
"jadi loe malah setuju buat nikah ti?"tanya Neyra dengan sikap sok terkejutnya
"diem loe...bukannya bantuin mikir malah ngejek"kataku sebel sambil memakan kentang gorengku,hari ini kami memilih untuk ngerumpi di kafeku,sudah lama kami nggak kesini
"dah mending ngurus kafe dulu,besok kita dah mulai magang,loe di perusahaan laki loe,gue ke wijaya grup,jadi loe nggak boleh cari musuh disana,trus tiap sore gue yang bakal nyamperin loe kesana,kita pulang bareng titik"kata neyra nggak bisa dibantah
"iya cerewet...,Ney kira kira kak adrian bisa dateng nggak ya"tanyaku sendu
"gimana kalo ntar kita vcall dia aja?gue juga kangen"jawab Neyra
"tapi Ney kuota gue abis,gimana kalo vcallnya ntar pas dirumah,"kataku santai
"astaga loe pelit banget,disini kan ada Wifi pea,lagian uang saku yang di kasi lakik loe mana..."kata Neyra sevel sambil mencubit pipiku
"sakit...Munaroh... gue lupa ada wifi disini,Ney..
kita tetep harus hemat tau, soalnya nggak tau kedepan akan gimana, jadi gue harus tetep nyisihin uang di tabungan yang lain"kataku sambil meminum milk shake ku
"titi...loe masih ragu sama Raka?"tanya neyra lagi
"semua hal harus kita siapkan dan..."tiba tiba kata kataku terputus melihat Tristan dan Margo tiba tiba berlari ke arah kami dan diikuti banyak orang berbaju hitam yang langsung melingkari kami dan mereka bukan Bodyguard yang biasa kulihat
"nie apa apann...?"teriakku bingung sambil refleks memeluk Neyra
"saya cuma mau bicara sama anak nggak tau diri itu,kamu jangan macam macam ya"kata suara yang sangat aku kenali,...nenek sarah
"kalian siapa,jangan kurang ajar sama mertuaku ya" kata suara lain..dan itu suara mama raya,mama raya masuk ke kafe menyusul nenek dengan sejumlah bodyguardnya lagi
"shi** kita kalah jumlah"bisik tristan
"loe takut?,tenang gue udah telp Armand"bisik Margo meremehkan
"lepasin anak nggak tau diri itu,kalian nggak bisa ngelawan kamu"kata nenek sarah dengan dingin dan nada mengingatkanku saat dulu dia sering menamparku dan itu membuatku ngeri
"ibu maaf kami nggak ingin kasar tapi Tanpa ijin Pak Raka,tidak ada yang boleh mendekati Nona Tiara,jadi tinggalkan tempat ini dengan baik baik"kata Margo dingin dan tetap menjagaku dan Neyra dibelakangnya
"Dia bayar kalian berapa?kami bisa bayar kalian lebih dari itu,Tiara ini mama dan nenek nak, kami cuma mau bicara,kami ingin kamu pulang dengan kami,apa sebenarnya yang membuatmu bersikap seperti ini?" kata mama Raya dengan nada manisnya dan aku hanya bisa menatapnya nanar
"Raya...nggak usah ngomong baik sama anak nggak tau malu itu,nanti malah ngelunjak,nggak cukup kamu bikin malu gara gara tinggal sama pacar bulemu,pulang pulang malah ngerebut tunangan adikmu sendiri,tinggal di rumah tunangan adikmu,nggak tau malu"kata nenek dengan suara keras dan itu membuatku malu,kafe kami sedang rame...
"ibu sabar apapun itu dia tetap anakku"kata mama Raya lagi
"sanjaya...apa kalian nggak bisa menyeret anak nggak tau malu itu pulang?"teriak nenek pada asistennya
"titi tutup mata,serahkan semua pada kami"kata Tristan yang langsung dengan sigap menutup mataku dan memakaikanku earphones dengan lagu BTS yang cukup keras dan aku tetap memeluk Neyra dengan gemetaran
"Neyra aku nggak mau,mereka bisa menyiksaku lagi,Neyra aku takut, Raka tolong aku"tangisku
"Titi tenang kita jaga kamu"kata Neyra menenangkanku dengan menahan tangisnya
"Buka Jalan...jangan bikin kami bertindak kasar"kata tristan,tristan dan margo tetap melindungi kami
"Buka jalan,atau kalian akan rasakan"Teriak Margo lantang
"kalian jangan sok"kata sanjaya mulai mendekat
"kami memang kalah jumlah,tapi dia nonaku tugasku adalah melindunginya apapun itu,jadi kalian bersiaplah"kata trustan dingin
"bruk...bruk...brak..."tiba tiba sanjaya dan beberapa anak buahnya terkapar dilantai
"maaf ada apa ini...aku tidak suka ada preman di propertiku,apalagi sampai mengganggu kenyanan calon istriku"kata Raka tang tiba tiba datang bersama puluhan bodyguard nya
Raka POV
"para pelanggan maaf atas drama keluarga ini,kalian beruntung bisa melihat langsung syuting drama baruku dan pesanan kalian aku traktir"ucapku lagi sambil berjalan mendekati Tiara yang tertunduk lemas,matanya ditutupi oleh tangan Tristan sementara earphones menutupi telinganya
"sterilkan ruangan dari pengunjung"kataku ke kak Armand yang langsung dilakukannya
"lepaskan tanganmu,dan aku memang tidak salah memilih kalian untuk menjaganya, trimakasih dan Neyra kamu tunggu di mobil saja,anyar dsn jaga dia margo, Tristan "kataku pada Tristan,margo dan neyra
"Dengan segenap hatiku boss,"kata tristan langsung menganggukkan kepala dengan bangga dan menarik Neyra pergi
"sayank...aku datang"kataku langsung menggendong tiara yang masih diam dan membawanya ke kursi terdekat,memangkunya dan tiara langsung memelukku dan menyembunyikan wajahnya dileherku dan terisak
"sayang tenang...mereka hanya sedikit merindukanmu,Nyonya Raya, nenek Sarah silahkan duduk,dan selamat datang di kafeku"kataku dingin dan membuat mereka langsung duduk
"jadi apa yang bisa kubantu"kataku sambil tetap memangku tiara yang ketakutan
"begini nak..eh...bukan maksud kami seperti ini,eh..sama kayak kata katamu tadi,kami hanya ingin sedikit berbicara dengan tiara kami rindu dia"kata Raya wijaya sementara nenek hanya diam
"oh..."jawabku ringan
"Kak Armand...tolong pesankan kami minuman,aku sedikit haus"kataku lagi
"begitulah nak,kami hanya ingin sedikit ngobrol,anak ini malah histeris,begitulah sikapnya, maaf kami kurang mendidiknya,dan bisakah kamu diam dan turun dari situ"tambah nenek wijaya, Tiara bergerak tidak nyaman dan mengeratkan pelukannya padaku dan itu membuatku marah
"ibu sudahlah"kata Raya Wijaya
"ini minumannya"kata armand
"kak armand"kataku sambil memegang gelas itu
"siap Tuan"jawabnya
"selidiki semua pekerja di kafe ini,siapa yang sudah membocorkan posisi tunanganku,pecat jika dia bukan pekerjaku,tuntut dia sampai jatuh miskin, mulai besok lipat gandakan bodyguard tiara,selain aku, Margo,Tristan,Dion,Neyra,Rindu dan kak armand tidak ada yang boleh mendekatinya, bodyguard hari ini pecat mereka,sebarkan beritaku siapa yang berani mempermainkan tunanganku,dia akan berurusan denganku,dan akan kupastikan dia menderita,siapapun orangnya"kataku tenang lalu melemparkan gelas minumanku dan tepat mengenai dahi sanjaya yang baru saja terbangun setelah kupukul tadi,dan dahinya berdarah
"maaf tanganku tergelincir,jadi sampai dimana obrolan kita tadi mah,nenek?tanyaku tenang sambil mengelus rambut Neyra
......