
12.00
Aiden grup
Raka POV
"kak apa om tama ada menghubungimu?" tanyaku pada kak armand melalui intercom kami
"belum"jawab suara singkat di seberang ruanganku
"ok kalau gitu sebagai syok therapy pertama, turunkan foto Tiara yang berjualan di kantin kemarin buat berita yang mempertanyakan kebenaran keberadaan putri sulung winata grup,di luar negeri atau terpuruk di indonesia, tekankan pada kalimat Putri sulung Winata grup,lalu setengah jam lagi,keluarkan berita kalau tiara tinggal bersamaku,lalu pantau pergerakan sah qinata grup"kataku santai
"loe emang kejam ka,ini baru lewat setengah hari setelah pertemuan kemarin,om tama akan langsung tau kalo berita ini pasti dari pihak kita,apa nggak tunggu sebentar lagi?dia akan jadi mertuamu ,beri dia sedikit waktu"kata armand merayuku untuk menundanya
"tepatnya calon mertua kita,dan jawabku Tidak,om Tama harus tau aku tidak pernah main main dalam hal ini, awasi Tiara,sebentar lagi dia pasti ngamuk dan gue juga nggak ngerti di hari pertama nya magang dia malah memilih datang dengan samarannya dan sama sekali tidak masuk ke ruangan gue,bukankah dia magang sebagai asisten"kataku bertambah kesal
"kekekke...siap laksanakan tuan"jawab Armand di kejauhan
Tiara POV
hari ini hari pertamaku magang di aiden grup,posisiku langsung asisten asistennya Raka,wuiihh....posisi yang aneh asisten dari asisten,rapi tidak apa apa aku akan belajar banyak disini dan berusaha sebisanya meminimalkan pertemuanku dengan raka,peristiwa di kafe masih membuatku bingung...
"Cupu...malah bengong,buatin kopi buat pak raka,kan tadi gue udah ajarin loe caranya kan,heran gue cupu kayak loe kok bisa jadi asisten,kebanting tau"kata Ernie dengan nada lucunya
"mbak ini sudah ketiga kalinya lho pak Raka minta kopi,apa nggak sakit itu perut" desahku, Raka gila asistennya lebih gila lagi ini kopi yang ketiga aku hanya bertugas membuatnya masalah yang membawa ke ruangan tentu tugas mbak Ernie, Raka...kamu bermain dengan orang yang salah..
"ini mbak kopinya,dan semoga tuan raka nggak sakit perut ya"kataku sambil menyerahkan kopi itu
"sstt.... sebenernya ya dia itu hanya mencari cara bertemu denganku" kata Ernie dengan gaya genitnya sambil mengambil nampan yang kubawa
"ati...ati...ntar tunangannya dateng malah kicep" kataku lucu,mbak Ernie ini walau genit hatinya baik,kerjanya bagus,dia hanya tidak tahan sama cogan,dan aku nyesel dulu pernah ngedamprat dia
"cupu...loe jangan nakutin gue,ini cuma liat doang tau..."jawabnya lucu
....
"Astaga ada berita hot...se hot di lamb* ituhhh.." pekik Ernie sambil berlari kearahku dan memperlihatkan I*nya terlihat kolom gosip ternama dengan 2 fotoku saat membawa makanan di kantin 'si sulung yang mempesona dia di luar negeri atau baksos di kantin sebuah SMP' judul tajuk berita itu lalu foto kedua terlihat fotolu memasuki mansion Raka di malam hari dengan caption 'aku melihatnya masuk tapi tak melihatnya keluar',astaga....aku sangat yakin ini perbuatanmu dan tunggu kali ini kau akan tamat.
"kucel banget dia ya,orang kaya kok keeja di kantin sekolah susah kali hidupnya ya,tapi ihh...kok ada berita dia nginep di rumah bos,bos hot kayak gitu masa mereka semaleman natapin bintang,iiihhh....aku juga mau..."rajuk mbak Ernie
"mbak Ernie disini dulu ya,bos memanggilku" kataku berusaha tenang
"Raka"teriakanku kesal ketika memasuki ruangannya
"hhmm...."jawab Raka asik dengan dokumen di mejanya,tanpa menoleh sedikit pun
"Raka...maksud kamu apa nyebarin berita kayak gitu" kataku kesal sambil berjalan ke sebelah mejanya aku langsung berdiri di sampingnya
"bentar..."jawab Raka tenang dan itu membuatku kesal
"Raka dengerin aku ngomong"kataku sambil memutar kursinya menghadapku,raka hanya melihatku dengan tatapan tenang sambil melepaskan kaca bacanya,dia bersikap seolah tidak terjadi apapun
"kamu kenapa"tanyanya datar
"nggak usah pura pura deh...berita itu kamu yang buat kan?"kataku kesal
"hhmmm....."jawab raka
"Raka apa untungnya kamu buat berita kayak gitu,aku nggak suka?"kataku mulai marah
"tunggu... Tiara Senja winata,boleh aku tau apa sebagai apa masuk ke ruanganku?asistenku atau tunanganku"kata Raka tetap dengan nada tenangnya
"nggak usah mancing ya Raka,kalo sebagai asisten aku nggak mungkinlah nanya sampe gini ke kamu,dan nggak usah muter muter,aku kesini sebagai tunanganmu jadi..."kata kataku terputus karena tiba tiba Raka sudah menarikku dan duduk di pangkuannya dan menci*mku dengan keras,menggit bibirku pelan dan lid*hnya yang hangat dan bas*h mulai mecari cari lid*hku....hingga kami kehabisan napas...
"sayang...kamu sadar salahmu apa?,nggak selamanya aku bisa diem liat sikap diemmu ini"kata Raka sambil menciu*i leherku dan meninggalkan jejaknya sementara bibirku masih terasa tebal dan napasku terengah engah
"Berita itu memang aku yang turunkan.foto pertama, Kemarin aku menemui ayahmu, merayunya dengan halus untuk menikahkanmu ke aku,aku memberinya waktu 2 hari untuk menjawab,karena dia belum menjawabku,aku memberinya sedikit pelajaran agar tidak berani bermain denganku, Sementara foto ke dua khusus kuhadiahkan untukmu tunangan cantikku yang kejam, ini hari pertamamu magang disini, tak masalah kamu datang dengan penyamaranmu,tapi kamu nggak mendatangiku, 3 kopi aku minum agar kamu datang,apa kamu tau efek kelebihan kafe*n untukku,kamu tetap tidak menggubrisku,jadi kenapa?"tanya Raka sambil langsung melihat langsung ke mataku dan itu membuatku tertunduk
"kamu kejam"kataku terbata bata
"Sayang...kita pasangan yang sejenis,sama sama kejam,jadi kenapa nggak menemuiku?"tanya raka
"aku cuma nggak mau ada yang bilang kalo aku manfaatin posisiku,aku mau kerja yang bener,Raka..apa ayah nggak ngasi ijin,jadi pernikahannya kita undur, trus ilangin berita itu ya,aku di cap nggak bener"rayuku aku nggak mau dia membuat hal aneh lagi
"hhmm....apa hadiah buat aku kalo aku menurunkan berita itu?"tanya Raka sambil tetap menci*mi leherku dan itu membuat jantungku semakin berdebaran
"Raka,ini kan ulahmu...masa kamu minta hadiah,namaku jadi jelek lho itu"kataku lemah
"sayang tenang saja untuk foto kedua akan segera aku selesaikan, foto pertama kita goyangkan sedikit saham perusahaanmu,dan masalah pernikahan jangan terlalu gembira,aku pastikan maksimal 7 hari lagi ayahmu pasti akan menikahkan kita,jadi kenapa tidak kamu gunakan sedikit waktumu untuk mencari baju pengantin kita? "kata Raka santai dan itu membuat terdiam 7 hari lagi...