
"Keluar kau!!"
Atmosfer di sekitar Yun Yi menjadi dingin.
Wush
Ada bayangan hewan yang melintas, Yun Yi turun dari kudanya, lalu mengeluarkan belatinya.
"Jangan hanya bersembunyi. Keluar! Dan hadapi aku." Yun Yi kembali berteriak.
Srak
Se-ekor rubah dengan bulu berwarna oranye keluar dari semak semak.
"Grrr." Dia menggeram.
"Muncul juga kau, rubah s**l*n!" Yun Yi maju, menyerang rubah itu.
Rubah itu juga tidak tinggal diam, dia menyerang balik Yun Yi menggunakan cakar tajamnya.
Tring
Suara beradunya belati Yun Yi dan cakar rubah itu berbunyi nyaring.
Yun Yi mengeluarkan sulurnya, mencoba membelit kaki rubah itu. Tapi dengan cepat rubah itu mengeluarkan api dari mulutnya lalu membakar sulur Yun Yi.
"Kau membuatku marah." Yun Yi menggeram, ia akan pergi mencari Raja Xin tapi rubah ini malah memasang ilusi di sini.
'Sepertinya dia bukan rubah yang memasang kabut ini.' Batin Yun Yi setelah mengamati rubah itu secara seksama.
Karena Yun Yi tidak dapat melihat tingkatan hewan di depannya. Itu berarti rubah ini bukan hewan spiritual melainkan siluman.
"Sepertinya kau adalah rekan dari siluman yang memasang kabut ini." Ujar Yun Yi.
Tiba-tiba rubah itu berubah menjadi manusia dengan telinga dan ekor rubah.
"Apakah kau sedang mencari JiěJiě ku? Kalau benar, aku tidak akan membiarkan mu menemukannya."
Siluman rubah itu maju, menyerang Yun Yi. Tentu saja Yun Yi menangkisnya lalu membalikkan serangan.
Buk
Buk
Dan terjadilah adu tinju, namun terkadang Yun Yi akan menggunakan belatinya dan siluman rubah itu akan memperpanjang kukunya.
Tring
Belati Yun Yi bergetar saat menahan serangan rubah itu. Dengan sekuat tenaga Yun Yi menghempaskan siluman rubah.
'Kalau begini terus pastia kan membuang banyak waktu, aku harus segera menyelesaikan nya, aku harus mencari A'Guang.'
Sebuah ide melintas di kepala Yun Yi. Ia mengeluarkan sulurnya, membuat sebuah cambuk, lalu mengalirkan elemen apinya pada cambuk sulur itu.
Yun Yi melayangkan cambuk nya ke arah siluman rubah, ini pertama kalinya ia menggunakan cambuk lagi setelah sekian lama.
Ctas
Siluman rubah mundur beberapa langkah untuk menghindari serangan Yun Yi. Awalnya mata siluman rubah berwarna hitam, akan tetapi, sekarang warna nya berubah menjadi jingga.
Muncul api dari kedua tangannya, lalu menembakkannya ke arah Yun Yi.
Yun Yi menangkisnya menggunakan cambuk api. Lalu kembali menyerang siluman rubah.
Perlahan api menyebar ke pohon-pohon yang tak jauh dari area bertarung. Ketika api Yun Yi dan api siluman rubah menyatu di satu pohon, perlahan kabut mulai hilang.
Yun Yi yang menyadari hal itu segera memanfaatkan siluman rubah. 'Beruntung dia masih belum sadar.' Batin Yun Yi.
Wuss
Sudah pohon kelima yang terbakar oleh api Yun Yi dan siluman rubah. Kabut di sekitar mereka menghilang sepenuhnya. Dan siluman rubah menyadari hal itu.
"S**l*n! Bagaimana bisa?!" Siluman rubah mengibaskan ekornya untuk memadamkan api, tapi bukan nya padam, api itu mulai merayap ke pohon-pohon yang lainnya.
Melihat itu Yun Yi tersenyum, ia memadamkan api di cambuknya lalu menggantinya dengan api yang ada di pohon.
Yun Yi berlari, membakar pohon lainnya.
"Hei, jangan lari!"
Teriakan siluman rubah Yun Yi abaikan. Ia masih terus menyebarkan api itu pada pohon lain.
Meninggalkan kudanya, Yun Yi berlari menggunakan Qinggong nya ke dahan pohon yang satu ke pohon satunya lagi.
Cambuknya ia dekatkan dengan pohon, menyebarkan apinya.
"A'Guang tunggu aku." Gumam Yun Yi.
Di sisi lain, Raja Xin dan Shen kini tengah melawan sekelompok serigala, atau lebih tepatnya siluman serigala.
Dalam hal kekuatan Raja Xin dan Shen memang menang, tapi mereka kalah jumlah. Dan akibat kabut ini mereka tidak bisa mengerahkan semua kekuatan mereka, karena seperti ada sesuatu yang menyegel qi spiritual dan kekuatan Roh mereka.
"Shen, apa kau merasakan aura siluman lain di tempat ini?" Tanya Raja Xin di sela-sela pertarungan.
"Tadi ada, tapi sekarang sudah tidak ada." Sahut Shen.
Wush
Raja Xin terdiam ketika melihat sebuah cahaya yang tak jauh dari tempatnya berdiri. "Apakah itu... Api?" Gumam nya.
Semakin lama, cahaya itu semakin terang dan besar. Mata Raja Xin membulat ketika orang yang ia kenal turun dari salah satu pohon. Di tangannya terdapat cambuk dengan api berkobar. Ia melihat ke belakang punggung Yun Yi.
Pohon yang di lewati Yun Yi perlahan-lahan terbakar, ketika api semakin besar, secara perlahan kabut itu menghilang. Sekarang Raja Xin mengerti mengapa Yun Yi datangdengan cambuk api.
Raja Xin merasa aneh ketika Yun Yi hanya diam saja. "Yi'er, ada apa?"
"Kamu terluka." Raja Xin spontan menunduk, menatap Hanfu lengan nya sobek dan ada bekas darah yang mulai mengering.
"Tidak usah khawatir, ini hanya luka gores." Ujar Raja Xin.
Ctas
Raja Xin terkejut ketika Yun Yi mengarahkan cambuk ke arahnya, matanya mengerjap lu berbalik dan mendapati seekor siluman serigala yang sudah terkapar dengan bekas cambukan yang terlihat dalam di area keningnya.
"Bukankah kamu hebat, lalu kenapa tidak menyadari kalau ada yang berniat menyerangmu." Ucap Yun Yi dengan sedikit ejekan.
Raja Xin tersenyum, "Maaf, mungkin karena lelah jadinya aku tidak terlalu fokus."
Yun Yi mendengus, merasa jengkel mendengar perkataan Raja Xin. "Sepertinya hari ini kamu suka mengucapkan kata maaf."
"Ah? Begitu..." Raja Xin menggaruk tengkuknya, ia merasa aneh dengan situasi ini. Yun Yi terlihat masih marah padanya, tapi dia juga melihat ke-khawatiran di matanya.
"Berbalik dan lawan seirgala itu." Mendenga nada perintah dari ucapan Yun Yi, Raja Xin segera berbalik lalu membantu Shen untuk melawan para siluman serigala.
Tentu saja Yun Yi juga membantu, ia tidak mungkin diam saja kan?
Berkat cambuk api Yun Yi, para siluman serigala berlari terbirit-birit. Setelahnya, Yun Yi kembali menyebarkan api ke pohon-pohon sekitar, guna menghilangkan kabut.
"Yi'er, apa kamu akan menyebarkan api itu ke seluruh hutan?" Tanya Raja Xin ketika ia sampai di dekat Yun Yi.
"Ya." Yun Yi menjawab singkat.
Raja Xin mengadakan angannya, "Kalau begitu berikan padaku, biar aku sebarkan dengan Qi spiritual ku." Pintanya.
Karena tangan Yun Yi sudah terasa sangat panas, ia pun menyerahkan cambuk itu pada Raja Xin. Setelah Raja Xin menerima ambuk itu, ia mengeluarkan sebuah jimat, lalu menulis pola rumit menggunakan Qi spiritual.
Setelah pola rumit itu hampir memenuhi kertas jimat, Raja Xin menempelkannya pada cambuk. Dan acmbuk itu menghilang, dan secara tiba-tiba seluruh pohon terbakar. Tapi anehnya, ketika pi itu terkena ke kulit Yun Yi, ia tidak merasakan apapun.
Alis Yun Yi terngkat. 'Bagaimana bisa?' batinnya.
"Apakah kamu ingin mempelajarinya?"
...🔸️To Be Continued🔸️...