Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Sama


"Apakah Dewi Cahaya saat ini tengah bersedih?"


Lagi-lagi pertanyaan Yun Yi membuat Raja Xin terdiam. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Jika dirinya berkata bahwa ia tidak bisa pergi ke dunia langit karena dia adalah keturunan naga biru, itu berarti Yun Yi akan tahu kalau suara anak kecil yang di dengarnya adalah suaranya.


Dan ia masih belum siap, jika Yun Yi mengingat masa lalunya. Ia takut di tinggalkan, bahkan di benci. Benar-benar takut.


"Me-mengenai hal itu aku tidak mengetahuinya." Raja Xin mengalihkan pandangannya, ia menarik nafasnya. Mencoba untuk tetap tenang.


"Ah, lagi-lagi aku menanyakan sesuatu yang aneh. Ada apa dengan mulutku sih." Gerutu Yun Yi ketika melihat Raja Xin mengalihkan pandangannya.


'Sepertinya A'Guang tidak suka kalau aku membahas Dewi Cahaya.' Gumamanya dalam hati.


Merekapun memasak dalam keheningan. A'Guang dengan kepalanya yang kosong dan Yun Yi yang merasa tidak enak hati karena membuat Raja Xin bad mood.


Setelah memasak Yun Yi menata makanannya di meja yang tak jauh dari tempat mereka memasak.


"Apa kamu tidak akan makan di luar?" Tanya Raja Xin.


"Kita makan di sini saja supaya tidak terlalu jauh berjalan. Perutku sedari tadi tdak bisa diam." Sahut Yun Yi. Langkah Yun Yi terhenti ketika mengingat posisi Raja Xin.


"Atau apakah kamu tidak seka makan di tempat seperti ini?"


Raja Xin menggeleng. "Tidak. Dulu sebelum mendirikan Kerajaan pun aku biasa makan di mana saja."


Tunggu, tiba-tiba saja Yun Yi teringat akan satu hal. "E... A'Guang."


"Ya ada apa?" Raja Xin menyimpan sup, yang ia bawa, ke meja makan, lalu menatap Yun Yi.


"Aku baru sadar, kalau Kerajaan mu dan Kerajaan yang di dirikan anak di mimpiku memiliki nama yang sama. Dan... Kalau tidak salah, nama kalian pun sama." Yun Yi, memilih tangannya. Entah kenapa tiba-tiba ia merasa gelisah, ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.


Deg deg deg


Jantung Raja Xin berpacu dengan cepat, ia hampir lupa kalau dirinya menyebutkan nama panjang nya tadi.


"Be-benarkah? Ha-ha, K-kenapa bisa ada kebetulan seperti itu ya..." Raja Xin duduk di salah satu meja, ia mengambil air lalu meminumnya hingga tandas.


Yun Yi menautkan alisnya. "Apakah memang kebetulan?" Gumamnya.


"Lebih baik kamu segera makan, sekarang gong pertama¹ hampir di bunyikan." Usul Raja Xin.


"Baiklah."


Yun Yi duuk di dekat Raja Xin, lalu mengambil sumpit. "Makan apa dulu ya..." Matanya menatap semua makanan yang ada di meja makan.


"Ini dulu." Raja Xin mendorong sup teratai ke hadapan Yun Yi.


"Tapi, aku ingin daging..." Yun Yi kembali mendorong semangkuk sup teratai itu.


"Yi'er." Mendengar nada bicara Raja Xin yang menjadi dingin, ada sebuah alarm yang menyala di kepala Yun Yi.


"Baik, baik. Aku akan makan ini dulu." Yun Yi pun mengambil semangkuk sup teratai itu.


Setelah sup habis, Raja Xin menyuapi Yun Yi. Dan Yun Yi hanya perlu membuka mulut, tanpa melakukan apapun. Suasananya sudah kembali seperti semula, Yun Yi yang mencoba untuk tidak membicarakan soal mimpinya. Dan Raja Xin yang mencoba tenang.


Walau begitu pikiran Raja Xin masih tidak bisa tenang. Ia harus segera menemui An She, dan membicafakan tentang Yun Yi.


Setelah nya ia segera menarik Yun Yi untuk segera tidur.


"A'Guang, aku baru saja makan. Jadi jangan langsung tidur ya." Pinta Yun Yi.


Raja Xin mengalah, ia pun bertanya. "Kalau begitu, kamu ingin apa?"


"Aku ingin berkultivasi, tingkat Kultivasi ku masih di tahap Prajurit Orde ke tiga. Dan aku ingin segera naik." Ujar Yun Yi.


Raja Xin memblokir koneksi antara pikiran dan kemampuan Yun Yi menggunakan teknik kunci. Lalu membatin, 'Kau tidak membutuhkan Kultivasi Yi'er, setelah ingatanmu pulih, kau akan menjadi salah satu dari sepuluh Dewi terkuat.'


Yun Yi duduk bersila di atas peraduan, ia memfokuskan diri. Mengoaongkan pikirannya dan mulai menyerap Qi spiritual di sekitarnya.


Raja Xin yang tidak ingin diam, dia memasang jimat di sekitar untuk mengumpulkan dan memurnikan Qi spiritual, lalu menyimpan bunga  Krisan kembar di samping Yun Yi.


"Ku harap dengan ini Kultivasi mu akan mudah." Gumam Raja Xin.


Raja Xin ikut duduk bersila, tapi tidak di peraduan. Dia duduk di salah satu kursi panjang yang ada di kamar ini. Ia memejamkan matanya, ikut berkultivasi.


Entah berapa lama mereka berkultivasi, sekarang cahaya matahari usah mulai terlihat. Dan tepat saat itu Yun Yi membuka matanya, hari ini ia hanya naik sampai Orde ke enam.


"Aku kira aku akan menerobos sampai tingkat selanjutnya." Gumam Yun Yi.


Memang sedikit mengecewakan. Matanya melihat Raja Xin yang masih setia dalam posisi bersila. Ia turun dari peraduan Lalau berjalan ke arah Raja Xin.


Yun Yi memperhatikan Qi spiritual yang terus terserap ke dalam tubuh Raja Xin. "Sangat cepat, bagaimana A'Guang melakukannya yah?"


Yun Yi terus memperhatikan Raja Xin. Wajah Raja Xin yang damai dan tenang membuat pesonanya bertambah beberapa kali lipat.


"Ini sangat tidak adil, mengapa dia nampak begitu mempesona?" Entah memang ada yang salah dengan mata Yun Yi atau memang di sekitar Raja Xin seperti ada cahaya yang terus menyinari seluruh tubuh raja Xin.


Perlahan mata Daja yang terbuka, menampilkan mata hitam yang begitu bersinar.


"Apakah kamu sudah menerobos?" Tanya Raja Xin ketika melihat Yun Yi yang tengah berdiri di hadapannya.


"Ya. Tapi hanya tiga Orde." Ingin sekali Raja Xin tertawa. Gadisnya ini bilang hanya tiga Orde.


Mungkin dia tidak tahu, orang biasa untuk naik satu tingkat saja membutuhkan waktu seharian penuh. Dan Yun Yi yang tidak melakukan Kultivasi selama setengah hati sudah naik tiga Orde.


"Memangnya kamu ingin naik sampai mana?" Tanya Raja Xin.


"Aku ingin naik tingka ke tingkat Jendral." Sahut Yun Yi.


Raja Xin menggeser tubuhnya, lalu menepuk ruang kosong di sampingnya. Yun Yi yang mengerti kode itu, ia duduk di samping Raja Xin lalu bersandar pada tubuh tunangannya itu.


"Tidak usah terburu-buru, jika kamu sabar pasti tidak lama lagi kamu akan naik ke tingkat Jendral." Raja Xin menyimpan kepalanya di atas kepala Yun Yi, mencari kenyamanan.


"Tapi aku ingin segera bisa melakukan teleportasi tanpa menggunakan kekuatan Roh. Jika aku ber-teleportasi menggunakan kekuatan roh, aku hanya bisa melakukannya sebanyak tiga kali. Jika lebih dari itu tubuhku selalu merasa sangat lelah." Turur Yun Yi.


"Bagaimana aku buatkan jimat teleportasi sebanyak mungkin, agar kamu bisa melakukan teleportasi secara berturut-turut?"


...🔸️To Be Continued🔸️...