
"Kamu bukan An She." Yun Yi menatap orang yang menyerupai An She di bawah sana dengan tatapan dingin dan tajam.
"Sui'er apa yang..."
"Pertama, An She tidak pernah memanggilku 'Sui'er'." Yun Yi memotong ucapan orang yang menyerupai An She.
"Apa..."
"Yang ke dua, An She tidak berani memotong ucapan ku." Yun Yi menatap dua orang di bawah sana yang mendongak menatapnya.
"Yang ketiga, setinggi apapun aku berada, atau duduk. An She tidak berani mengangkat kepalanya, dia selalu merasa segan dan hormat."
"An She ku tidak sepertimu." Gumam Yun Yi dengan suara yang hanya bisa ia dengar sendiri.
"Sui'er, apakah ini karena sisi gelap mu? Sampai-sampai kamu sangat tega padaku. Padahal aku yang sudah merawat mu sedari kecil."
Mendengar itu, sudut bibir Yun Yi terangkat, namun bukan menampilkan senyum manis, tapi senyum yang nampak mengintimidasi. "Yang ke empat, An She tidak akan pernah mengungkit-ungkit jasa-jasa nya untuk ku."
"Kau benar-benar sangat berbeda dengan An She ku. Jika kamu ingin berpura-pura menjadi An She, lebih baik kamu selidiki dengan benar bagaimana An She ku."
Aura yang di keluarkan Yun Yi semakin gelap, iris matanya pun menjadi semakin gelap. "Sebelum aku benar-benar marah, lebih baik kamu pergi dari hadapanku." Ujar Yun Yi dengan memejamkan matanya.
"Aku tidak bisa pergi, aku harus memurnikan mu dulu, aku harus menghapus sisi gelapnya kalau kamu ingin pergi ke Desa Aidelwis." An She mengangkat sebelah tangannya. Perlahan, cahaya hijau terang menyelimuti bunga lili yang mengurung Yun Yi.
Mata Yun Yi terbuka, dia menatap dua orang di bawahnya dengan marah. "Aku hanya ingin bertemu dengan An She ku, tapi mengapa kalian malah menghalangi jalanku. Apa susahnya tinggal menyingkir!!"
Boom
Teriakkan Yun Yi membuat bunga yang mengurungnya hancur seketika. Bunga Lili itu benar-benar hancur, saat angin berhembus, kepingan-kepingan bunga yang hancur itu langsung terbang, menjauh dari sana.
Bunga anggrek di belakang telinga Yun Yi merambat ke sisi wajah Yun Yi, dan menumbuhkan sebuah gambar bunga Anggrek lagi, namun kini warna nya menjadi merah.
Entah Yun Yi sadar atau tidak, awan- awan yang ada di sekitarnya mulai berubah warna, menjadi gelap. An She dan Zi Yui tersenyum, entah senyum apa. Namun yang pasti mereka seolah puas dengan tampilan Yun Yi yang seperti ini.
Hiasan-hiasan yang ada di rambut Yun Yi berjatuhan, dan rambut gelombang Yun Yi kini teratai indah. Hanfu Yun Yi berubah menjadi hitam, bahkan kedua cincinyang di berikan Raja Xin pun berubah menjadi hitam.
Sayap hitam di punggung Yun Yi terbuka, dan perlahan tubuhnya melayang saat sayap nya terkepak.
Tiba-tiba, An She dan Zi Yui berubah. An She menjadi siluman rubah berwarna ungu, dan Zi Yu berubah menjadi iblis, tubuh atasnya manusia, tetapi kakinya adalah kalajengking, dia bermata enam dengan masing-masing mata memiliki warna berbeda.
"Yang rendah ini memberi salam pada Hei Sui." Mereka membungkuk hormat pada Yun Yi yang kini menatap kosong ke depan.
"Di mana An She ku?" Tanya Yun Yi, nada bicaranya begitu dingin dan penuh penekannan.
"Dia sedang berada di istana bawah tanah kita Hei Sui." Jawab Iblis kalajengking.
Wush
Sosok Gelap Yun Yi menghilang dari sana. Dan tepat saat setelah Yun Yi menghilang, Bai Shi datang dengan terburu-buru.
"Kalian?!" Bai Shi menatap kaget ke arah dua mahluk di depannya.
Awan menggelap, matahari pun tidak menyindari alam lagi, banyak hewan yang bertingkah aneh, tanaman-tanaman menjadi layu, herbal yang berubah menjadi racun, dan ada dua orang ini di sini. Bai Shi terdiam, ciri-ciri fenomena ini berarti....
"Jangan bilang, Hei Sui bangkit!!"
"Apa kalian memancing Dewi-ku untuk membangkitkan Hei Sui?!"
Rubah ungu hanya diam. Sedangkan iblis kalajengking tersenyum smirk. "Bagaiaman menurutmu?"
Tangan Bai Shi terangkat, menunjuk wajah iblis kalajengking. "Kau! Apakah kau tidak takut kalau orang-orang di istana langit mengincar Dewi lagi?!"
Bai Shi marah, mereka sangat berani membuat Yun Yi membangkitkan Hei Sui. Jika orang-orang di istana langit tahu, mungkin mereka akan mencari keberadaan Yun Yi, dan mungkin kejadian dulu akan terulang kembali.
"Kita sudah seharusnya menuntaskan kesalahpahaman ini. Junjunganku tidak bersalah, semua fakta yang orang bicarakan orang-orang hanyalah fitnahan dari wanita licik itu!" Ujar Rubah ungu dengan wajah merah, karena marah.
"Aku tahu kalian ingin membersihkan nama baik Dewi, tapi dengan kalian membangkitkan Hei Sui, ini malah akan membuat nama Dewi menjadi semakin buruk." Kedua nya hanya diam, mereka menatap Bai Shi dengan mata mencemooh.
"Bai Shi, kami bukan dirimu yang diam menunggu peluang untuk membersihkan nama baik junjungan ku. Kami akan menciptakan peluang itu sendiri, bukan menunggu peluang itu." Ujar Iblis kalajengking.
"Tapi...." Sebelum Bai Shi selesai berucap. Rubah ungu dan Iblis kalajengking menghilang.
Bai Shi menghela nafasnya, ia yakin orang-orang di istana langit sudah menyadari kalau Hei Sui bangkit. Dia harus mencegah mereka menemukan Dewi nya.
Bai Shi mengubah awan-awan hitam menjadi seperti semula. Lalu menabur sebuah bubuk di setiap jejak yang Yun Yi tinggalkan.
"Dewi-ku. Untuk sementara ini, saya hanya bisa melakukan ini saja. Namun, jika saya bisa keluar dari pengawasan Dewi-Dewi itu saya akan melakukan sesuatu yang lebih besar dari ini."
...> > > ✧✧✧ < < <...
Sesuai, dugaan Bai Shi kini orang-orang di istana langit, bahkan orang-orang di dunia langit kini tengah merasa resah.
"Apakah Hei Sui bangkit?"
"Jika memang dia bangkit, apakah dunia akan menjadi kacau?"
"Bagaiamana ini, hewan kontrakku tidak mendengarkan perintahku, mereka terus terdiam."
"Tidak! Bagaimana ini, semua herbal tidak bisa di gunakan."
"Mengapa herbal kini malah menjadi tanaman beracun?"
"Apa yang terjadi? Kemana perginya cahaya matahari?!"
Kegaduhan terjadi di dunia langit, atau mungkin di dunia lainnya juga. Di pasar kita langit, kini banyak kereta kuda yang berhenti, karena kuda-kuda mereka tidak bergerak sedikitpun.
Ada juga beberapa tabib yang tengah meracik ramuan kini harus terhenti karena herbal-herbal yang ada berubah menjadi tanaman racun.
Di istana langit, kini Jian Yang tengah mencari keberadaan Tianzhi. Langkahnya terhenti ketika melihat Tianzhi yang sedang menatap langit dengan wajah sedih, di taman istana langit.
Jian Yang berjalan mendekat ke arah wanita yang ia cintai itu. "Zhi'er." Panggil Jian Yang ketika sudah berada di dekat Tianzhi.
Namun, Tianzhi tidak menanggapinya. Dia masih setia menatap langit gelap, yang kini secara perlahan kembali normal.
"Sepertinya Bai Shi sudah mengetahui ini lebih dulu." Gumam Tianzhi.
...🔸️To Be Continued🔸️...