
Kini prajurit yang bertugas di gerbang istana Kekaisaran Wu di kagetkan dengan kedatangan keluarga Huang dan Kerajaan Xin yang datang di saat bersamaan. Lalu Raja Xin yang kini menggandeng Yun Yi, dengan senyum yang terus terpancar.
"Apakah dia benar-benar Raja Xin? Mengapa sedari tadi terus tersenyum?"
"Sejak kapan Raja Xin selalu tersenyum?"
"Mengapa Raja Xin bisa dekat dengan gadis itu?"
"Apakah dia Er'Xiăo Jiě Huang?"
"Aku dengar mereka di jodohkan."
"Tapi kenapa terlihat seperti pasangan yang salin cinta?"
"Iya ya."
Banyak sekali orang-orang ang terus berbisik dengan Sura cukup besar, ada yang menatap Yun Yi tidak suka, ada yang heran ada juga yang merasa Yun Yi dan Raja Xin sangat cocok.
Raja Xin merasa tidak suka ketika banyak laki-laki yang terus memperhatikan Yun Yi.
Saat memasuki istana, bisikan itu makin banyak dan makin keras. Walau Yun Yi dan Raja Xin tidak berjalan di barisan terdepan, tapi karena aura yang di pancarkan Raja Xin sangat mencolok, terlalu mengagumkan.
"A'Guang, mereka mengganggu." Keluh Yun Yi.
Melihat Yun Yi yang tidak nyaman, dan juga mendenga keluhan Yun Yi. Raja Xin menatap tajam pada orang-orang yang terus bergosip dan menatap Yun Yi.
Matanya seolah berteriak "Diam!" Suasana yang tadinya sangat bisin kini mendadak menjadi hening ketik Raja Xin memancarkan aura yang sangat menakutkan.
"Percepat jalannya, biarkan saja para anjing itu menggonggong dengan keras." Ucap Raja Xin. Mereka pun melanjutkan langkahnya.
Namun, tanpa mereka sadari, ada seseorang yang terus memperhatikan mereka dari suatu tempat.
"Kita bertemu lagi, Yun Yi." Pria itu tersenyum, matanya tidak lepas dari Yun Yi.
Raja Xin kembali berbalik, ia merasa ada yang tenah menatap mereka.
"A'Guang, ada apa?" Yun Yi menatap Raja Xin yang bertingkah aneh.
"Tidak. Mungkin aku salah kira."
Setelah di dalam, bukannya duduk di tempat nya, Raja Xin malah duduk di samping Yun Yi.
"Kenapa kamu duduk di sini? Tempat mu kan ada di sana." Tunjuk Yun Yi pada meja yang dekat dengan meja Kaisar Wu.
"Aku ingin di sini, bersama mu." Raja Xin tetap duduk tegak di samping Yun Yi, tanpa berniat beranjak dari sana.
Mendengar kata 'bersama mu', Yun Yi merasa itu terlalu lucu. Pipi nya menggembung, menahan tawa. "Pftt."
Raja Xin menat Yun Yi bingung, "Kamu kenapa?" Tanyanya.
"Tidak, tidak." Yun Yi melambaikan tangannya, ia masih merasa lucu dengan kalimat yang di ucapkan Raja Xin.
"Kaisar Wu, permaisuri dan putra mahkota memasuki ruangan."
Teriakkan itu berhasil mengalihkan atensi semua orang, mereka langsung berdiri.
Raja Xin mendengus, ia baru beberapa saat berbincang dengan Yun, kenapa Kaisar Wu harus datang sekarang, padahal ia masih ingin mengobrol dengan Yun Yi.
"Salam kepada Kaisar, Permaisuri dan Putra mahkota." Ucap orang-orang, kecuali Raja Xin, secara bersamaan.
Kaisar Wu tersenyum, lantas berucap. "Semuanya boleh duduk kembali."
Baru saja duduk, mata Kaisar Wu menangkap sesuatu yang aneh. Raja Xin kini duduk bersama seorang gadis, dan meninggalkan tempat duduk yang seharusnya ia tempati.
Raja Xin yang Kaisar Wu tahu, dia tidak banyak berekspresi, auranyapun selalu saja membuat orang ketakutan. Tapi hari ini, ketika Raja Xin duduk di samping seorang gadis, auranya berubah menjadi menyenangkan, dia bahkan tertawa.
Permaisuri Wu menatap aneh suaminya. "Bixia, ada apa dengan anda?"
"Permaisuri ku, lihatlah ke sana." Tutur Kaisar Wu.
Permaisuri mengikuti arah tunjuk suaminya, mata nya melebar kala melihat Raja Xin tengah terawa bersama seorang gadis.
"Apakah gadis itu Er'Xiăo Jiě Huang dari Kekaisaran Xi?" Tanya Permaisuri entah kepada siapa.
"Sepertinya begitu."
Jika Kaisar dan Permaisuri Wu tengah meperhatikan Raja Xin, maka putra mahkota kini tengah menatap Yun Yi dengan kagum. Suara tawa itu mengalun indah di telinganya.
"Aku ingin mengenalnya."
Kaisar Wu tersadar, ia lupa kalau acara ini belum ia mulai. "Baiklah, mari kita mulai acara hari ini. Pertama-tama, aku igin mengumumkan tiga orang yang memenangkan lomba perburuan di hari kemarin. Kasim silahkan."
Sang Kasim mengangguk, ia maju beberapa langkah, lalu membuka sebuah kertas yang ia pegang. Ruangan mendadak menjadi hening, hampir tidak ada suara yang terdengar di Aula besar ini.
"Baiklah. Untuk juara pertama perburuan di menangkan oleh Shào Yé Chao Zu, dari suku rubah es dunia siluman, selamat."
Chao Zu pun maju, Kaisar Wu tersenyum lalu menyerahkan hadiahnya. "Hadiah untuk juara pertama a bersifat rahasia. Jadi saya harap Shào Yé tidak memberi tahukan orang lain tentang isisnya ya."
Yun Yi merasa aneh dengan senyum Kaisar Wu, ia merasa ada sesuatu yang janggal.
"Selanjutnya, pemenang ke dua adalah Shào Yé Jun Gui dari perguruan Yinzhu."
Hadiah untuk juara ke dua ternyata itu sebuah hewan kontrak tingak kuning, semua orang menatap iri pada Jun Gui yang mendapatkan hean kontrak bintang kuning.
"Kalau juara dua saja sudah dapat Hewan Kontrak bintang kuning, lalu kira-kira apa isi hadiah dari juara pertama." Bisik seorang gadis pada Adi di sampingnya.
"Entahlah, yang pasti itu sangat berharga."
Setelah Jun Gui duduk, Kasim segera berucap. "Dan yang terakhir, yaitu pemenang ke tiga adalah Putri Wang Shu Ren, dari Kekaisaran Wang."
Wang Shu Ren berjalan dengan wajah dingin, jika Chao Zu dan Jun Gui, sedikit menampilkan wajah bangga dan senang. Beda halnya dengan Putri Shu Ren wajahnya tetap datar, tanpa ekspresi.
Putri Shu Ren mendapatkan sebuah pedang yang sangat indah, dan pedang itu adalah pedang tingkat atas.
Setelah pembagian hadiah pemenang acara berburu kemarin, kini Kaisar Wu memerintahkan prajurit untuk membawa hasil buruan ke tiganya.
Dan ketika tiga kandang yang berbeda-beda ukuran, beberapa orang menatap tidak percaya pad hewan yang ada di dalamnya.
"Lihat itu sepertinya Penyu rawa hitam."
"Bukanhak penyu rawa hitam sangat susah di temukan? Lalu bagaimana bisa di tangkap?"
"Itu anak rusa tanduk emas. Dia sangat lucu dan tanduknya sangat indah."
"Aku yakin itu adalah hasil buruan Chao Zu dari suku rubah es."
"Dan aku yakin Leopar dengan tanduk unggu di keningnya itu adalah hasil buruan putri Wang."
Kaisar Wu bangkit dari duduknya, ia menerbitkan senyumnya ketika mendengar ucapan orang-orang.
"Ya, sepertinya kalian sudah bisa menebaknya. Tadinya saya akan memberi tahu kalian tentang oleh siapa mereka di tangkap. Ya, api kalian sudah lebih dulu tahu, jadi saya tidak perlu memperjelas lagi." Ucap Kaisar Wu.
"Baiklah, acara selanjutnya adalah unjuk bakat para nona muda. Siapa saja yang ingin menunjukan bakatnya silahkan maju ke depan."
...🔸️To Be Continued🔸️...