
"Tunggu, bukankah ini..."
Karena Wang Lan tidak langsung menjawab, Yun Yi yang sudah penasaran menggeram kesal. "Ini apa?!" Sewot Yun Yi.
"Kristal ini seperti kristal pengendali. Tapi ang ku tahu kristal pengendali sangatlah langka, bahkan Kekaisaran terbesarpun hanya punya beberapa biji Kristal." Ujar Wang Lan.
"Lalu yang punya kristal ini siapa saja?" Tanya Yun Yi.
"Setauku yang mempunyai ini adalah Kaisar Wu, Kaisar Xi, Kaisar Wang, Pemilik pelelangan terbesar yaitu Gūniáng Anli, lalu yang terakhir adalah Raja Xin." Jelas Wang Lan.
Yun Yi terdiam beberapa saat. 'Jika A'Guang memang punya Kristal pengendali, aku harus memintanya satu, aku penasaran bagaimana cara kerjanya.' Batin Yun Yi.
Yun Yi melihat Wang Lan yang masih mempertahankan wajah rumitnya, ia pun bertanya. "Ada apa denganmu?"
"Aku masih merasa aneh, kenapa ada orang yang rela memakai ini hanya untuk mengendalikan sebuah akar. Ini sangat tidak masuk akal." Alis Wang Lan semakin mengkerut.
Awalnya Yun Yi ingin menanyakan, mengapa Wang Lan terlihat begitu khawatir. Tapi, saat Yun Yi ingin bertanya kenapa, ia malah bungkam, takut kalau ini bersangkutan dengan urursan pribadi.
"Apakah kristal pengendali sangatlah berharga?" Tanya Mei Liu, ia ikut berjongkok dan memperhatikan kristal yang kini di pegang adiknya, Wang Lan.
"Ya, kristal pengendali itu setara dengan dua Kekaisaran. Harga kristal pengendali itu di luar perkiraan, apalagi dengan Kristal pengendali yang berwarna Hitam. Mungkin harganya bisa melebihi satu benua." Ujar Wang Lan.
"Apakah Kristal yang berwana hitam ini adalah kristal pengendali dengan tingkat paling tinggi?" Yun Yi bertanya.
"Tebakanmu benar. Di tuliskan kalau kristal pengendali dengan warna hitam dapat mengendalikan satu Kekaisaran. Mulai dari warganya, Sang Kaisar, bahkan di tuliskan bisa mengendalikan setiap tumbuhan dan hewan yang hidup di Kekaisaran itu." Wang Lan menjelaskan dengan gamblang, wajahnya terlihat senang ketika ia menjelaskan.
Yun Yi cukup terkejut ketika mendengar itu, benar-benar barang luar biasa. Tapi, Yun Yi malah salah fokus dengan nada suara Wang Lan yang begitu antusias ketika menjelaskan.
"Ada apa dengan wajahmu itu?" Yun Yi manatap aneh pada Wang Lan yang senyum-senyum tidak jelas.
"Aku senang karena kalian mendengarkan penjelasan ku dengan tenang, biasanya jika aku memberi penjelasan orang-orang akan menegurku untuk tidak banyak berbicara." Benar, selama ini jika Wang Lan bepergian dengan siapapun, lalu mereka bertanya, saat Wang Lan menjawab meraka malah bilang kalau ia sangatlah berisik. Tapi, sekarang Yun Yi mendengarkannya denan baik, tanpa memotong bahkan tidak mengkritik nya.
"Hanya masalah sepele kenapa kau malah terlihat begitu bahagia." Cibir Mei Liu.
"Ini bukan masalah sepele, JiěJiě saja yang tidak paham." Wang Lan tidak terima di ejek seperti itu.
"Ya, ya, ya. Terserah mu saja."
Ketika tengah asik berbincang, tiba-tiba...
Prang
Cass
Kristal yang di pegang Wang Lan terpecah menjadi beberapa bagian, lalu jatuh ke tanah. Wang Lan membulatkan matanya, ia menatap pecahan Kristal itu yang seperti di serap oleh tanah.
"Kenapa ini?" Wang Lan mencoba mengambil serpihan-serpihan Kristal itu, namun tidak bisa. Serpihan Riatal itu malah semakin tenggelam ke dalam tanah, padahal tanah yang kini di pijaknya tidak basah.
Yun Yi pun kehranan ia juga berusaha menarik Kristal itu, tapi tidak berhasil. "Kenapa Kristal ini malah masuk ke dalam tanah?!" Dengan sekuat tenaga Yun Yi mencoba menarik Kristal itu, tapi sia-sia.
"Xiao Wang!" Dengan panik Mei Liu menghampiri Wang Lan, ia mengeluarkan sarung tangan nya lalu mengikat luka gores Wang Lan, mencoba menghentikan pendarahannya.
"Kenapa darahnya tidak mau berhenti?!" Mei Liu semakin panik kala darah itu masih mengalir deras walau sudah di ikat dengan kencang.
Yun Yi berjongkok di hadapan Wang Lan. "Biar aku periksa."
Walau Yun Yi tidak terlalu pandai dalam medis, tapi dia tahu beberapa. Salah satunya adalah pengobatan tentang luka tusuk, gores dan yang paling Yun Yi kuasai adalah menangani luka tembak. Karena prospesinya dulu, Yun Yi sudah tidak aneh lagi kalau ia tertembak, itu sudah menjadi hal yang biasa.
Yun Yi memeriksa luka gores Wang Lan, tapi di lihat dengan seksama luka itu memang hanya luka gores biasa, tapi entah bagaimana darah yang keluar justru sangat banyak.
'Zisè apakah ada sesuatu yang bisa menghentikan pendaraha Wang Lan?' Tanya Yun Yi, berbicara dalam pikiran, membatin.
'Ada, tunggu sebentar, barangnya kalau tidak salah masih di simpan di gudang.' Di dalam Dunia ruang, Zisè berlari ke dalam gudang obat. Matanya terus menelusuri setiap rak-rak yang di isi dengan berbagai jenis obat pil, elwksir, bahkan ramuan.
Setelah menemukannya Zisè berseru riang. "Xiăo Jiě, aku menemukannya."
Mendengar itu Yun Yi seger mengakses cincin ruangnya, ia pun mengambil nya. Itu adalah kotak kecil yang berisi lima butir pil berwarna hijau ke emassan. Ia segera meminumkannya ke Wang Lan.
'Tunggu beberapa saat, darahnya kan berhenti. Nanti ku bisa memeriksanya langsung.' Ujar Zisè terdengar dari kepalnya.
Setelah beberapa menit berselang, akhirna pendarahan Wang Lan berhenti. "Syukurlah." Baru saja Mei Liu berucap syukur, tiba-tiba beberapa pohon di dekat mereka mulai di tumbuhi bunga-bunga aneh, bentuk bunganya mirip dengan Venus Flytrap.
"Kenapa secara tiba-tiba tumbuh Venus Flytrap di sana?" Yun Yi menatap heran ke arah bunga-bunga yang tumbuh di batang pohon yang tak jauh dari tempatnya berdiri.
Ketika Venus Flytrap terbuka, di dalamnya terdapat bunga yang sebelumnya Yun Yi kira bunga teratai.
"Bukankah itu bunga yang tadi?" Mei Liu pun menatap bingung ke arah bunga itu.
Ketika bunga yang mirip teratai itu mekar, tiba-tiba banyak serbuk sari yang berterbangan, di terpa angin.
Awalnya Yun Yi biasa saja, tapi..
"Akh!" Kini Mei Liu yang berteriak. Ia mengangkat tangan kanan nya yang tak terbalut oleh kain, kini berubah menjadi ke unguan akibat terkena serbuk-serbuk itu.
Yun Yi yang melihat itu mulai merasakan firasat buruk. "Singkirkan serbuk-serbuk itu, jangan sampai terkena kulit kita." Titah Yun Yi.
Karena Mei Liu ber-elemen angin, ia pun mengibaskan tangannya untuk menyingkirkan serbuk-serbuk itu menjauh dari dirinya, Yun Yi dan Wang Lan.
"Apakah serbuk ini berbahaya?" Mei Liu menatap Yun Yi dengan cemas. Ia takut serbuk ini melukainya lebih jauh.
"Kemari biarku lihat lukanya." Pinta Yun Yi.
Mei Liu pun mengangkat tangannya, sehingga Yun Yi dapat dengan jelas melihat luka itu. Tangan Mei Liu yang tadi nya hanya berubah ke unguan, kini perlahan-lahan terlihat seperti luka bakar.
"Ini..." Yun Yi menatap linglung luka itu. Ia merasa luka ini seperti luka setelah di siram air keras.
...🔸️To Be Continued🔸️...