Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Harimau Putih


"JiěJiě! Menjauh dari sana!" Wang Lan beeteriak.


Yun Yi mendongak, matanya melotot keget. 'Harimau!' Batin Yun Yi berteriak.


Dengan segera Yun Yi menciptakan pelindung di sekitar Mei Liu menggunakan sulurnya.


Grr


Harimau itu menggeram ketika mangsanya menghilang. Dia menatap Yun Yi dengan garang.


'Yun Yi, Harimau ini bukan hewan Spiritual tingkat rendah. Di lihat dari pola di keningnya, dia hewan spiritual tingkat kuning bintang tujuh.' Zisè berucap.


Kening Yun Yi berkerut. 'Bukankah hewan spiritual tingkat kuning termasuk hewan spiritual tingkat atas, mengapa dia bisa berada di sini?'


Yun Yi melompat menghindari serangan Harimau itu. Harimau itu menggeram karena serangannya tidak mengenai Yun Yi. Ia melompat, mengarahkan cakarnya yang mengeluarkan asap hitam.


Yun Yi lagi-lagi menghindari serangan itu. Dan harimau itu lagi-lagi menyerang Yun Yi. Dan terjadilah perkelahian antara Yun Yi dan Harimau itu, walau harimau itu terus menyerang Yun Yi menggunakan cakar dan giginya. Namun, harimau itu tidak menyerang Yun Yi menggunakan Qi spiritual nya.


'Xiăo Jiě, Harimau ini sangat aneh. Mengapa dia tidak menyerangmu menggunakan Qi spiritual nya. Padahal, biasanya Hewan spiritual setingkat nya selalu menyerang lawannya menggunakan Qi spiritual.' Zisè yang sedari tadi memperhatikan Harimau itu merasa aneh.


Ketika Zisè tengah memikirkan keanehan Harimau itu, tiba-tiba Harimau itu terkapar di tanah. Ada asap hitam yang keluar dari tubuh Harimau itu.


Bruk


"Kenapa dia?" Yun Yi menatap Harimau itu dengan bingung.


Yun Yi maju, menghampiri Harimau itu. Hidung nya mencium sesuatu yang aneh, baunya seperti bunga dandelion dan bunga Poppy.


"Tunggu, bau bunga Poppy ini agak aneh. Sepertinya bunga Poppy ini belum pernah aku temukan." Yun Yi memgang tangan Harimau itu.


Ada sesuatu yang aneh yang mengalir di dalam aliran darah Harimau itu. "Pakah ini racun?" Gumam Yun Yi.


'Xiăo Jiě Harimau ini terkena racun aneh yang belum pernah aku lihat.' Zisè berucap.


"Racun?" Monolog Yun Yi.


'Zisè apakah kamu bisa memberiku pil penyembuh?'


'Baik.'


Yun Yi mengambil satu botol porselen dari Cincin ruangnya. Ia mengeluarkan satu pil, lalu memberikannya pada Harimau itu.


Tak lama, Harimau putih itu membuka matanya. Mata yang tadinya berwarna hitam kini berubah menjadi mata biru tua yang sangatlah indah.


"Manusia, aku sangat berterimakasih karena kau telah menolongku."


Mata Yun Yi membulat, matanya menatap ke sekitar, mencari asal suara. "Siapa yang berbicara?" Gumam Yun Yi.


"Ke mana kau menatap. Aku yang berbicara. Hewan yang telah kau tolong." Suara itu kembali terdengar di teling Yun Yi.


Yun Yi menatap Harimau di depannya yang juga tengah menatap dirinya. "A0akah aku berhalusinasi?" Gumam Yun Yi.


"Tidak, kau tidak berhalusinasi." Lagi, suara itu lagi-lagi terdengar oleh Yun Yi.


"Apakah kau benar-benar berbicara?" Yun Yi menatap ke arah Harimau itu tidak percaya.


Harimau di depan Yun Yi mengangguk. Yun Yi masih tidak percaya, tapi dia benar-benar mendengar suara nya, jadi mau tidak mau ia harus percaya.


Mata Yun Yi kembali ke arah Harimau putih itu. "Kenapa kau menyerang kelinci tadi?" Tanya Yun Yi.


Harimau putih menggeleng. "Aku tidak tahu. Entah kenapa aku tiba-tiba ingin menyerangnya begitu saja." Ujar Harimau putih.


Alis Yun Yi terjalin. "Mana mungkin kau melakukannya begitu saja tanpa suatu alasan." Ucapnya tidak percaua dengan ucapan Harimau putih.


"Aku benar-benar tidak tahu. Tanpa ku sadari tubuhku bergerak begitu saja." Harimau itu mencoba meyakinkan Yun Yi.


"Apa yang sebelumnya kau makan?" Tanya Yun Yi. Ia teringat dengan bau bunga dandelion dan bunga Poppy pada tubuh harimau putih itu tadi.


"Aku hanya memakan ikan-ikan kecil di pinggir sungai." Sahut Harimau putih.


"Boleh antarkan aku ke sana?" Yun Yi ingin mencari tahu apa penyebab Harimau putih itu menyerang kelinci kecil.


Harimau putih mengangguk. Ia berjalan dan di ikuti oleh Yun Yi. Mei Liu dan Wang Lan yang juga penasaran, mereka juga mengikuti langkah Yun Yi.


Sesampainya di pinggir sungai, Harimau itu berhenti di dekat batu yang cukup besar.


"Aku memakan ikan yang berhasil aku tangkap di atas batu ini. Ikan-ikan di sini adalah Hewan Spiritual yang baru saja lahir, biasanya mereka akan bwrenanv menuju lautan lepas uang cukup jauh dari sini." Jelas Harimau putih, salah satu kakinya menunjuk ikan-ikan seukuran telapak tangan orang dewasa yang berwarna oranye.


Yun Yi pun menangkap ikan-ikan itu. 'Zisè apakah ikan ini berbahaya untuk di amkan?' tanya Yun Yi.


'Tidak. Sebaliknya, ikan itu bagus untuk di makan.' di dalam ruang Zisè menggeleng kecil.


Yun Yi kembali melihat ke arah Harimau putih. "Apakah ini pertama kalinya kamu makan ikan-ikan ini?"


Harimau putih menggeleng. "Ikan ini adalah salah satu makanan favorit ku di hutan ini." Ujar Harimau putih.


Mata Yun Yi menatap ke arah batu besar yang berada di dekat Harimau putih. "Lalu apakah kamu serig memakan ikan di atas batu itu?" Tangan Yun Yi menunjuk batu itu.


Harimau putih menoleh ke arah batu. Lantas menggeleng. "Ini pertama kalinya, pada hari kemarin tidak ada batu ini. Dan entah dari mana asalnya, tiba-tiba batu ini ada saat aku akan mencari ikan." Jelas Harimau putih.


Yun Yi mengangguk, ia melangkah mendekati batu itu. Tangannya mengusap pingguran batu, pelan. 'Seperti batu pada umumnya.' Batin Yun Yi.


Namun, ketika Yun Yi mengusap lumut yang menempel pada baru tersebut, ada sensasi aneh yang Yun Yi rasakan.


"Ada yang salah dengan lumut ini." Gumam Yun Yi.


'Xiăo Jiě, voba alirkan kekuatan Roh milik Xiăo Jiě ke mata. Lalu lihat apa yang aneh dengan lumut ini.' Ucap Zisè.


Yun Yi pun mengangguk. Ia mengalirkan Kekstan Roh nya ke mata.


Mei Liu yang berduri tak jauh dari Yun Yi mengerutkan keningnya. "Apnha yang salah?"


Mei Liu maju, dia berdiri di samping Yun Yi lalu mengamati lumut yang tumbuh di beberapa bagian batu tersebut.


Ketika Mei Liu hendak memegang nya. "Jangan di sentuh!"


Tangan Mei Liu melayang di udara, ia menatap Yun Yi dengan bingung. "Kenapa?" Tanyanya dengan alis terangkat.


"Ini hanya spekulasi ku saja, sepertinya lumut ini adalah salah satu tanaman beracun. Di lihat dari struktur selnya, lumut ini sangat berbeda dengan lumut pada umumnya." Ujar Yun Yi.


"Struktur selnya?" Alis Mei Liu semakin bertaut, tidak mengerti dengan kosa kata yang di ucapkan Yun Yi.


...🔸️To Be Continued🔸️...