Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Cemas


Yun Yi merasa aneh saat mendengar Raja Xin meminta maaf padanya.


"Memangnya ada bahaya apa?" Yun Yi bertanya.


"Jika kita lewat jalur selatan, nantinya kita akan melewati wilayah para iblis. Dan pasukan yang biasanya menemaniku untuk melawan iblis kini sedang menjalankan tugas lain. Takutnya kalau kita lewat sana, akan ada banyak orang yang terluka." Jelas Raja Xin, ia mengambil nafas sejenak.


Lalu kembali menjelaskan. "Jika ke barat nantinya kita akan melewati pintu ke dunia siluman. Di dekatnya banyak siluman yang hidup, aku takut akan ada Weiqi, sang raja kalajengking yang suka menyakiti orang lain. Dan jika ke timur di sana kita akan melewati lautan, dan itu akan memakan banyak waktu, dan jalur tercepat untuk pergi ke Kekaisaran Xi adalah jalur ini, jalur utara."


Wanran mengangguk-anggukan kepalanya. "Kalau begitu biar aku memeriksanya dulu, apakah kabur ini aman di lewati atau tidak."


Namun, ketika Wanran akan menaikki kudanya, Raja Xin lebih dulu menyela.


"Tunggu,biar aku saja yang mengeceknya."


Dengan cepat Raja Xin menaikki kudanya.


Tak


Tak


Tak


Semua orang terdiam ketika Raja Xin mulai memasuki hutan yang di penuhi dengan kabut tebal. Yun Yi menatap punggung itu, permintaan maaf Raja Xin masih terngiang di telinganya. Ini pertama kalinya Yun Yi melihat raut wajah Raja Xin yang terlihat sedih.


Yun Yi menengok ke arah Guang Luo yang tengah mengamati kabur yang memenuhi hutan. "Guru, apa anda tidak akan menemani A'Guang?"


Guang Luo menatap Yun Yi, matanya memicing dan sudut bibirnya terangkat. "Kalau kau khawatir kepadanya, seharusnya sedari tadi kau cegah dia agar tidak pergi sendirian." Ucap Guang Luo dengan sedikit menggoda Yun Yi.


Yun Yi mengalihkan pandangannya. Sambil berucap. "Siapa juga yang khawatir. Aku hanya bertanya."


Putri Wang ikutt terkekeh ketika melihat telinga Yun Yi yang me-merah.


"Kau tidak perlu khawatir, Kultivasi Raja Xin sudah sangat tinggi, lalu kekuatan Roh nya pun sudah masuk ke dalam Roh Dewa." Ujar Guang Luo.


Sedangkan di sisi lain, Raja Xin kini tengah mengamati sekitarnya. Kultivasinya memang sudah tinggi, dan ia bisa melihat dengan jelas di kegelapan. Tapi entah kenapa, kabut ini tidak bisa di tembus, seolah ada sesuatu yang menjaganya.


Shen yang mengikuti Raja Xin dari kegelapan kini menghampiri nya. "Raja, hutan ini sangat aneh, tidak terdengar suara hewan apapun, bahkan suara serangga pun tidak terdengar." Ujar Shen, mengungkapkan pikiran nya.


"Lalu ketika saya memeriksa hutan ini kemarin, banyak sekali lumut-lumut yang mulai tumbuh di beberapa pohon. Tapi sekarang pohon-pohon di sini malah terlihat kekurangan air, mereka mulai mengering." Lanjutnya.


"Qi spiritual yang terkandung di sini pun sangat berbeda." Sambung Raja Xin.


Shen terdiam, ia memejamkan matanya lalu merasakan Qi spiritual yang ada di sekitarnya. "Benar, Qi spiritual nya cukup aneh, aku tidak bisa melihat cahaya Qi, bahkan para roh pun tidak ada di sini."


"Apakah termasuk roh pohon?" Mendengar itu Shen mengangguk dengan tegas.


"Itu aneh, roh pohon selalu ada di setiap hutan. Mereka selalu berkeliaran, Raja ini kira hanya Raja ini yang tidak dapat melihat para roh." Tutur Raja Xin.


Raja Xin kembali mengamati sekitar, ia masih belum mendapati sesuatu yang aneh di hutan ini. Hanya kabut ini saja yang terlihat semakin aneh. Ketika tengah melamun, mata Raja Xin membulat.


"Shen tutup hidungmu! Jangan hirup udara ini!"


...> > > ✧✧✧ < < <...


Gong ketiga sudah berbunyi¹, tapi Raja Xin masih belum saja keluar dari hutan. Semua orang menunggu dengan cemas, termasuk Yun Yi.


Sedari tadi ia tidak bisa tenang, terus saja mondar-mandir. Lalu sesekali menatap hutan di depannya.


"JiěJiě, duduklah. Jangan telus mondal-mandil sepelti itu, aku pusing mihatnya." Yu Lin memegang kepalanya, ia benar-benar merasa pusing melihat Yun Yi yang tidak bisa diam.


"Aku tidak ingin duduk." Ucap Yun Yi.


"Yun'er, kau tidak perlu khawatir, Raja Xin pasti akan  baik-baik saja." Ucap Jendral Huang, menenangkan Yun Yi.


"Tapi..."


"Dengar, hutan ini cukup luas, dan Raja Xin pasti perlu waktu untuk menelusurinya. Jadi, kau jangan terlalu cemas." Jelas Wanran.


Yun Yi menarik napasnya, mencoba menenangkan hatinya yang sedari tadi berdetak kencang, ia sedikit memiliki pirasat buruk, bayang-bayang Raja Xin yang terluka melintas di otaknya.


Yun Yi menggeleng kencang, mencoba mengenyahkan pikiran itu.


Kak..


Kak..


Tiba-tiba, dari engah hutan banyak burung gagak yang beterbangan, menjauh dari hutan. Yun Yi yang baru saja tenang, Kemabli di buat cemas.


Ia menatap Wanran, "Kakek..."


Wanran menghela nafas, "Tenanglah, biar Kakek menyusul nya."


Ketika Wanran berdiri, Yun Yi pun ikut berdiri. "Aku akan ikut."


"Tidak!" Tentang Jendral Huang.


"Lebih baik kamu tetap di sini Yun'er." Ujar Guan Yin.


"Tidak, aku tidak bisa diam. Aku ingin ikut menyusul A'Guang." Yun Yi berlari, merebut kuda salah satu prajurit. Lalu Yun Yi menunggangi kudanya dengan kecepatan tinggi.


"Yun'er!!"


"Tck." Wanran berdecak, ia segera menaikki kudanya lalu menyusul Yun, di ikuti Guang Luo dan Jendral Huang.


Ketika Qiou Yue akan ikut...


"Kau diam di sini, jaga adik-adik mu." Ujar Jendral Huang, dengan suara tajam.


Yun Yi menatap kabur itu, tapi ketika dia akan memasuki hutan. Zisè tiba-tiba muncul.


"Xiăo Jiě, anda tidak boleh masuk ke dalam!"


"Zisè, menyingkir." Yun Yi menatap Zisè tajam.


"Tidak, saya tidak akan membiarkan Anda masuk. Xiăo Jiě kabut ini hampir sama dengan kabut yang pernah di buat pendiri Klan Rubah ekor sembilan dulu. Sepertinya salah satu keturunan Rubah mempelajari teknik yang di buat pendiri Klan Rubah ekor sembilan. Jika Xiăo Jiě masuk, saya takut terjadi sesuatu yang buruk." Papar Zisè.


Bukannya takut, Yun Yi malah semakin mengkhawatirkan Raja Xin. "Kalau begitu, aku harus segera bergegas menyusul Raja Xin."


"Tunggu Xiăo Jiě. Jika Xiăo Jiě ingin masuk, tolong dengarkan penjelasan saya." Zisè pasrah, ia harus membiarkan Yun Yi masuk, tapi ia tidak akan membiarkan Yun Yi masuk ke dalam kabur tanpa adanya persiapan.


"Jelaskan." Ujar Yun Yi dingin.


"Xiăo Jiě, kabur ini adalah duplikat dari kabut ilusi yang pernah di buat pendiri Klan Rubah ekor sembilan, efeknya akan membuat orang yang menghirupnya menjadi gila dan haus darah. Dia akan membunuh orang yang di lihatnya, atau bisa saja membunuh dirinya sendiri."


Zisè melayang, menghampiri Yun Yi, lalu berucap. "Pertama-tama, anda telanlah pil ini." Zisè menyerah pil berwarna ungu.


"Dan jika anda bertemu Raja Xin, anda harus memeriksanya dulu, apakah dia menghirup racun dari kabut ini atau tidak."


"Kalau terhirup bagaimana?"


...🔸️To Be Continued🔸️...


Note 📝 :



Gong ke tiga \= siang hari.