi pas beli es krim kok bisa,eh es krim kan gue yang bayar"kata Neyra dengan nada syoknya
"mana bajunya uda kita pake,aduh mbak,di dompetku ada uang cuma 100,ini gimana"kata Rindu mulai panik dan ketika kami melihat Tristan dan margo,mereka hanya menggeleng lemah...
"mbak totalnya semua termasuk sepatu Lima juta Dua Ratus lima puluh ribu mau dibayar cash atau..."tanya mbak mbak kasir
"sebentar mbak"ucapku lemah lalu meninggalkan kasir dengan dua teman yang melongo kaget. hanya ada satu jalan keluar dan yang perlu dilakuin hanya hilangin gengsi dulu
"kak Raka"panggilku setelah aku didekatnya dan dia tetap duduk dengan tenang, diam sambil mengangkat salah satu alisnya, Si*l dia membuat ini sulit
"sayang...dompetku ketinggalan,"kataku sambil menunduk
"baiklah...hanya satu kata tadi semua akan kuselesaikan"kata raka dengan lembut lalu mencium keningku dan menarikku ke kasir
....
"sekalian dengan topi ini "kataku sambil menyerahkan debit card nya sambil memakaikan topi padaku
"aku udah nggak nyamar,lalu kenapa mesti di pakein topi"kataku lemah
"lihatlah dirimu, cantik,imut dan seksi di saat yang bersamaan aku merasa sayang kalo harus mempertontonkanmu seperti ini"kataku dambil melihatnya secara lebih mendalam wajah yang cantik,kaki jenjang nan mulus yang hanya ditutupi celana jeans se paha,astaga bagaimana rasanya saat kaki itu dililitkan ke badanku....ingin rasanya aku menariknya dan membawanya pulang dan....
"tuan pinnya"kata petugas kasir
"Raka...ini tempat umum,tahan diri Sedikit atau kita bisa dilaporkan karena berbuat mesum di tempat unum"bisik Armand geli sambil menekan pin atmku
"ah...sayang sebelum kamu benar benar membuatku gila,ayo kita makan siang di food court mall ini,margo,tristan bawa belanjaan nonamu ke mobil lalu segera susul kami"kataku sambil menggandeng tiara dengan wajah memerahnya
"lihat...itu Raka wiley kan...dan coba liat cewek disampingnya,cantik banget,imut gitu,bener bener bibit unggul,mungkin itu adiknya,kira kira gue bisa ngajak kenalan nggak ya,atau coba kita cari sosmednya" terdengar bisik bisik saat kami masuk ke food court, adik?coba kita lihat tiara memang terlihat imut diumurnya yang hampir 20,gaya pakaiannya juga membuatnya kayak abg.