Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Mungkin juga aku akan merindukannya


"D-dewi?" Peramal Yin mengerutkan alisnya, merasa aneh dengan senyum yang di tampilkan Yun Yi.


"Peramal Yin, coba kamu perhatikan Naga yang ada di dalam keranjang bambu itu." Ujar Yun Yi.


"Huh?" Walau tidak mengerti, peramal Yin hanya bisa mengikuti kata-kata Yun Yi saja. Dirinya menatap lekat Naga biru dengan ukuran sebesar dua jarinya yang tengah meringkuk.


Cling


Ketika cahaya matahari masuk ke dalam, dan menyinari Nag biru yang ada di dalam keranjang, mata peramal Yin seketika membola.


"Ini, ini..." Peramal Yin tidak bisa berkata-kata, Naga kecil yang di bawa Dewi-nya adalah anak Naga yang ia maksud.


"Bagaimana beliau bisa menjadi seperti ini?" Peramal Yin tidak mengerti, mengapa keturunan Naga biru bisa terbaring seperti ini.


Apalagi, dia juga memiliki darah dari Dewa kehancuran. Kekuatannya bahkan bisa melebihi Dewa Kehancuran sendiri.


"Pertanyaan lainnya itu bersangkutan dengan A'Jian." Yun Yi mengelus kepala Naga kecil yang masih tertidur di dalam keranjang yang ia bawa.


Lalu Yun Yi mendongak, menatap aneh pada peramal Yin yang membuka mulutnya cukup lebar. "Ada apa?"


"D-dewi, barusan anda memanggilnya apa?"


Melihat keterkejutan di mata Peramal Yin, Yun Yi semakin melebarkan senyuman-nya. "Apakah aku tidak boleh memanggilnya dengan intim?"


Dengan panik peramal Yin melambaikan tangannya. "Tidak, tidak,b ukan seperti itu. Saya hanya merasa terkejut ketika anda sudah memanggilnya dengan intim seperti itu." Ujarnya.


Yun Yi hanya mengangguk, lalu menatap peramal Yin dengan wajah serius. "Jadi, apakah kau tahu, bagaimana caranya untuk membangunkan A'Jian dari tidurnya?"


"Saya tidak bisa menjawab, kalau anda tidak menjelaskan apa penyebab Raja Xin bisa seperti ini." Tutur Peramal Yin.


Kepala Yun Yi tertunduk, ia kembali mengelus kepala Naga kecil. "Mungkin karena A'Jian memberikan semua Qi spiritual nya padaku, bahkan dia juga memberiku setengah dari energi Naga-nya."


"Apa?!" Apakah peramal Yin tidaksalah mendengar, bagaimana bisa Raja Xin memberikan setengah energi Naga-nya pada orang lain. Walau Dewi-nya dan Raja Xin sudah menjadi tunangan, tapi energi Naga adalah salah satu esensi berharga di seluruh semesta.


"Dewi, setahu saya. Memulihkan energi Naga membutuhkan waktu yang sangat lama. Apalagi beliau memberikan setengah energi Naga-nya pada anda dengan waktu singkat. Perkiraan saya, beliau mungkin akan mengalami tidur yang cukup panjang." Jelas Peramal Yin.


"Tapi, kalau A'Jian tidak segera sadar, para bawahanku mungkin akan terus terbaring. Dan aku takut akan terjadi kekacauan di Kerajaan miliknya." Mungkin juga aku akan merindukannya. Yun Yi melanjutkannya dalam hati.


Peramal Yin terdiam, dia hanyalah seorang peramal, walau sudah hidup dari era kuno dengan berbagai pengetahuan. Orang yang paham dengan seorang Naga biru adalah anggota Klan mereka sendiri.


"Dewi, maaf saya tidak bisa membantu anda dalam hal ini, tapi saya tahu siapa yang bisa membantu anda." Ujar Peramal Yin.


"Siapa itu?" Mata Yun Yi berbinar. Menanti, sebuah harapan untuk memulihkan Raja Xin, yang akan peramal Yin katakan.


"Anggota Klan Naga biru. Tidak ada yang lebih mengerti di banding dengan Naga biru itu sendiri. Anda hanya perlu bertemu dengan salah satu Naga biru lainny, atau kalau anda ingin mengetahuinya secara pasti dan lengkap, anda perlu menemui pemimpin Klan Naga biru saat ini." Tutur Peramal Yin, yang berhasil meredupkan binaran di mata Yun Yi.


"Klan Naga biru?" Gumam Yun Yi.


"Anda tidak akan tahu hasilnya, jika anda belum mencobanya."


Yun Yi mengepalkan tangannya, mengapa sekarang malah menjadi lebih kacau. Dirinya tidak tahu bagaimana caranya, agar bisa memasuki Klan Naga biru.


Walau perseteruan antara para Dewa-dewi dan Klan Naga sudah berakhir. Tapi para Dewa-dewi dan Klan Naga masih memiliki hubungan yang cukup buruk.


Yun Yi menarik nafasnya, dirinya teringat akan wajah para bawahannya yang tengah tertidur. "Peramal Yin, apakah ada cara lai untuk menyadarkan mereka?"


Awalnya Permala Yin tidak mengertid Engan yang di maksud dengan mereka, namun ketika mengingta para peri yang tengah terbaring, akhirnya peramal Yin paham.


"Ada."


"Lalu kita lakukan cara yang ini saja." Seru Yun Yi dengan cepat setelah Pemrla Yun berkata 'ada'.


"Tapi, Dewi-ku. Atau ini memiliki efek samping yang begitu serius." Ujar Permala Yin, ragu-ragu.


"Apa itu?"


"Cara ini sama saja dengan memaksa mereka untuk kembali dari alam mimpi, tapi mungkin mereka akan menerima luka eksternal yang cukup parah. Seperti tersumbatnya Meridian, dantian yang mengecil bahkan mungkin akan menghampiri kemampuan bela diri dan menjadikan orang itu sebagai sampah masyarakat." Jelas Peramal Yin.


"Mengapa bisa seperti itu?"


"Dewi, apakah anda menerima kekuatan besar dari seseorang yang muncul ke alam bawah sadar anda?"


Yun Yi cukup terkejut dengan pertanyaan yang di berikan peramal Yin, namun pada akhirnya dirinya mengangguk.


"Karena dulu anda pernah melakukan ritual pembagian energi dan aura anda pada bawahan anda. Maka pada saat anda menrrima kekuatan besar itu, tubuh baru anda tidak bisa menampung semuanya. Maka dari itu, secara otomatis, mereka yang terhubung dengan anda juga mendapatkan kekuatan itu secara langsung."


Peramal Yin mengambil nafasnya, lalu Kemabli melanjutkan penjelasannya. "Karena kekuatan ini terlalu agung, tubuh maklum seperti kami tidak bisa mempunyai denan baik. Apalagi, jiwa kami bukanlah jiwa suci seperti jiwa para Dewa ataupun Dewi. Maka dari itu, untuk dapat menrrima kekauatn ini di perluka waktu yang tidak sedikit, makanya secara tiba-tiba mereka tertidur seperti itu."


"Dan jika kita menghentikan itu secara tiba-tiba, mereka mungkin akan mendapatkan masalah yang serius pada tubuh atau jiwa mereka." Peramal Yin mengakhiri penjelasannya.


Peramal Yin menuangkan teh ke dalam cangkirnya dan meneguknya sekaligus, dirinya terlalu haus.


"Jadi, saat ini kita tidak bisa melakukan apapun?" Tanya Yun Yi.


"Sepertinya tidak." Sahut Peramal Yin sambil menggelengkan kepalanya.


Yun Yi terdiam, jadi mungkin satu-satunya hal yang bisa di lakukan saat ini adalah, pergi ke tempat Klan Naga biru tinggal, lalu menyembuhkan Raja Xin dan meminta seru milik Jú huā, dan membuat sebuah obat untuk membangunkan para bawahannya.


"Pertama-tama, aku harus pergi ke dunia siluman terlebih dulu." Gumam Yun Yi.


Peramal Yin yang ada di depan Yun Yi tentu dapat mendengar gumaman itu. "Untuk apa?" Tanyanya tidak mengerti.


...🔸️To Be Continued🔸️...