
"Tapi seingat ku, warna bunga nya..." Sebelum Yun Yi menyelesaikan ucapannya. Sebuah ingatan muncul di kepala Yun Yi.
Sebuah ingatan kembali muncul di kepalanya.
"Dewi lari! Cepat lari!" Sekumpulan wanita itu mendorong tubuh nya dengan kuat.
"Dewi anda tidak perlu memepedukikan kami. Anda harus menyelamatkan diri anda sendiri." Aku menggeleng, ada sesak di dada saat mereka terus mendorong ku. Ada perasaan tidak enak yang mengganjal di hatinya, seolah mereka akan terpisah selamanya.
"Tidak, aku tidak ingin meninggalkan kalian." Lagi-lagi aku menggeleng, aku tidak ingin meninggalkan mereka. Mereka adalah keluarganya.
"Dewi, pasukan rahasia akan tiba sebentar lagi. Jika anda tidak segera pergi, anda mungkin akan terluka." Wanita ber-Hanfu biru terus mendorong nya agar segera pergi.
"Tidak, aku tidak ingin pergi." Entah sudah berapa kali, aku terus menggeleng. Air mata ku pun mulai menetes.
"An She, Karen kau yang terkuat di antara para peri. Jadi kamu harus pergi bersama Dewi." Ujar wanita ber-Hanfu kuning.
An She mengangguk, lalu memgang tangan ku, aku terkejut dan mencoba memberontak, tapi tidak bisa melepaskan cekalan tangan nya. "Tidak An She, jangan! Aku tidak akan pergi tanpa mereka." Aku terus menggeleng, aku menatap sekumpulan peri-peri itu dengan air mata terus mengalir.
"Tidak! Aku tidak ingin pergi tanpa kalian." Aku terus berteriak saat An She menariknya, meninggalkan ladang bunga iris.
Dari kejauhan, ada sekelompok laki-laki dengan pakaian prajurit elit. Mereka mengahapiri para peri.
Wanita yang di panggil An She menarik nya ke sisi lain, untuk bersembunyi, karena mereka belum berjalan cukup jauh.
"Di mana penghianat itu?" Tanya salah satu prajurit dengan wajah marah.
"Dewi kami bukanlah penghianat, dia hanya membela seseorang yang menurutnya benar." Sanggah wanita ber-Hanfu merah.
"Membela keturunan Naga biru di anggap sebagai pemberontak. Kalian beri tahu kami di mana penghianat itu!!" Perintah prajurit yang berbadan besar.
"Kami tidak akan memberi tahu mu."
"Dasar peri rendahan." Salah satu prajurit yang memegang tombak menyerang para peri.
Dan para peri segera menghindar. Dan pada akhirnya semua prajurit ikut melawan para peri.
Selain kalah jumlah, peri-peri itu juga kalah dalam kekuatan. Prajuri ini adalah prajurit rahasia yang di latih dewa agung secara langsung.
Jadi, kemampuan per-orang nya setara dengan pangkat jendral istana. Sedangkan para peri, mereka tidak di ciptakan untuk bertarung, melainkan menjaga dan merawat junjungan mereka.
Jadi, walau baru beberapa saat, sudah banyak yang sudah terluka cukup parah.
Aku ingin berteiak sekencang-kencangnya, tapi wanita di samping ku, An She, membungkam mulutku.
Mata ku melotot saat para prajurit itu memb***h peri-peri itu tanpa berkedip.
Tubuhku luruh, aku menatap kosong pada para peri yang sudah seperti keluarga ku.
"Mereka..." Suara ku tercekat, aku ingin berteriak sekuat mungkin, tapi dadaku terlalu sesak. Sampai-sampai aku tidak bisa berkata apapun.
Yun Yi menatap kosong, air matanya mengalir, akhirnya ia ingat sesuatu yang sangat penting. "Hiks."
Raja Xin mengahmpiri Yun Yi, lalu tanpa berkata apapun ia memeluk Yun Yi.
"A'Jian. Me-mereka.. mereka... Hiks." Yun Yi memukul-mukul dadanya yang terasa sesak.
"Bahkan, bahkan hatiku sudah sakit, A'Jian. Aku... Aku kejilangan keluarga ku.. mereka.. mereka berkorban demi aku." Yun Yi memluk Raja Xin dengan erat.
Air matanya terus mengalir. Bayang-bayang kejadian itu masih menetap di kepalanya. Mata yang tadinya penuh kesedihan, kini berubah menjadi kebencian.
"A'Jian." Yun Yi mendongak. Dan itu membuat Raja Xin terkejut, karena melihat warna mata Yun Yi yang berubah menjadi hitam pekat. Hanya satu kata yang hinggap di kepalanya, 'Sisi gelap sang Dewi Alam'.
"Apa kamu tahu pasukan rahasia istana langit berada di mana?" Tanya Yun Yi.
"Kalau aku tahu, kamu mau apa?" Tanya Raj Xin hati-hati.
"Tentu saja membalas dendam." Mata Yun Yi semakin hitam pekat, dari balik terlibat Yun Yi, ada sulur hitam yang tumbuh ke sisi wajah Yun Yi, dan menumbuhkan bunga hitam kecil.
Raja Xin panik, jika ia terus membiarkan Yun Yi terus dalam kemarahan nya. Mungkin sisi gelapnya akan semakin menguasai Yun Yi.
"Xiao'er, tenang. Jangan biarkan dia menguasai mu." Raja Xin memeluk Yun Yi dengan erat, satu tangan nya menepuk punggung Yun Yi, lalu tangan yang satu nya mengusap Surai Yun Yi.
"Aku tidak bisa tenang." Yun Yi memberontak, mencoba melepas pelukan Raja Xin. "Mereka sudah berani melenyapkan keluarga ku, maka aku juga akan melenyapkan mereka!" Ucap Yun Yi dengan dingin.
"Mereka tidak layak hidup, mere..." Mata Yun Yi membulat ketika merasakan sesuatu yang hangat di bibir nya.
Matanya perlahan kembali seperti semula, lalu mata nya mengerjap, dan semburat merah menyebar di wajah Yun Yi.
Raja Xin menjauhka wajahnya dari Yun Yi. "Jangan marah, dan jangan biarkan dia menguasai mu. Ingat itu Xiao'er!" Ujar Raja Xin penuh penekanan.
Dia memeluk Yun Yi, kepala Yun Yi ia jadikan sebagai tumpuan dagunya.
Yun Yi mendengar jantung Raja Xin yang berdegup kencang seperti jantung nya, ia tersenyum, teranyata bukan dirinya saja yang merasa gugup, dan malu karena kejadian tadi.
Yun Yi membalas pelukan Raja Xin, angin yang berhembus dan badan Raja Xin yang sangat membuat Yun Yi mengantuk. 'Kenapa di setiap aku memeluk A'Guang aku selalu mengantuk?'
'Eh? Jadinya sekarang aku harus memanggil nya A'Jian atau A'Guang ya...' Maya Yun Yi mulai memejam, ia pergi ke alam mimpi di tengah-tengah pelukan Raja Xin.
Raja Xin merasa tubuh Yun Yi bertambah berat, ia menunduk, menatap gadisnya yang kini mulai tertidur.
"Sepertinya kamu sangat kelelahan setelah menerima beberapa ingatan." Raja Xin menggendong Yun Yi ala Bridal style.
Ia menatap ke sekeliling, dan tidak menemukan siapapun. Jadi..
Wush
Raja Xin membawa Yun Yi ke dalam dunia ruang nya, bukan nya berjalan ke puncak gunung.
Raja Xin malah berjalan ke arah pantai. Ia mengusir pantai dengan Yun Yi yang masih ada dalam gendongan nya. Raja Xin menghentikan langkahnya.
Birunya laut menjadi background yang indah saat Raja Xin menunduk, mengecup puncak kepala Yun Yi.
"Aku senang, karena kamu menerimaku di samping mu. Aku kira, karena aku keturunan Naga biru, kamu akan menjauhi ku seperti yang lain nya."
"Aku akan semakin berusaha, untuk menemukan gulungan Yin Yang itu. Aku janji." Setelah mengucapkan itu, Raja Xin kembali berjalan.
...🔸️To Be Continued🔸️...