
Tiara Pov
"kepalaku sakit"ucapku sambil mengucek mataku
"selamat pagi,pemabuk kecil"kata Raka dengan suara serak baru bangunnya
"Astaga...kok kamu disini"kataku sambil melihat ke arahnya dan dia...tidak memakai bajunya ada apa ini...
"morning kiss"kata raka dengan nada menggodanya dan syukurnya setelah kuperiksa aku tetap memakai baju tidur SpongeBobku,loh yang gantiin baju siapa?
"kenapa kaget gitu,tenang aku belum apa apain kamu,"kata Raka dengan santainya dan itu malah membuatku semakin bingung
"apaan coba?,dan kenapa aku tidur di kamar kamu?"tanyaku lagi
"sayang kamu kemarin salah minum,masa selama tinggal di bali kamu nggak pernah minum minuman beralkohol?"tanya Raka nggak percaya
"aku nggak suka minum begituan dan seingetku kemarin aku cuma minum sprit*,agak asam asem gitu,oh...ternyata itu minuman gituan"aku baru mengerti
"kenapa ada minuman kayak gitu di kantormu?trus kenapa aku tidur disini"aku masih bingung dengan ini semua
"sayang minuman beralkohol yang ada di kantorku kadang untuk temen2 ku,dan kenapa kamu tidur disini itu karena kamu yang mau tidur disini,kamu nggak inget gimana kamu muntahnmuntah semalam?,kasian rindu sama Neyra lho yang gantiin bajumu dan bersihin semua"kata raka sambil kembali tidur
"trus kenapa kamu malah ikutan tidur disini,kenapa nggak tidur di kamar lain,ntar pegawemu bilang apa?"kataku kesal
"sayang...ini kamarku,kalo aku tidur diluar apa kata pegaweku,lagian ya sekarang mereka mau bilang apa aja terserah,cepat lambat juga kamu bakalan tidur disini"kata Raka mulai mengantuk lagi
"Raka jangan sembarangan ya,"kataku mulai kesal dan memukulnya dengan bantal,tapi eh...
"Raka lepasin..."kataku sambil berusaha melepaskan diri
"kenapa harilus lepasin?kamu inget nggak kemarin bilang apa aja?"kata Raka tiba tiba menatapku serius dan itu membuatku sedikit takut dan hanya menggeleng gelengkan kepala
"kamu boleh lakuin sebagian besar yang kamu bilang semalem,boleh memakiku,boleh cuekin aku,boleh galak ke aku,kamu bahkan boleh beli semua hal yang kamu mau,tapi kamu nggak boleh lari dari aku,nggak boleh liat cowok lain dan nggak boleh menunda pernikahan kita"kata raka lalu menci*mku dengan lembut,bib*rnya yang hangat mulai menci*miku dengan lembut,Lid*hnya yang hangat mulai menyelinap dan mencari cari....
"Raka...."kataku berusaha menghentikan semua sebelum aku mulai kehilangan arah
"Sayank...ayo kita menikah dulu"kata raka sambil memindahkan ci*man basah dan hangatnya leherku
"hhmm...."erangku tak sengaja
"Sayank...jangan menggodaku seperti itu"kata Raka di sela sela leherku, sambil menggigiti perlahan, badanku terasa panas
"Raka...udah"kataku terengah engah
"sayang bukankah kau sudah kebal sama aku,tidak akan tergoda padaku lagi"kata raka lembut meniup telingaku, tangannya sudah membuat pola pola di perutku dan...
"tok...tok...tok...Titi.....bangun...... jangan kayak keboooo"teriak Neyra sambil menggedor kamarku bagaikan air dingin yang menyirami kesadaranku
"great, perfect time, likes i told to her yesterday" kata raka pelan sambil menghentikan semua dan membuatku terasa hampa
"maksudmu apa"tanyaku terbata bata
"sayang.. apa kamu nggak merasakan sesuatu terjadi ke aku,dan percaya deh kalo Neyra nggak menggedor kamar seperti yang kumau,kamu pasti sudah menjadi sarapan terlezatku"kata raka sambil menggoyang goyangkan badannya