
Hari ini Yun Yi di ajak Raja Xin berjalan-jalan di kota Kekaisaran Wang. Dan Yun Yi meminta Raja Xin untuk berjalan saja, awalnya Raja Xin tidak setuju, ia takut gadisnya nanti kelelahan, tapi Yun Yi tetap kekeh ingin berjalan.
Dan jadilah sekarang pasangan itu tengah berjalan bergandengan angan mengelilingi pasar.
"Setelah dari sini kita akan ke mana?" Tanya Yun Yi.
"Ada beberapa tempat yang sering di kunjungi orang, yang pertama danau teratai di pinggiran kota, lalu yang ke dua ada rumah makan AnJun yang terkenal dengan menu makanan yang snagat enak. Dan masih banyak lagi." Jelas Raja Xin.
"Kalau begitu kita ke rumah makan dulu, baru pergi ke danau." Ujar Yun Yi.
Raja Xin mengangguk sambil berucap. "Baiklah."
"A'Guang apa kamu melihat Bai Mei? Sejak kemarin aku tidak melihatnya."
Raja Xin menggeleng. "Aku juga belum melihatnya."
Alis Yun Yi bertaut, kucing putih itu selalu menghilang tiba-tiba dan datang tiba-tiba.
"Oh ya A'Guang, kenapa kamu tidak menjadikan Kerajaan Xin menjadi Kekaisaran, bukankah kamu sangat kuat?"
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" Tanya Raja Xin balik.
Yun Yi menghendikkan bahunya. "Hanya ingin saja."
"Kau tahu bukan kalau kekaisaran memiliki wilayah yang luas, otomatis pekerjaannya pun sangat banyak. Dan aku tidak ingin terus berada di ruang kerja sepanjang hari, bisa-bisa aku mati karena terus bekerja." Ujar Raja Xin agak lebai.
Bibir Yun Yi terangkat ke atas sebelah, dengan mata sinis ia berucap. "Mana ada begitu."
"Ada." Yun Yi memutar bola matanya malas mendengar ucapan Raja Xin.
"Iya-in aja deh." Gumam Yun Yi lirih.
Raja Xin sedikit menundukkan kepalanya. "Apakah kamu mengucapkan sesuatu?" Tanyanya.
"Tidak."
Langkah Yun Yi terhenti, mata nya membulat ketika melihat dua orang pria dengan Hanfu berkualitas tinggi tengah memukul dan menginjak seorang anak kecil yang memiliki telinga kelinci.
Tangannya mengepal, ia segera melapas tangan Raja Xin, lalu embhampii mereka.
"Menyingkir kau!" Dengan kuat Yun Yi mendorong ke dua pria itu. Saking kuatnya, mereka sampai terduduk di tanah.
Pria berbadan bongsor itu berdiri di bantu oleh temannya. Dia berkata sambil menunjuk Yun Yi."Gadis s****n! Berani-beraninya kau mendorong tuan muda ini!"
Sebelum Yun Yi bereaksi, sebuah hembusan angin kencang menghantam pria bongsor itu. "Berani sekali bangsawan rendah sepertimu menunjuk gadis Raja ini." Raja Xin membalikkan kata pria bongkar itu, tatapan mata Raja Xin begitu dingin, aura di sekitarnya pun terlihat sangat menyeramkan.
Pria dengan tubuh gempal itu meringis, ia terjatuh dua kali dan membuat bokongnya sangat sakit. Ia menatap Raja Xin marah, namun ketika tatapan mata Raja Xin begitu dingin pria itu bergetar.
"Si-siapa kau?! Beraninya mengatai bangsawan rendah pada tuan muda ini." Ujar pria itu, masih terduduk.
Temannya hanya diam saja, sepertinya tidak berniat membantu pria bongsor itu untuk berdiri.
"Huh! Ternyata masih ada orang yang tidak mengetahui Raja ini." Dengus Raja Xin.
Pria bongsor itu berdiridia menatap Raja Xin dari atas sampai bawah. 'Dari pakaian nya sepertinya diaseirang bangsawan tinggi.' Batin Pria itu.
'Bukan hanya bangsawan tinggi, A'Guang itu seorang Raja.' Yun Yi memutar bola matanya. Bukankah tunangannya itu sangat terkenal, lalu kenapa pria ini tidak mengenali nya?
Seorang pria setengah baya terlihat menghampiri Raja Xin. "Saya memberi salam kepada Raja Xin."
Raja Xin menoleh. "Ah ternyata kamu. Bangkitlah."
Pria bongsor itu membulatkan matanya, ia sedikit terjengkang, untung nya tidak sampai terjatuh.
"Baiklah. Gūniáng, mari." Pria setengah baya itu mempersilahkan Yun Yi untuk berjalan di depannya.
"A'Guang, aku igin membawanya." Yun Yi menunjuk anak kecil dengan telinga kelinci yang tengah menatap sekeliling nya dengan tatapan polos.
Raja Xin mengangguk. "Jika kau ingin, maka bawalah."
"Tu-tunggu." Pria bongsor itu maju, mencagah Yun Yi yang akan membawa anak itu.
"Dia adalah budak yang aku beli dari pelelangan, kalau kau mau dia maka bayarlah." Pria itu terlihat tersenyum licik.
"Berapa?"
"Bagaimana dengan lima puluh tael emas¹?" Tawar pria bongsor itu.
"Baik." Yun Yi mengangguk, lalu berbalik.
"A'Guang." Yun Yi mengadakan tangannya pada Raja Xin, meminta uang.
Raja Xin terkekeh, ia merasa sedang di mintai uang bulanan oleh seorang istri. Ah, menganai istri, ia malah ingin cepat-cepat menikahi Yun Yi.
Raja Xin mengambil uang dari dunia ruangnya, ia menaruh ya di cincin ruang.
"Di dalam ini ada enam puluh lima tael emas." Tanpa beban, Raja Xin memberikan Yun Yi cincin ruang itu.
"Lalu kalau di jumlahkan dengan harga cincinnya jadi berapa?" Yun Yi menatap cincin emas putih yang terdapat satu mutiara ungu dan dua kristal kecil di sampingnya yang berwarna silver.
"Mungkin seratus tael emas." Ucap Raja Xin menghendikkan bahunya acuh.
Yun Yi memicingkan matanya, seratus tael emas jika ia bawa ke dunia modern, ia bisa masuk ke dalam sepuluh besar orang terkaya di negaranya. "Kamu tidak keberatan memberikannya untukku?"
Raja Xin menggeleng. "Tenang saja, aku adalah pria dengan banyak harta." Ujar Raja Xin dengan sombong.
"Cih." Yun Yi berdecih, telalu sombong, tapi ucapan Raja Xin memang benar. Ruangannya itu adalah Raja terkaya, bahkan kekayaan nya lebih besar dari kekaisaran.
'Jika benar, itu berjumlah seratus tael emas, aku benar-benar beruntung. Hihi, aku bisa memerasnya juga menggunakan kristal hati siluman ini.'
Yun Yi terdiam, ia mengerutkan alisnya. 'Zisè apa kamu bisa mendengarku?'
'Ya, bisa Xiăo Jiě.'
'Apa maksud dari kristal hati milik siluman kelinci ini?'
'kristal hati siluman bisa di sebut sebagai setengah dari siluman itu, melalui kristal hati itu seseorang yang memegang kristal hati itu dapat memerintah bahkan mengontrol tubuh siluman itu dengan hanya mengalirkan Qi spiritual. Dan menurut informasi yang saya dapatkan, fungsi kristal hati ini hanya baru di ketahui oleh Kaisar Wang dan bangsawan di kekaisaran Wang saja.' Jelas Zisè.
Yun Yi menatap jengkel pria bongsor itu, apakah dia tidak takut dengan A'Guang nya? Sampai-sampai ingin memanfaatkan ku.
"Aku akan memberikan cincin ini, kalau kau memberikan kristal hati milik siluman kecil ini." Ucapan Yun Yi membuat mata pria itu membulat.
Di samping, Raja Xin tersenyum bangga. 'Ternyaa gadisku mengtahui kristal hati yah, dia sangat pinar' Batinnya.
Yun Yi sedikit tidak suka mendengar batin Raja Xin, 'aku sudah pintar sedari dulu', ingin sekali ia berteriak seperti itu, tapi sekarang kristal hati itu harus ia dapatkan dulu.
Pria bongsor itu terlihat gugup. "A-apa maksud dari perkataan mu?" Tanyanya sedikit gagap.
Mata Yun Yi berputar, ia semakin kesal pada pria di depannya ini.
"Apakah aku perlu merebutnya secara paksa?" Yun Yi bergumam.
...🔸️To Be Continued🔸️...