
"Apa?!"
"Dewi, apakah anda memahami apa yang anda ucapkan?"
"Tentu." Yun Yi mengangguk tanpa ragu.
Yan Shui semakin kaget, bagaimana bisa seorang Dewi, meminta orang lain untuk menemaninya untuk pergi ke wilayah Klan Naga biru, Klan yang begitu di kucilkan para Dewa-dewi.
"Tapi Dewi, mungkin anda akan sangat susah masuk, atau bahkan tidak bisa masuk. Para Naga biru kini sudah menganggap para Dewa ataupun Dewi, sebagai musuhnya." Tutur Yan Shui, dengan wajah khawatir.
"Yan Shui, kamu tidak perlu khawatir. Kekuatanku sudah kembali, dan aku memiliki hal yang sangat mendesak untuk di lakukan."
Melihat wajah Yun Yi yang begitu serius, Yan Shui tidak bisa berkata-kata lagi. Sekali lagi, Yang Shui memerhatikan wajah Yun Yi, tapi tetap tidak menemukan suatu keraguan di mata Dewi-nya itu.
"Dewi... bagaimana kalau mereka..."
Sebelum Yan Shui berucap lagi, Yun Yi segera menggelengkan kepalanya, mengisyaratkan Yan Shui untuk diam.
"Mau kamu berkata apapun, aku akan tetap pergi ke Klan Naga biru. Dan jika kamu tidak mau ikut bersamaku, tap apa. Aku bisa pergi sendiri." Setelah berucap, Yun Yi kembali berbalik, berniat meninggalkan mereka.
Baru saja Yun Yi keluar dari gazebo, suara Yan Shui terdengar. "Dewi, tunggu."
Secara diam-diam, Yun Yi tersenyum kemenangan. Dirinya sangat tahu kalau, Yan Shui tidak akan bisa membiarkan bintangnya dalam bahaya.
"Baiklah, saya akan ikut bersama dengan anda untuk pergi ke Klan Naga biru. Lalu, kebetulan minggu besok, mereka mengundangku ke acara ulang tahun pemimpin Klan Naga biru."
Mata Yun Yi bersinar, dirinya seolah telah mendapatkan suatu barang keberuntungan yang begitu indah.
Yun Yi segera berbalik, lalu pergi memeluk Yan Shui. "Terimakasih." Ucap Yun Yi di sela-sela pelukannya.
Yan Shui berdiri kaku, tanannya tidak berani membalas pelukan dari bintang nya ini.
'Tunggu sebentar lagi, A'Jian.'
...> > > ✧✧✧ < < <...
Malam ini Yun Yi memutuskan untuk menginap di kediaman Zhao, selain karena dirinya malas pulang. Yun Yi juga harus memeriksa keadaan dunia siluman ini.
"Setelah ku tinggal beberapa ratus tahun, apakah semuanya masih berjalan seperti dulu, atau ... tidak."
Tiba-tiba Yun Yi teringat dengan perkataan para siluman yang memaksa tinggal di dunia manusia, dulu.
"Hal yang pertama yang harus kulakukan adalah memantau pemimpin dunia ini. Apakah pemimpin itu benar-benar seperti yang di katakan para siluman itu?"
Malam ini Yun Yi tidak bisa tidur. Jadi, dirinya akan berkeliling kota dan memeriksa keadaan.
Dari satu atap ke atap lain, Yun Yi dengan lincah terus berlari tanpa menggunakan Qinggong-nya dan juga tanpa meninggalkan suara.
"Sudah lama aku tidak berjalan-jalan malam seperti ini." Gumam Yun Yi.
Langkah Yun Yi terhenti ketika melihat sebuah bangunan berlantai tiga dengan nama 'Rumah Bunga' di atas pintu masuk.
"Apakah ini... tempat p*******n?!" Tangan Yun Yi mengepal, sejak kapan rumah bunga ini menjadi begitu besar?
Dulu rumah bunga ini hanya sebuah tempat yang memiliki satu lantai saja. "Apakah peraturan dari pemimpin sebelumnya di hapuskan?"
Seingat Yun Yi, pemimpin sebelumnya tidak akan mengijinkan tempat seperti ini untuk di perbesar.
Pemimpin sebelumnya begitu menyukai sesuatu yang menurutnya suci dan bersih, sehingga ketika dirinya pergi ke dunia siluman, Yun Yi tidak akan menemukan tempat seperti ini, dan tempat perj****n yang begitu besar dan mewah.
"Tidak, tidak mau! Lepaskan aku, lepaskan!"
Yun Yi yang awalnya sibuk dengan pemikirannya, kini mengalihkan pandangannya ke bawah sana, lebih tepatnya di depan pintu rumah bunga itu.
Seorang gadis terus di tarik oleh dua orang pria berbadan besar, di belakangnya terdapat satu wanita yang mengang kipas sambil tersenyum.
Yun Yi terus memperhatikan gadis itu, dirinya merasa familiar dengan bentuk tubuh dan suara dari gadis itu.
Dan ketika gadis itu berhasil melepaskan diri, lalu berbalik dan berlari. Mata Yun Yi membulat seketika. "Yang Hua?!"
Yun Yi tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Dan saat dua pria berbadan besar itu hendak menangkap Yang Hua, dengan gerakan tak terlihat, Yun Yi mengeluarkan satu belati kecil, dan melemparnya ke bawah.
Stss..
Tas
Belari itu menancaodi tanah, dan kedua pria itu secara otomatis berhenti.
"Siapa di sana?!"Wanita yang terus memgang kipas itu berteriak marah.
Yun Yi mengambil selambar kain dari dalam cincin ruangnya, lalu memakainya di wajah.
Tap
Yun Yi berhasil mendarat dengan sempurna, Hanfu bergradasi putih-ungunya berkibar. Sosok Yun Yi terlihat lembut, namun jika merasakan aura yang menguar dari Yun Yi.
Dua pria dan wanita yang memegang kipas itu, memundurkan langkahnya ke belakang.
"Apa yang kamu lakukan pada gadis ini?" Yun Yi bertanya sambil menunjuk Yang Hua yang berdiri di belakangnya dengan terengah-engah.
Wanita yang memegang kipas itu masih bersikap sombong, dia melangkah maju, dan berkata dengan sinis. "Ini bukan urusan anda. Sebaiknya anda jangan menghalangi saya, atau..."
"Atau?" Alis Yun Yi terangkat, di balik kain tipis yang tertempel di wajahnya Yun Yi tersenyum meremehkan.
"Atau anda akan tahu akibatnya karena berani menghalangi saya!" Wanita itu berkata dengan dagu terangkat.
Yun Yi memerhatikan wanita itu, dari semua ciri fisiknya, sepertinya wanita itu adalah siluman ular merah.
"Sebenarnya sejak kapan siluman ular merah bisa mengangkat dagunya di depan seorang keturunan burung hantu?" Yun Yi berucap dengan lantang, tidak kalah sombong, bahkan Yun Yi lebih mendominasi.
Melihat bahwa gadis di depannya tidak dapat di remehkan, mata wanita itu memicing. "Kamu siapa? Bagaimana bisa mengetahui rahasia yang sudah terkubur itu?" Tanyanya secara hati-hati.
"Terkubur?" Yun Yi semakin merasa aneh, mengapa dunia siluman bisa menjadi kacau seperti ini?
"Seharusnya fakta itu tidak di kubur, karena dunia harus tahu, kalau bangsa ular merah adalah keturunan terakhir dari bangsa ular yang ada. Dan sesuai peraturan dari leluhur, bangsa ular merah di anggap sebagai adik, dan seorang adik tidak bisa bersikap sombong pada seorang Kakak." Yun Yi berbalik, lalu menghampiri Yang Hua.
"Dan bangsa burung hantu bermata biru adalah bangsa burung hantu yang terlahir pertama, jauh sebelum adanya bangsa ular merah." Yun Yi melanjutkan.
Mendengar itu, wanita dengan kipas di tangannya itu terlihat sangat terkejut. "Kamu... Kamu bangsa apa? Kamu terlahir di era apa?! Bagaimana kamu bisa mengetahui peraturan yang sudah lama musnah itu?!"
Wajah Yun Yi semakin menggelap ketika mendengar kalau peraturan itu sudah musnah, apalagi dengan waktu yang sudah lama.
"Sebenarnya apa yang terjadi pada semesta, selagia ku tak ada?"
...🔸️To Be Continued🔸️...