Terjerat Pertunangan

Terjerat Pertunangan
79.bermain Api


Raka POV


suasana ruangan menjadi tenang,kafe sudah ditutup untuk umum,semua bodyguard wijaya sudah berhasil dijatuhkan dan semua sudah dibuang keluar,margo dan tristan pun sudsh kembali ke ruangan tanpa ada luka


"Margo Tristan kalian ada yang luka?"tanyaku


"tidak"jawab mereka berbarengan


"Nyonya wijaya sedikit saya perkenalkan, mereka berdua adalah anak asuhku,ah...hampir lupa,anak asuhku ada 4 yang 1 orang sedang bekerja diperusahaan wijaya mewakiliku dan Tiara Namanya Dion satu lagi masih di luar negeri sekarang,sementara yang dibelakangku adalah kakakku,Iam family man,tentunya aku tidak suka istri dan anak anakku terluka,jadi maaf atas semua yang terjadi pada pengawal wijaya"kataku dingin


"istri..raka buka mata baik baik,dia hanya prnggoda,calon istrimu adalah Diandra"kata nenek wijaya dengan nada ketus


"jangan memancingku nenek wijaya"jawabku ringan


"oh... nggak masalah nak raka,kami yang terlalu terburu buru,kami hanya tidak ingin anak kami mengganggu nak Raka,kami rindu dia jadi kami ingin dia pulang,sudah lama dia tinggal di luar negeri,mungkin karena dia masih terbawa budaya luar, sekalinya pulang malah menggangu nak raka tinggal di kediaman willey, mengaku ngaku tunangan nak raka di media, selaku ibu saya meminta maaf"kata ibu Raya


"Tiara di luar negeri? sepengawasan saya, selama ini dia ada di bali,dia tidak bisa keluar negeri,karena passpornya ada ditempat saya,lalu masalah tinggal di kediaman willey, ibu dapat berita dari mana?tiara tinggal di kediaman pribadi saya,bukan kediaman willey, dan saya yang memaksanya, masalah mengaku tunangan, bisakah ibu membicarakan hal ini dengan om wijaya,karena sejak 6 tahun yang lalu hanya dia tunanganku"kataku dingin dan hal itu membuat ibu raya terdiam


"masuk.."paksa kak Armand tiba tiba pada seseorang


"Pak Raka,ini security kita,namanya johnny,dia yang membocorkan keberadaan non tiara disini" kata armand tenang


"patahkan kakinya"kataku dengan santai


"jangan..."kata Tiara pelan


"Tuan ampuni saya,saya terpancing hadiah, ampuni saya..."teriak pria yang diseret kak armand


"jadi maksudmu gaji yang kuberi itu kurang"tanyaku dingin


"Sayang kali ini aku tidak akan mengabulkan permintaanmu, aku hanya mematahkan kakinya,lalu membawanya ke dokter,tidak akan memecatnya,tapi dia harus tau,yang dia ganggu adalah tunangan seorang Raka Aiden Wiley,ini akan menjadi contoh bagi yang lain,apa yang terjadi jika brani mengusikmu, tapi dia masih beruntung karena saat ini statusmu masih tunangan, jika gangguan ini terjadi saat statusmu sudah resmi menjadi seorang willey bukan hanya salah satu kakinya,nyawanya pun akan aku ambil,Tidak ada seorang pun yang bisa mengganggu atau menghianati seorang willey,jadi sekarang tidurlah,kak armand seret dia keluar...."kataku dingin sambil mengelus pelan rambut Tiara


"Kau keterlaluan,hanya demi dia"kata nenek,tubuh Tiara kembali bergerak tidak nyaman,kenapa dia setakut ini


"ibu sudahlah"kata ibu raya gugup


"dia bahkan tidak ada setengah dari Diandra" sesalnya lagi


"maafkan aku nyonya,tidak akan ada kata hanya bagi Tiara,dia adalah prioritasku, aku sudah mengawasinya hampir 4 tahun ini,jadi kusarankan untuk tidak mengganggu"kataku dingin


"Ibu Raya terimakasih atas undangannya,saya dan tunangan saya akan mengatur jadwal saya untuk bisa makan malam dikediaman Wijaya, tapi bukan malam ini,mungkin besok atau 2 hari lagi,nanti kak armand akan mengaturnya" kataku ringan


"baiklah kalau begitu,kami pulang dulu,ayo tiara kita pulang"jawab ibu Raya


"Sanjaya bawa nonamu"kata nenek tiba tiba dan aku merasa tiara memelukku lebih erat Sementara Tristan dan Margo mulai maju dan membuat pengamanan


"Tenang..."kataku pada Tristan dan Margo


"nenek....dari tadi saya berusaha menghormati tapi itu bukan brarti anda bisa mencoba saya,saran saya pertama Tiara orang dewasa yang telah berumur 20 tahun, bukan anak kecil yang bisa dipaksa, kedua perwalian Tiara sudah ada pada keluargaku sejak kami bertunangan, dan sejak umurku 19 perwalian Tiara ada padaku, ketiga Ibu ayu juga sudah mengijinkan Tiara tinggal dirumahku dan yang tidak kalah penting apa Om Wijaya tidak pernah mengatakan kalau 6 tahun lalu dia sudah menanda tangani berkas persetujuan pernikahan kami? bahkan dia pun menanda tangani berkas persetujuan jika dulu kami harus menikah saat tiara masih di bawah umur?jadi sejak 6 tahun lalu kalian sudah menyerahkan tiara padaku, jadi nenek jangan mencoba kemarahanku,Margo Tristan buka jalan Kita pulang" kataku dengan nada marah dan langsung bangun sambil menggendong tiara dan pergi


"hiks....hiks....hiks...."tangis tiara semakin jelas saat kami di dalam mobil aku sengaja memisahkan mobil dengan yang lain,di mobil ini hanya ada Kak armand dan kami


"Tiara...ada apa denganmu,kamu yang kuat kenapa jadi ketakutan seperti ini"kataku bingung


"jadi 6 tahun yang lalu mereka sudah menjualku ke kamu ya"kata tiara dalam tangisnya


"Astaga...sayank apa maksud ucapanmu,tidak ada yang menjualmu,pertunangan kita bukan barang "kataku mulai kebingungan


"coba kamu jelaskan,kenapa kamu setakut ini pada nenek dan ibu raya?"tanyaku


"nggak ada,aku hanya malas ketemu mereka " Kata tiara berusaha menyembunyikan sesuatu,baiklah biarkan dia tenang dulu


"sudahlah...tiara apa kamu tau siruasi ini akan terjadi lagi?"tanyaku dan tiara hanya terdiam


"kak Armand hubungi sekretaris om wijaya,katakan alu ingin bertemu besok pagi,dan tiara sepertinya rencana pernikahan kita yang 7 hari lagi,akan aku makukan secepat yang aku bisa,apa kamu keberatan?"tanyaku lagi


"tapi...pernikahannya sesuai yang kamu bilang dulu kan?lalu bagaimana dengan keluargaku,gimana caranya biar mereka nggak tau?lalu apa yang akan terjadi?"kata tiara mulai gugup


"sayank...jangan risaukan hal itu,semua akan menjadi urusanku dan kamu hanya perlu menyiapkan diri,dan jangan takut semua akan seperti janjiku karin,aku akan tunggu hingga kami siap"kataku lagi


"lalu ibu gimana?,bisa nggak saat nikah,aku nggak ketemu keluargaku"kata tiara


"ibu akan segera datang,sisanya biar aku yang urus"kataku


"kamu laper nggak,kita makan dulu ya,di depan ada warung mie ayam bakso yang biasa kamu suka"tawarku lagi untuk mencairkan suasana dan hanya dijawab anggukan kepala.