
Tiara PoV
"ternyata didikan keluarga winata keras ya"bisik para wartawan
"sayang...aku tau kalo kamu kangen keluarga mu,tapi kita masih di loby,apa tak sebaiknya kita masuk dulu"kata Raka menengahi
"be...benar...kalian masuk saja dulu..."kata ayah dengan mempersilahkan kami masuk
"mbak tiara...mbak tiara ini adalah anniversary pernikahan,hadiah apa yang anda bawa,lalu ibu ayu apa tidak ikut bersama anda"tanya wartawan lain dan itu membuatku tercengang,apa ini wartawan yang mereka siapkan
"apa ada masalah antara nyonya ayu dan nyonya raya,apa benar mereka tidak rukun.."bisik mulai terdengar
"rekan sekalian,maaf,karena kondisinya, saya memang sudah lama nggak ketemu mbak ayu,tapi itu bukan berarti dia melupakan kami,mbak ayu pasti mendoakan kami dan sebelum mbak ayu konsen ke kesehatannya,dia telah menitipkan semua ke saya,jadi mohon pengertiannya"kata ibu raya yang hampir terdengar tulus di kupingku
"sayang..."kata Raka pelan sambil memegang lembut tanganku
"ibu Raya..maafkan ibuku ya,sebagai istri sah ayah, ibu terpaksa membuat ibu Raya seperti asistennya, membebankan semua tugas ke ibu raya, tapi ibu dan ayah nggak usah khawatir, seijin ayah, sekarang ibuku sedang menikmati waktu istirahat nya sambil mengelola salah satu resort Raka di bali,dan bukannya ibu nggak mau hadir, tapi tidak bisa hadir karena resort itu hari ini kedatangan tamu yang penting,tapi ibu sudah dapat ijin dari ayah kan" bohongku dengan santainya,dan Tiara kau harus kuat
"eh..iya...tadi aku lupa bilang ke kamu mah, maaf"kata ayah kikuk dan dihadiahi senyum terpaksa dari ibu Raya
"oh ya om tante,ini ibu atu ada menitipkan hadiah untuk acara ini"tambah Raka,hadiah?ibu bahkan nggak tau ada acara ini
sebuah lukisan berukuran sedang diantarkan oleh bodyguard Raka,lukisan seekor burung merak yang cantik tengah memperhatikan sepasang gagak,astaga...orang bodoh pun pasti bisa membaca maksud di balik lukisan ini,
"dan sayang...hadiah yang kita siapkan untuk orangtuamu lubih baik kita kasi sekarang,takutnya nanti lupa"tambah raka sambil melihat pada bodyguard yang tengah membawa 'wedding cake'yang terbuat dari rangkaian dollar yang membuat semua orang tercengang
"Astaga...kekuatan seorang willey"bisik para wartawan
"dan lihat bagaimana dia memanjakan tunangannya...ada nggak stok pria kayak gitu yang masih tersisa ya?"bisik lainnya
"Raka...ini terlalu mewah"kata ayah tercengang
"tidak bisa dibandingkan dengan berlian yang diserahkan om padaku dan keluargaku" kata Raka sambil tersenyum lembut ke arahku, ruangan tiba tiba menjadi terang karena beberapa blitz wartawan dan aku hanya bisa tersipu melihat semuanya
.....
Raka Pov
"itu terlalu banyak"bisik tiara
"tidak ada yang terlalu banyak buat kamu,dan tetaplah tenang,jangan terlalu kejam ok"kataku saat kami memasuki aula
"Wow...titi...rumahmu gede banget"kata Neyra
"tapi rumah yang besar belum tentu memberikan rasa nyaman"kata tiara pelan
diaula sudah didekorasi dengan megah,semua kursi dan meja sudah diatur dan di beri label nama tamu dan seperti yang kukira terpisah dengan yang lain aku dan tiara ada di kursi utama yang berbeda hanyalah tempat didukku yang dibuat berdampingan dengan Diandra,sementara Tiara duduk di samping nenek winata,aku langsung memberi kode pada bodyguard untuk memindahkan label itu permainan ini benara benar memuakkan
"Kenapa di pindahkan,apa yang kau takuti,aku hanya ingin berbincang dengan cucuku,cucu yang sudah lama tak kujumpai"kata nenek winata lantang...sambil memasuki ruangan,dsn itu menarik perhatian beberapa orang.kasak kusuk pun mulai terdengar
"Diandra bisa melakukannya,apa kamu nggak bisa ngasi adikmu waktu untuk mengenal calon iparnya"kata nenek tanpa tau malu dan orang orang semakin banyak yang bergunjing
"tapi..."kata Tiara
"apa kamu nggak rindu nenek,apa kamu nggak percaya diri,atau kamu takut Raka akan lebih memilih adikmu"kata nenek lagi
"maafkan aku nek,Bukannya tiara nggak mau jauh dari aku,tapi aku yang malas kalau harus ditemani wanita lain,buatku perhatian dari wanitaku sudah cukup,aku tak perlu perhatian wanita lain"kataku
"seperti ini saja,jadi tiara tetap disamping nenek aku juga bisa ada disamping tiara,jadi aku bisa lebih mengenal nenek" sambil memindahkan label nama ku ke samping label nama Tiara menukar posisiku dengan posisi andrew.lalu mempersilahkan tiara untuk duduk,sementara kami tetap jadi perhatian semuanya.
"kakak..."sebuah sura memanggil Tiara dari kejauhan,Diandra datang mendekati kamu,dan tiara terlihat tegang
"Tenang...dia adik kecilmu,bukan musuhmu" bisikku mengingatkan
"Hai..."kata Tiara dengan dingin
"kakak,aku sangat rindu kamu"ulang Diandra,sambil memeluk Tiara erat dan ketegangan itu semakin terlihat
"coba liat adikmu,dia sangat santun dan sayang kamu,tapi sebagai kakak kamu malah bikin dia kecewa,merebut pacar impiannya"kata nenek dengan ketus dan menjadi magnet bagi penonton lainnya,Tiara semakin tegang tapi dia tetap memeluk adiknya dengan kesopanan
"lama nggak ketemu adik kecil..."kata Tiara dengan dingin
"Dengarkan aku dede..."bisik Diandra
"kakak boleh ragu ke aku,dulu aku memang bodoh, sampe nggak rau kalo kamu tersiksa, tapi sekarang tidak begitu lagi,aku udah gede, tau mana yang harus kubela,percaya aku kak, aku dan Andrew akan slalu menjadi pendukung nomor satumu"bisik diandra
"tentu...aku pasti percaya kalo kamu akan lebih mendukungku ketimbang ngedukung ibu dan nenekmu"kata Tiara dengan Dingin
"ragukan saja aku...,tapi suatu saat akan aku buktikan semua kata kataku"bisik Diandra dengan tenang
"Diandra ..duduk dulu dan layani Raka dengan Baik"ucap nenek
"Layani kak Raka?nggak ah ngapain?emang dia nggak punya tangan?"kata Diandra dengan santai sambil berlalu menuju tempat duduknya
"lagian Tunangan Kak Raka itu Tiara,Bukan aku nek"lanjutnya santai tapi semua pun tau arti kata itu,Diandra mengakui kalau dia bukan tunangan Raka dan itu membuatku tersenyum
"Kamu...."ucap nenek kesal
"Lagian ya nek,kak Raka itu ngeselin, banyak maunya,banyak kebiasaan yang bikin aku mangkel,percaya deh nek,aku dan semua wanita lain nggak bakal ada yang sanggup ngertiin dia dan rutinitasnya,cuma Tiara aja yang bisa ngerem dia"ucap Diandra dengan lantangnya
"Apa aku seburuk itu adik kecil"kekehku lucu
"ya kakak ipar and i really mean it"kata Diandra santai
"Diandra Diem,dia itu pria impiannya "bentak nenek
"kata siapa?cowok impian Tiara sih mungkin ya,kalau cowok impianku sih lebih mirip ke dia sih nek,boleh aku pilih dia aja"kata Diandra sambil mengacungkan tangannya ke arah kak Armand...