
"Tentu ada. Tapi aku mempunyai satu syarat." Ucap Guang Luo.
Alis Yun Yi mengkerut, "Apa syaratnya?" Tanya nya.
"Buatkan aku makanan, yang kalian makan saat di Kerajaan Qiu." Ucap Guang Luo.
Mendengar itu, alis Yun Yi semakin mengkerut. Dia menatap aneh ke arah Guang Luo. Guang Luo yang paham mengapa Yun Yi menatap nya seperti itu, ia pun berucap.
"Kakek dan Nenek-mu bercerita, kalau masakanmu sangat enak. Karena mereka terus memuji masakanmu, aku jadi penasaran bagaimana rasanya." Ujar Guang Luo.
Sekarang Yun Yi mengerti mengapa Guang Luo memintanya memasak. "Baiklah, aku akan membuatkanmu nasi goreng dan chiken pedas." Ucap Yun Yi.
Yun Yi berbalik. Namun, belum juga selangkah, ia kembali berbalik ke arah Guang Luo.
"Omong-omong, di mana dapurnya?"
...> > > ✧✧✧ < < <...
Kini malam-pun telah tiba. Yun Yi yang baru saja selesai mandi dan berganti pakaian di kagetkan dengan keberadaan Raja Xin yang tengah membaringkan dirinya di peraduan.
"A'Guang, bagaimana kamu bisa ada di sini?" Yun Yi menghampiri Raja Xin, lalu duduk di pinggir kasur.
Bukannya menjawab, Raja Xin malah menyimpan kepalanya di paha Yun Yi. Ia menatap Yun Yi dari bawah dengan satu tangan menggapai rambut Yun Yi.
"Kenapa kamu malah diam?" Yun Yi mentap aneh Raja Xin. 'Mengapa dia malah senyum-senyum seperti itu?' pikirnya.
"Kamu cantik." Ucapan Raja Xin malah melenceng dari pertanyaan yang di berikan Yun Yi.
"A'Guang, aku bertanya mengapa kamu bisa ada di sini. Bukan bertanya apakah aku cantik atau tidak." Ujar Yun Yi agak kesal.
"Tidak bagaimana-bagaimana, aku hanya menggunakan teleportasi." Mendengar kata teleportasi, mata Yun Yi langsung berbinar.
"Apakah kau juga bisa ber-teleportasi?" Yun Yi bertanya antusias.
Dengan kepala masih di paha Yun Yi Raja Xin mengangguk. "Tentu. Ranah Kultivasi ku sudah cukup tinggi."
"Apakah kamu bisa mengajariki?" Tanya Yun Yi.
"Sekarang?" Raja Xin bertanya balik.
Yun Yi mengangguk dengan cepat. "Jika bisa, aku ingin sekarang." Ucapnya.
Raja Xin menganggukan kepalanya paham. Ia bangkit lalu duduk di samping Yun Yi.
"Ulurkan tanganmu." Pinta Raja Xin.
Yun Yi pun mengulurkan tangannya. Raja Xin mulai menganalisis kemampuan Yun Yi. Kepala Raja Xin menangguk-angguk.
"Baiklah, di lihat dari kondisimu, aku bisa mengajarinya sekarang." Raja Xin melepas tangan Yun Yi, lalu mulai mengeluarkan sesuatu dari cincin ruangnya.
"Apakah benar-benar bisa? Bukankah Ayah bilang belajar teleportasi harus di tahap tertentu." Awalnya Yun Yi hanya bertanya saja, ia tidak benar-benar berharap bisa belajar teleportasi sekarang.
"Kalau teleportasi menggunakan Qi spiritual memang kau masih belum bisa melakukannya sekarang. Namun jika kamu melakukan teleportasi menggunakan kekuatan roh mu, mungkin bisa." Raja Xin menjelaskan.
"Kekuatan Roh?" Monolog Yun Yi. Ia menatap penuh tanya ke arah Raja Xin.
Paham dengan kebungungan Yun Yi, Raja Xin pun kembali memberi penjelasan. "Kekuatan Roh adalah kemampuan yang jarang di miliki seseorang, namun juga tidak bisa di sebut langka. Dan kebetulan, kamu memilki pondasi(dasar) kekuatan Roh yang cukup kuat. Jadi, menilai dari hal ini, kurasa kamu bisa melakukan teleportasi sekarang."
"Bisa di bilang sama, namun juga tidak. Persamaannya hanya satu, yaitu sama-sama di dapatkan dari alam. Jika Qi spiritual adalah kumpulan cahaya yang membentuk Qi yang berasal dari tumbuhan ataupun bumi. Maka Kekuatan Roh adalah sesuatu yang terbentuk dari sisa-sisa kekuatan para Dewa-Dewi yang tersebar di seluruh dunia." Jelas Raja Xin.
Walau tidak terlalu mengerti, Yun Yi hanya bisa mengangguk. Ia melihat ke arah Raja Xin yang tengah menyusun kertas di beberapa sudut. Tunggu, jika di perhatikan baik-baik, kertas itu seperti jimat?
"A'Guang, apakah kertas itu adalah jinat?" Tunjuknya pada kertas yang di tempel di tiang pojok ruangan.
Raja Xin menarik satu sudut bibirnya. "Kamu sangat pintar. Itu memang benar, kertas-kertas ini adalah jimat, jimat pengumpul Roh. Dengan berkumpulnya Roh di ruangan ini, kau akan lebih mudah menyerapnha, dan tentu saja lebih cepat." Ujar Raja Xin.
Setelah menempelkan jimat terakhir, Raja Xin mengeluarkan satu bongkahan batu giok yang begitu bersinar di ruangan ini.
"A'Guang, untuk apa batu ini?" Yun Yi menatap takjub ke arah giok itu, sangat besar dan indah.
"Duduklah di sini, dan mulai lah menyerap Kekuatan Roh. Kau tidak boleh berhenti sampai aku yang menyuruhmu untuk berhenti." Bukannya menjawab, Raja Xin malah memerintah Yun Yi.
Dengan perasaan sedikit kesal, Yun Yi pun duduk di batu giok itu. "Bagaimana cara menyerapnya?" Tanya Yun Yi dengan nada agak sinis.
Mendengar itu Raja Xin malah terkekeh. "Sama seperti menyeral Qi spiritual, namun bukan di arahkan ke dantian tapi sebarkan ke seluruh tubuhmu. Dan satu hal lagi, Kekuatan roh tidak memilki warna, yang memilki warna adalah Qi spiritual."
Yun Yi mengangguk, lalu mulai menyerap kekuatan roh yang ternyata menggumpal. Awalnya Yun Yi biasa saja, seperti ia sedang berkultivasi. Kekuatan itu mengalir melewati meridian nya. Tapi, seperti yang di katakan Raja Xin, kekuatan roh ia sebarkan ke seluruh bagian tubuhnya, bukan di kumpulkan di dalam dantian.
Lama kelamaan, Yun Yi merasa setiap organ tubuh bahkan setiap sel-nya seperti di aliri udara yang hangat. Namun, lama-kelamaan rasa hangat itu berbah menjadi panas dan semakin panas.
Karena belum mendengar intrupsi Raja Xin, Yun Yi pun melanjutkan-nya. Keringat pun mulai bercucuran, sampai-sampai kerah Hanfu-nya menjadi basah oleh keringat. Tak lama dari itu..
Duar!
Telinga Yun Yi berdengung, kepalanya sedikit pusing. Tanpa Yun Yi sadari, dari tubuhnya terpancar cahaya kuning keemasan dan terpancar ke langit.
Raja Xin yang sedari tadi memperhatikan melebarkan senyumnya. "Yun'er sudah cukup." Ucap Raja Xin.
Di tengah-tengah dengungan yang Yun Yi dengar, ia dapat mendengar suara Raja Xin walau samar. Yun Yi pun mulai membuka matanya, ketika pandangannya sudah jelas, entah cuma perasaan nya saja atau bhkan. Yun Yi merasa penglihatan nya lebih baik dari sebelumnya, penciumannya pun lebih tajam, dan pendengaran menjadi lebih jelas.
"Apakah kamu merasakan perubahan nya? Yun'er?" Raja Xin bertanya. Ia menyangkan air ke dalam gelas.
"Ya." Jawab Yun Yi secara singkat. Ia masih memperhatikan sekeliling, pandangannya benar-benar menjadi lebih baik. Bahkan ia dapat melihat untaian benang dari sprei yang di pasang di peraduan.
Raja Xin menyodorkan gelas kecil ke hadapan Yun Yi. "Minumlah."
"A'Guang, sebenarnya tadi aku kenapa?" Tanya Yun Yi.
"Jika yang kau maksud adalah ledakan tadi. Itu adalah tanda bahwa kau sudah menjadi salah satu manusia yang bisa menaklukkan kekuatan Roh." Jelas Raja Xin dengan senyuman, ia menatap Yun Yi bangga.
Melihat tatapan bangga yang di layangkan Raja Xin, alis Yun Yi bertaut. "Apakah memiliki kekuatan roh itu sangat spesial? Sampai-sampai kamu menatapku seperti itu."
"Sangat spesial. Manusia yang bisa menaklukan para roh adalah manusia yang setara dengan Dewi tingkat bawah." Ujar Raja Xin.
"Bukankah hanya tingkat bawah?" Yun Yi merasa aneh, bukankah tingkatan nya sangat rendah, jadi apa yang harus di bangga kan.
"Sepertinya kamu tidak tahu yah. Yun'er, Dewi tingkat bawah sudah dapat menguasai setengah dunia. Jadi di artikan kamu saat ini bisa dengan mudah menaklukan setengah dunia dengan identitas 'Punguasa Roh' -mu." Raja Xin menjelaskan dengan gamblang.
"Setengah dunia?!"
...🔸️To Be Continued🔸️...