Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Aura Suci


Ketika membuka matanya, Wen Yun, Shuan Si dan Wei Zi kini sampai di depan sebuah gerbang.


"Ayo masuk." Ajak Shuan Si.


Ketika Shuan Si sudah menghilang, memasuki gerbang. Wen Yun kini masih menatap gebang itu dengan wajah terkejut.


"Bu-bukankah ini gerbang kuno yang di catat di buku yang di wariskan guru?" Gumam Wen Yun.


"Itu berarti.. di dalam sana adalah hutan Plum dan persik, tempat.. Dewi Alam tinggal." Wen Yun memegang dadanya yang berdetak kencang. Ada apa dengan hari ini, bagaimana ia bisa ada di depan gerbang ini. Bahkan di undang langsung oleh salah satu bawahan Dewi yang ia kagumi itu.


"Tunggu, itu berarti.. iblis yang di papah oleh Shuan Si tadi adalah.. Wei Zi?" Mata Wen Yun semakin melebar, detak jantungnya semakin kencang, kakinya serasa telah berubah menjadi jelly, ia sangat gugup sekarang.


Wush


Sosok Shuan Si muncul lagi dari dalam gerbang, ia menghampiri Wen Yun yang masih berdiri di depan gerbang dengan wajah syok nya.


"Apa yang sedang kamu pikirkan? Mengapa tidak segera masuk ke dalam?" Tanya Shuan Si, ketika dirinya sudah berada di depan Wen Yun.


Suara Shuan Si berhasil membuat Wen Yun yang tengah melamun, terkejut. "E, itu..."


Otak Wen Yun terasa kosong, ia tidak tahu harus berkata apa. Ia masih tetap merasa tidak percaya. Setahunya, gerbang biru ini harusnya sudah menghilang, karena pertarungan antara Dewi Alam dan Dewi Bencana beberapa ratus tahun lalu.


Tapi di depannya, ini benar-benar sama persis dengan yang di gambar di buku catatan itu. Semua ukirannya sama, bahkan detail ukirannya pun sama.


Ketika Wen Yun, kembali terdiam. Shuan Si yang sudah tidak sabar, segera menarik Wen Yun, memasuki gerbang.


Sebelum Wen Yun beraksi, kini dirinya sudah di suguhkan dengan hutan yang di penuhi banyak pohon buah persik dan Plum.


Dan ini juga sama dengan yang tertulis di buku catatan itu. Tangan Wb Yun, masih terus di tarik. Dan Wen Yun hanya bisa pasrah, mengikuti Shuan Si dari belakang.


Walau berjalan dengan langkah cepat, Wen Yun masih bisa menikmati pemandangan indah dari hutan ini. Semua tanaman tumbuh subur, banyak bunga-bunga langka yang tumbuh di sekitar. Bahkan ada beberapa herbal yang sulit di temui di dunia luar, kini tumbuh subur di hutan ini, bahkan dengan jumlah yang cukup banyak.


Banyak hewan-hewan roh yang berkeliaran di sini, tapi memang tidak sebanyak hewan biasa dan hewan spiritual yang Wen Yun temui, di sepanjang  jalan.


Duk


Karena Wen Yun berjalan tidak melihat kedepan, otomatis ketika Shuan Si berhenti, dirinya malah menabrak punggung tabib di depannya ini.


Wen Yun mengusap hidungnya yang terasa sakit, dan ketika ia menatap ke depan, Wen Yun di buat takjub dengan rumah sederhana dengan desain yang indah. Lalu ada sebuah pohon bunga Wisteria yang tumbuh tinggi di pekarangan.


"Ayo segera masuk." Shuan Si mengabaikan Wen Yun yang masih mengamati sekitar. Ia malah kembali menarik Wn Yun sekali lagi.


Dan untungnya Wn Yun sudah mulai terbiasa.


Kriet


Namun, rumah ini malah terlihat seperti rumah pejabat kecil yang sederhana namun nyaman.


Ketika Shuan Si melihat pintu kamar junjungannya terbuka lebar, ia merasa panik. Shuan Si melepaskan cekalannha pada tangan Wen Yun, lalu berlari masuk ke dalam kamar Yun Yi.


"Dewi!"


Ketika memasuki kamar, Shuan Si langsung di suguhkan dengan pemandangan yang membuat matanya terasa gatal.


Di kursi panjang, Zi Yui tengah memeluk An She yang tengah tertidur, tangan Zi Yui terus mengusap rambut An She dengan sebuah senyum yang terasa mengganggu di mata Shuan Si. Lalu ketika ia melihat ke arah sebaliknya, ia menemukan ular putih yang tengah meringkuk sambil memejamkan matanya di sebuah keranjang bambu yang di lapisi kain.


Shuan Si segera menghampiri Zi Yui. "Ada apa ini?" Tanya-nya ketika sudah berdiri di samping siluman kelinci itu.


"Aku tidak tahu, tapi satu yang pasti. Semua pengikut atau bawahan Dewi, selain manusia, kini tertidur entah karena apa. Sampai saat ini, aku juga belum menerima laporan apapun dari orang istana." Jelas Zi Yui, masih di posisi awalnya, memeluk An She.


"Tertidur?" Alis Shuan Si terangkat, hal aneh macam apa ini. Kejadian ini belum pernah terjadi sebelumnya. Bahkan seingatnya, di dunia langit juga belum pernah ada kejadian seperti ini.


"Jangan bertanya padaku, aku juga tidak tahu. Maka dari itu, aku meminta Jendral Li untuk menyelidiki semua ini. Tapi, sampai saat ini, aku belum mendapat laporan apapun." Tutur Zi Yui.


Shuan Si terdiam, jika memang benar semua pengikut atau bawahan Dewi-nya tertidur, maka kini ia tahu kenapa Wei Zi bisa tiba-tiba tertidur begitu saja.


"Oh ya, siapa dia?" Ketika mendengar pertanyaan dari Zi Yui. Shuan Si tersadar dari lamunannya, matanya mengikuti arah tunjuk Zi Yui, dan ketika melihat Wen Yun yang berdiri di depan pintu kamar dengan wajah kaku. Shuan Si spontan menepuk keningnya.


"Bagaimana aku bisa lupa." Gerutu Shuan Si.


Shuan Si melambaikan tangannya, sambil berucap. "Wen Yun, mari masuk. Dewi-ku harus segera di periksa."


Wen Yun mengangguk kaku, lalu mulai melangkah masuk. Namun, baru saja kedua kakinya memasuki kamar Yun Yi, suara Zi Yui berhasil membuat langkahnya terhenti.


"Tidak usah di periksa."


Dan perkataan dari Zi Yui berhasil membhat Shuan Si kesal. "Apa maksudmu?!"


Zi Yui menghela nafasnya, ia mengangkat sebelah tangannya lantas berkata. "Jangan marah dulu, dengarkan dulu penjelasan ku." Tahan Zi Yui ketika Shuan Si terlihat akan berucap sesuatu.


"Sebelum kamu datang, Dewi tiba-tiba terbangun. Dia terlihat tersenyum, entah karena apa. Dan yang membuatku terkejut adalah, aura suci dari Dewi keluar, seolah tengah menghadap pada pengikutnya. Tapi itu hanya terjadi beberapa saat, karena setelahnya Dewi malah menidurkan tubuhnya lagi, dan menutup matanya." Jelas Zi Yui.


"Apa kamu tidak salah lihat? Apakah kamu tidak salah mengira kalau aura suci Dewi keluar?" Tanya Shuan Si, tangannya bergetar. Jika memang benar Dewi-nya tersadar berapa saat lalu mengeluarkan aura Dewi-nya. Itu berarti, ada beberapa ingatan tentang pengikut Dewi-nya yang sudah kembali.


"Aku yakin, aku tidak salah melihat. Aku sangat familiar dengan aura Dewi Alam. Aku adalah salah satu siluman yang sudah sangat sering melihat aura suci milik junjunganmu."


...🔸️To Be Continued🔸️...