Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Gua ular hitam


"Dewi, bolehkah saya mengatakan sesuatu?" Tanya An She sedikit ragu-ragu.


"Apa?" Yun Yi menatap An she dengan penuh tanya.


"Begini, awalnya saya mengira, anda akan menghampiri kamu dengan wujud sejati Dewi, akan tetapi...saya tidak mengira, anda akan datang sebagai Hei Sui." Ujar An She.


Yun Yi menganggukkan-anggukkan kepalanya. "Ini karena dua makhluk itu." Ujar Yun Yi ketika mengingat siluman Rubah ungu dan Iblis kalajengking.


"Mahluk?" Alis An seh bertaut.


"Siluman rubah ungu dan Iblis kalangking. Awalnya aku akan pergi ke istana ku dengan sebagai Yun Yi. Akan tetapi mereka malah menghalangi jalanku, dan itu membuatku kesal sekaligus marah. Jadinya, sekarang aku jadi seperti ini." Jelas Yun Yi.


'Siluman rubah ungu dan Iblis kalajengking? Mungkinkah mereka Wei bersaudara?' Duga An She.


"An She!" An She tersentak, kaget. Ketika Yun Yi menepuk pundaknya cukup kencang, dan memanggilnya dengan lantang.


"Ya? Ada apa, Dewi?"


Yun Yi menggeleng, awalnya. Lalu ia bertanya. "Tidak. Hanya saja, mengapa, kamu tiba-tiba diam?"


"Ah?! Saya tadi hanya terpikirkan sesuatu." An she tersenyum kaku.


"Apa itu?" Tanya Yun Yi penasaran.


Melihat mata Yun Yi yang seperti itu, An She mencoba menghindarinya. "Hanya sebuah hal kecil." Kakinya melangkah mundur.


Melihat An She yang sepertinya enggan untuk memberitahukan apa yang tengah di pikirkan nya. Yun Yi mengalah, ia mengangguk saja, tidak berniat bertanya kembali.


Mata Yun Yi mengamati bunga-bunga yang ada di depannya. Semuanya adalah bunga kesayangannya, mau itu di kehidupan pertama, di zaman modern sampai saat ini pun.


"Seperti biasanya, mereka selalu nampak indah dan segar." Gumam Yun Yi. Walau suara Yun Yi agak kecil, tapi An she masih dapat mendengarnya. Kurva tipis terbentuk di sudut bibirnya, ia senang ketika Dewi-nya ini menatap bangga pada hasil kerja kerasnya.


"Ah ya." Tiba-tiba Yun Yi teringat akan satu hal.


An She menunggu ucapan Yun Yi selanjutnya.


"An She, apakah tempat tapaku dulu masih di jaga dengan baik?" Tanya Yun Yi.


Untuk beberapa saat An She terdiam, tapi setelah beberapa waktu kemudian An She mengerti dengan yang di maksud Yun Yi.


"Apakah maksud anda gua ular hitam?" Tanya An She.


Yun Yi mengangguk, membenarkan, sebuah senyum kecil tampil di wajahnya.


"Tentu saja masih, kalau anda ingin ber-kultivasi, mari saya antar ke sana." An She berdiri menyamping, mempersilahkan Yun Yi untuk berjalan di depan.


Namun, setelah sekitar sebelas langkah, An She berhenti. "Dewi-ku, apakah anda akan langsung ber-kultivasi? Apakah tidak ingin beristirahat terlebih dahulu?" Tanya An She ketika dirinya teringat, kalau Yun Yi baru saja tiba di istana bawah ini.


Yun Yi menggeleng, lalu berucap. "Tidak, aku ingin ber-kultivasi saja. Lagi pula aku tidak terlalu lelah."


Mereka pun berjalan meninggalkan taman kecil itu, lalu seekor ular putih dengan mata ungu keluar dari sela-sela bunga.


"Ternyata anda sudah dapat berubah ke wujud ini. Saya merasa senang, juga merasa takut. Saa harap, orang-orang dari dunia langit tidak bertindak cepat."


...> > > ✧✧✧ < < <...


Di sisi lain, Raja Xin yang tadinya tengah mengistirahatkan diri tiba-tiba membuka matanya.


"Xiao'er, dalam bahaya." Tanpa mempedulikan rasa lelahnya, Raja Xin segera pergi mencari Shen.


"Berhenti!" Titahnya pada prajurit yang tengah berpatroli.


Pengawal itu dengan patuh berhenti, lalu berjalan mendekati Raja Xin. "Yang rendah ini memberi salam pada Raja."


"Bangun."


Setelah perajurit itu berdiri, Raja Xin langsung bertanya. "Apa kamu tahu di mana keberadaan Shen?"


"Ijin menjawab yang mulia. Tadi tuan Shen sedang berada di tempat pelatihan, melatih prajurit baru." Jawab prajurit itu dengan cepat.


Tanpa mengatakan apapun, Raja Xin sebers melesat dengan cepat menuju tempat pelatihan. Dia mengitari lapangan dan masih belum menemukan Shen.


"Di mana manusia itu di saat genting seperti ini." Geram raja Xin dengan wajah merah, mungkin karena kesal, atau malah mungkin marah.


"Salam pada Raja." Prajurit-prajurit yang melihat atau berpapasan dengan Raja Xin langsung memberi salam.


"Di mana Shen?" Tanya Raja Xin ketika tak kunjung menemukan keberadaan salah satu tangan kanan nya itu.


"Tadi di..." Salah satu prajurit hendak menjawab, ketika Shen muncul entah dari mana, memotong ucapan prajurit itu.


"Saya di sini yang mulia." Shen menekuk lututnya, serta menundukkan kepalanya.


"Kemana saja kau?!" Tanya Raja Xin dengan nada dingin.


"Saya baru saja memeriksa keadaan sekitar, yang mulia."


Raja Xin menarik napasnya sejenak, mengontrol rasa kesal yang timbul di hatinya.


"Shen, surun Xio atau Xui untuk mengerjakan pekerjaan ku. Dan suruh Jui untuk menggantikan tugasmu di istana, kau ikut dengan Raja ini untuk sebuah tugas." Titah Raja Xin.


"Baik yang mulia." Detik itu juga Shen menghilang dari hadapan Raj Xin.


Setelah perginya Shen, Raja Xin berbalik lalu pergi menuju istana naga nya.


"Aku harus membawa beberapa harta langka untuk menyembunyikan keberadaan Xiao'er." Gumam Raja Xin di sela-sela larinya, menggunakan Qinggong.


...> > > ✧✧✧ < < <...


Kini Yun Yi baru saja membuka matanya, setelah seharian penuh ber-kultivasi di gua ular hitam. Dia bukan berkultivasi dengan mengisi dantian nya. Melainkan Yun Yi berkultivasi untuk meningkatkan kemampuan nya sebagai Hei Sui.


Setelah ingatannya hilang, Seara otomatis kekuatan nya sebagai Hei Sui juga hilang. Maka dari itu ia ber-kultivasi di gua ini untuk mengisi kembali energi gelapnya.


Namun, energi gelapnya ini sangat berbeda dengan Qi spiritual kegelapan, energi gelap iblis pun berbeda. Energi gelap dari sisi gelap seorang Dewi atau Dewa di anggap sebagai energi gelap paling pekat dan kuat. Namun, kelemahannya adalah, energi gelap ini sangat sulit untuk di kontrol, dan itu menyebabkan daya serang dari energi gelap tidak sekuat yang seharusnya.


Yun Yi menyunggingkan senyuman nya. Dia merasa senang saat energi gelapnya kini meningkat sampai tingkat ke tiga tertinggi, untuk ukuran energi gelap seorang Dewi. Ini adalah pencapaian yang tidak ia perkirakan sebelumnya, namun ia sangat senang.


"Dengan ini, aku dapat menghadapi wanita itu dengan tenang."


Ya, Yun Yi kini telah mengingat tentang pertarungan antara dirinya dan Shi Wen, ia ingat ketika dulu Shi Wen terluka parah, karena kekuatan dari sisi gelapnya. Itu berarti, jika Shi Wen datang untuk mencarinya, dan kembali mengajukan sebuah pertarungan, Yun Yi tidak perlu menolak, karena secara perlahan kekuatan dari sisi gelapnya mulai kambali seperi semula.


"Sekarang aku tidak peduli lagi jika di anggap penghianat oleh orang-orang itu. Aku sudah sangat lelah menjelaskan semuanya, dan jika aku Kemabli menjelaskan nya seperti dulu, aku yakin mereka masih tetap tidak akan percaya."


...🔸️To Be Continued🔸️...