
Lan Mei yang mendengar gumaman Zhu Yang mengerutkan alisnya bingung.
"Apa maksud anda?" Tanya Lan Mei.
Tanpa sepatah katapun Zhu Yang memeluk Lan Mei dengan erat, "Mèimèi, akhirnya aku menemukan mu." Zhu Yang menangis haru, ia tidak mempedulikan tatapan aneh dari semua orang.
Lan Mei memberontak, "Lancang! Kenapa anda memeluk saya seperti ini."
Zhu Yang melepaskan pelukannya, ia memegang bahu Lan Mei. "Kau adalah adikku Lan Mei." Ucap Zhu Yang.
"Jangan mengaku-ngaku." Lan Mei mendorong Zhu Yang.
Zhu Yang tersenyum maklum, ia pun memasukkan kembali liontin itu ke dalam kantung. Setelah itu Lan Mei langsung mengambilnya dari tanagn prajurit.
Zhu Yang merogoh lengan Hanfunya, ia mengeluarkan liontin dengan bentuk yang sama persis seperti liontin milik Lan Mei.
"Lan Mei lihatlah, ini adalah liontin yang sama yang Ayah dan Ibu kita belikan di hari Festival itu." Zhu Yang menyerahkan liontin itu pada Lan Mei.
Lan Mei menerimanya ia menatap lekat pada liontin yang benar-benar sama dengan milik nya.
Zhu Yang berbalik ke arah Qiou Yue.
"Shào Yé, karena anda sudah membantu saya menemukan adik saya, saya akan mengatakan semuanya." Zhu Yang membungkuk ke arah Qiou Yue.
"Katakan." Tuntut Qiou Yue tidak sabar.
Namun, sebelum Zhu Yang mengucapkan sesuatu, tiba-tiba ada panah yang eyntah dari mana mengarah ke raha Zhu Yang.
Untungnya prajurit yang tadi menyeret Zhu Yang segera menghadangnya.
"Penyerangan! Prajurit cari orang itu!" Dengan tatapan dingin Jendral Huang memerintahkan para prajurit.
"Berani sekali orang itu menggangguk sidang kediaman ku!" Geram Jendral Huang.
Aula utama menjadi agak ribut, Ji Ge memanfaatkan situasi ini dan segera pergi dari sana.
"Semuanya tenang!"
Teriakkan dari Yun Yi berhasil membuat ruangan ini menjadi hening. Jendral Huang pun memerintahkan semuanya untuk kembali ke tempat semula.
"Zhu Yang jelaskan."
"Saya di perintahkan Tetua Ji Ge untuk menuangkan Embun Mimpi itu ke dalam sup wonton Er'Xiăo Jiě, Jendral. Namun, yang memberikan botol Embun Mimpi itu adalah Dayang pribadi Selir pertama." Jelas Zhu Yang dengan singkat.
"Lalu kenapa kamu mematuhinya?" Tanya Yun Yi.
"Tetua Ji Ge berkata kalau dia sudah tahu di mana keberadaan adik saya, dan dia mengancam saya. Tetua Ji Ge juga bilang dia tahu di mana adik saya tinggal dengan siapa dan sebagainya, dia menggunakan adik saya untuk membuat saya mematuhi perintahnya." Zhu Yang mengambil nafas sejenak, lalu kembali bercerita.
"Saya yang khawatir kalau keluarga saya satu-satunya terluka, terpaksa menuruti perkataan Tetua Ji Ge."
Yun Yi mengangguk, dia melihat ke arah Zhu Yang dengan sedikit kesal namun juga agak kasihan.
"Tapi karena anda membantu mereka, kau tahu bukan kau akan di hukum? Ya... Walaupun aku tahu kau Gēgē dari Lan Mei." Ujar Yun Yi.
Zhu Yang tersenyum, "Saya siap menerima hukuman apa pun Er'Xiăo Jiě." Dia berlutut, siap menerima hukuman yang di turunkan untuknya.
Jendral Huang mengangguk, "Kau diamlah di posisi itu." Titah Jendral Huang, yang di angguki oleh Zhu Yang.
"Nah untuk Tetua Ji Ge..." Ketika mata Jendral Huang tidak menemukan Tetua Ji Ge di manapun, ia menggebrak meja yang tepat berada di depannya.
"Kemana laki-laki si*l*n itu?!"
Semua yang ada di ruangan terjengkit kaget, dengan spontan mereka juga mencari keberadaan Ji Ge di ruangan, namun mereka tidak menemukannya.
"Apakah dia tadi kabur bersamaan dengan penyerangan tadi?!" Yun Yi menjadi agak panik, salah satu orang yang mencoba untuk membunuhnya tidak ada di ruangan ini.
Raja Xin yang berada di samping Yun Yi menepuk pundak Yun Yi pelan, "Yun Yi tenanglah. Aku tidak akan membiarkan orang itu lolos begitu saja, kau tidak perlu khawatir."
"Bagaimana kalau dia tidak di temukan?" Walau Raja Xin mengeluarkan kata-kata penenang, tapi hati Yun Yi tetap gelisah.
Yun Yi sangat takut kalau Tetua Ji Ge kembali ingin membunuhnya, ia tidak ingin mati begitu cepat di kehidupan kedua nya ini.
Walau Yun Yi dulu nya adalah seorang pemimpin dari organisasi pembunuh bayaran, tapi orang-orang di dunia ini lebih menyeramkan. Bukan hanya kemampuan fisiknya, tapi juga Kultivasi mereka sangat tinggi.
"Yun'er percayalah padaku, aku tidak mungkin membiarkan mu terluka." Raja Xin sangat tidak suka ketika wajah Yun Yi ketakutan seperti itu, ia lebih suka Yun Yi yang selalu tertawa dan Yun Yi yang mudah tersipu.
"Ta-tapi..." Ucapan Yun Yi tergantung, apakah ia harus mencoba untuk menpercayai Raja Xin.
Raja Xin tidak mungkin membiarkan calon tunangannya terluka bukan?
Melihat Yun Yi yang masih takut, Raja Xin diam-diam menumbuhkan perasaan benci pada Tetua Ji Ge. Matanya berkilat marah, 'Berani sekali laki-laki tua itu membuat Yun'er ku seperti ini!' Batin Raja Xin berteriak marah.
Jendral Huang yang sudah muak dengan persidangan ini menggeram, "Sudahlah, aku tidak peduli lagi dengan alasan kalian! Sekarang karena sudah ada yang bukti yang jelas aku akan menjatuhi kalian hukuman!" Jendral Huang menunjuk satu persatu orang yang berada di tengah aula.
"Untuk kalian selir, kalian akan ku hukum pengasingan dan penghapusan gelar, serta mengeluarkan kalian dari Huang Fu ini. Mulai sekarang kalian bukan istri ku lagi!" Putus Jendral Huang.
Da Hui Long dan Da Hui Ling membulatkkan matanya, "Jendral tolong jangan melakukan itu." Mohon Da Hui Long.
"Jendral aku hanya menuruti JiěJiě, jadi mohon ampuni selir ini Jendral." Da Hui Ling dengan panik segera memohon.
Da Hui Long yang mendengar itu mendorong adiknya dengan kasar, "Kau kan mengiyakan ucapan ku tanpa memikirkan nya bukan! Kenapa sekarang seolah-olah kau hanya korban!"
"Memang benar bukan?! Apa yang salah?!" Da Hui Ling yang di dorong oleh Da Hui Long, membalasnya dengan dorongan yang tak kalah kuat.
Karena kesal Da Hui Long pun membentuk panah es dari qi nya dan segera mengarahkannya ke Da Hui Ling.
Da Hui Ling yang belum siap-pun terkena panah es itu tepat di jantungnya.
"Mufei¹!!" Min An berlari ke arah sang ibu, ia menahan tubuh ibunya yang sudah ambruk.
"Jiě-Jiě, kau tega?" Da Hui Ling memegang dada kirinya yang sangat sakit. Darah tidak berhenti keluar dari luka yang Da Hui Ling terima.
"Yiniang² kenapa anda melakukan ini?!" Min An berteriak marah, air matanya mengucur deras.
Da Hui Long yang melihat itu bergetar, "I-ini salah ibu mu! Karena dia tidak membelaku! Jadi jangan salahkan aku!" Da Hui Long mengalihkan pandangannya dari tubuh sang adik yang sepertinya sudah tidak berdaya.
...🔸️To Be Continued🔸️...
Note 📝 :
Mufei \= panggilan anak selir pada ibu kandungnya.
Yiniang \= panggilan anak selir pada ibu tiri (selir lain ayah kandungnya bukan untuk istri sah).