
"Jika tandanya berbeda, apa tempat yang akan kita datangi juga berbeda?" Terka Guang Luo.
Ming Yuan yang kebetulan berdiri di samping Guang Luo tentu saja mendengar nya.
"Bagaimana guru bisa menyimpulkan hal ini."
"Hanya terpikirkan begitu saja." Mendengar itu, Ming Yuan menyipit kan matanya, merasa tidak percaya dengan ucapan Guang Luo.
"Apakah benar-benar hanya terpikirkan begitu saja atau.." Sebelum Ming Yuan menyelesaikan ucapannya. Banyak orang-orang yang berlari masuk ke dalam pintu itu, termasuk Ling Jue dan ketiga murid nya.
Jun Shu Ren segera menarik Ming Yuan dan Guang Luo yang masih terbengong. "Kalian merepotkan."
Setelah semua nya masuk, pintu itu menghilang, bahkan bunga-bunga penyusun segel Array pun hilang. Lalu banyak hewan spiritual yang muncul, entah dari mana.
Di sisi lain, ketika Yun Yi membuka matanya. Dia sudah berada di tempat yang asing, dia tengah berdiri di pinggir tebing, dan di samping nya ada sungai. Ketika mata nya melihat ke bawah, sungai itu ternyata membentuk air terjun. Namun, ada yang mengejutkan Yun Yi.
Dia rela bawah air terjun, banyak lubang-lubang yang di penuhi kristal spiritual berbagai warna. Namun kebanyakan adalah warna hijau terang.
Keadaan di bawah sana sangat berbanding terbalik dengan keadaan di tempat nya berpijak. Yun Yi turun kebawah menggunakan Qinggong nya. Ia mendarat di sebuah batu dengan anggun, Hanfu hijau-ungu nya berkibar tertiup angin. Suasana ini entah kenapa begitu akrab, seperti dia pernah mengalami hal ini sebelumnya.
Yun Yi turun dari batu, dan mendekati cekungan tanah yang tak jauh dari batu itu.
Banyak kristal spiritual yang terlihat sangat murni, warnanya tidak keruh seperti kristal spiritual yang di jual di pasar. Kristal ini hijau transparan.
Yun Yi mengambil beberapa kristal itu dan memasukan nya ke dalam cincin ruang.
Setelah nya Yun Yi menelusuri tempat ini. Tidak ada satu hewan pun seperti di luar. Hanya ada tumbuhan liar, dan tumbuhan aneh yang tumbuh seperti tumbuhan di luar.
"Kira-kira di mana orang-orang yang ikut tadi? A'Guang pun kenapa tidak ada di sini."Gumam Yun Yi. Di sini tidak ada sipapun, entah kemana pergi nya semua orang. Atau mereka tidak masuk ke reruntuhan?
Sebelum tubuhnya benar-benar terseret masuk ke dalam. Yun Yi merasa ada tangan lain yang menarik nya, entah siapa.
"Apakah setiap orang yang masuk ke reruntuhan akan terlempar ke tempat berbeda?" Tebak Yun Yi.
Langkah Yun Yi terhenti tepat di samping sebuah tengkorak hewan yang cukup besar.
"Hewan apa ini?"
Yun Yi terdiam, hewan ini seperti tengkorak laba-laba dengan ukuran yang besar. Yun Yi mengetuk-ngetuk kaki tengkorak itu.
Tok tok tok
Tiba-tiba Yun Yi merasa pusing. Sekumpulan memori asing hinggap di kepalanya.
...°•°...
Ada seorang wanita yang mengetuk-ngetuk kaki tengkorak itu, seperti yang di lakukan Yun Yi tadi. Pakaian wanita itu serba putih, rambutnya berwarna blonde. Ada mahkota yang melingkar di kepalanya.
"Sepertinya kamu baru saja sampai Sui'er."
"Maaf kalau membuat ibunda menunggu lama."
"Tak perlu minta maaf." Wanita itu mengelus puncuk kepala nya.
"Mari pergi."
...°•°...
"Apakah kamu akan terus lari dari masalah. Itu tidak akan menyelesaikan apapun. Mungkin kamu malah akan semakin di benci orang itu."
...°•°...
...°•°...
"Apakah kamu benar-benar akan pergi menemuinya? Tapi bagaimana jika iu jebakan."
...°•°...
"Ibunda." Gumam Yun Yi. Air matanya meluruh, ingatan tentang dirinya dan seorang wanita yang ia panggil ibunda membuat rasa rindu di dada Yun Yi menguar.
Sekarang Yun Yi ingat satu hal, wanita itu dan ibunya di masa saat dirinya menjadi Xiao Lin sangat sama persis. Hanya berbeda dari cara berpakaian dan warna rambut nya saja.
"Apakah ini benar-benar ingatanku? Tapi kapan ibu memakai baju seperti itu? Seingatku ibu belum pernah mengenakan Hanfu serba putih. Lalu dari kapan rambut ibu menjadi blonde." Yun Yi terus bergumam.
"Tunggu." Yun Yi menatap tengkorak laba-laba yang ada di hadapannya.
"Kurasa di era modern tidak ada fosil yang di temukan dengan bentuk seperti ini. Dan jika ada, sejak kapan fosil berharga di simpan sembarangan di luar ruangan?"
"Lalu di mana tempat yang mirip dengan tempat ini di dunia modern?"
Yun Yi memijit pelipisnya, ia yakin itu adalah ingatan nya. Tapi...
"Sangat aneh." Ketika kaki Yun Yi tidak sengaja menginjak sesuatu, tiba-tiba ada sebuah batu yang menggeser dan membentuk sebuah jalan, tak jauh dari tempat nya berdiri.
"Apakah ini ruang harta?" Yun Yi segera masuk ke dalam gua itu, dan tepat ketika dirinya masuk, baru itu kembali tergeser, menutup lubang.
Yun Yi melangkah ke dalam, semakin dalam, maka semakin gelap. Jadi Yun Yi menggunakan telunjunya untuk di aliri api.
Saat masuk ke dalam, seharusnya semakin lembab karena ini Hua yang di tutup. Namun Yun Yi malaherasaka udara hangat dari Hua itu.
"Sebenarnya seberapa jauh aku harus berjalan?" Gumam Yun Yi.
Yun Yi berhenti saat ada dua jalan lain yang berlawanan. "Kiri atau kanan?"
"Xiao Sui, kanan, ke menaikkan." Sebuah suara menggema di gua ini. Alis Yun Yi terangkat, ia menatap sekitar, namun tidak menemukan siapa pun.
"Suara siapa itu? Dan siapa yang di panggil oleh nya?"
"Sui, aku bilan mg kanan." Suara itu kembali terdengar saat dirinya melangkah ke arah kiri.
"Siapa kau sebenarnya? Kenapa tidak menunjukan diri? Dan siapa yang kau panggil Sui?"
"Ingatan yang telah hilang, akan kembali saat orang itu pergi ke tempat berharganya. Maka dari itu, Sui, pergilah ke arah kanan."
"Ingatan yang hilang? Apa maksudnya?" Tidak ada yang menyahut. Karena penasaran dengan maksud perkataan suara tadi, Yun Yi berbelok ke kanan.
Yun Yi terus berjalan, semakin jauh rasa hangat itu semakin terasa. Danketika berbelok, ia melihat sebuah cahaya di ujung gua itu.
Yun Yi menghalanhi matanya dengan tangan ketika cahaya terang itu menerpa wajahnya. Dan ketika mata Yun Yi sudah menyesuaikan diri. Ia menatap takjub pemandangan di depan nya.
Hutan yang sangat indah dan nyaman, ada air terjun kecil di kejauhan. Banyak hewan indah yang tengah beraktifitas. Yun Yi melangkah keluar dari gua.
Tanpa Yun Yi sadari, seekor ular putih dengan mata ungu terus mengikutinya sedari tadi. Ia melata di atap langit-langit gua, memperhatikan Yun Yi.
"Ku harap setelah anda pergi ke tempat ini, ingatan Anda segera pulih. Maaf telah memanggil nama anda sembarangan. Tapi aku melakukan ini supaya anda segera mengingat semuanya."
"Kami selalu menunggumu, Dewi. Kami sangat membutuhkan mu, kami sangat merindukan mu."
...🔸️To Be Continued🔸️...