
Mendengar itu, Yun Yi kini berjongkok di depan salah satu tanaman yang seperti bunga teratai. Tapi sepertinya bukan teratai, karena tanaman ini tidak hidup di atas air, melainkan tumbuh subur di atas tanah.
"Wang Lan apakah kamu tahu nama tumbuhan ini?" Tanya Yun Yi, matanya masih fokus menatap bunga yang sepertinya baru saja mekar. Bentuk daun hingga bunga nya benar-benar seperti teratai, bahkan biji-biji nya pun sama persis.
"Jangan bertanya padaku, aku pun tidak tahu nama tanaman itu. Kata Feng Jun, tanaman di hutan ini hanya Kaisar Wu dan calon Kaisar saja yang tahu." Ujar Wang Lan.
Mendengar nama 'Feng Jun', Yun Yi merasa tidak asing dengan nama itu. 'Sepertinya aku pernah mendengarnya di suatu tempat.' Yun Yi membatin.
"Siapa Feng Jun?" Yun Yi bangkit, lalu berdiri menghadap Wang Lan.
"Dia adalah Pangeran pertama dari Kekaisaran Wu ini. Masa kau tidak mengetahuinya." Ujar Wang Lan. Ia merasa aneh, kenapa Yun Yi tidak tahu dengan Pangeran pertama.
"Pangeran pertama? Putra Mahkota?" Gumam Yun Yi.
Wang Lan menggelengkan kepalanya. "Bukan Putra Mahkota, dia itu Pangeran pertama. Yang menjadi Putra Mahkota adalah pangeran kedua." Jelas nya.
Yun Yi mengangguk saja. Ia kembali menggali ingatannya, ia benar-benar seperti pernah mendengar nama itu, tapi di mana?
Wushh
Yun Yi merasakan hembusan angin yang cukup aneh, ia berbalik, mengamati sekitar. Namun, tidak ada apapun. Hanya pepohonan yang tumbuh tinggi, dan tumbuhan yang berbentuk aneh.
Yun Yi terus mengamati sekitar, sehingga membuat Wang Lan dan Mei Liu keheranan.
"Xiăo Jiě Huang. Kamu sedang mencafi apa?" Tanya Mei Liu.
"JiěJiě, apakah kamu merasa ada yang aneh dengan hembusan angin di sini?" Bukannya menjawab, Yun Yi malah kembali bertanya.
Alis Mei Liu mengkerut, ia menatap sekitar, lalu mulai merasakan hembusan angin di sini. "Sepertinya begitu. Hembusan anginnya seperti di buat, tidak alami." Tutur Mei Liu.
Wang Lan yang mendengar itu ikut merasakan hembusan angin di sini. Tiba-tiba mata nya membola, ia teringat akan satu hal.
"Gawat, aku lupa memberi tahu, kalau di hutan ini banyak tumbuhan ilusi!" Karena panik, Wang Lan tak sengaja berucap begitu keras. Sampai-sampai beberapa burung yang tadinya hinggap di dedahanan, kini terbang menjauh.
"Kenapa kau harus lupa, astaga." Mei Liu pun ikut panik, ia merogoh sesuatu dari lengan Hanfunya.
"Kalian makanlah ini." Mei Liu menyodorkan sebuah pil berukuran sangat kecil berwarna hitam.
Yun Yi mengambil pil itu, matanya menatap aneh pada pil kecil. "Pil apa ini?"
"Pil untuk melindungi kita dari ilusi. Cepat makan saja." Titah Mei Liu.
Yun Yi melirik Wang Lan yang langsung menelan pil hitam, dengan agak terpaksa Yun Yi pun menelan pil itu, tanpa air.
"Ugh, rasanya aneh." Yun Yi memeletoan lidahnya, rasanya pait namun juga seperti asam, Yun Yi tidak suka pil ini.
"Jangan mengeluh, ini juga demi kebaikan mu." Setelah melihat Yun Yi dan Wang Lan meminum pil itu, Mei Liu bernafas lega.
"Kita harus bergegas keluar dari hutan ini, dan cari Hewan spiritual tingkat kuning." Ujar Wang Lan.
Yun Yi mengangguk setuju, ia khawatir akan terjebak oleh ilusi. Di dunianya dulu, walau ia sering menghadapi musuh kuat, tapi tidak ada ilusi. Jadi, Yun Yi harus menghindar dari sesuatu yang tidak tentu berdampak baik atau buruk baginya.
Mereka pun lantas segera bergegas pergi dari tempat ini. Namun, Yun Yi kira ia akan sampai di tingkat tiga dengan mudah seperti tadi, tapi perkiraannya salah.
Di tengah jalan, tiba-tiba ada sebuah akar pohon yang mencuat, keluar dari tanah.
"Wang Lan awas!" Yun Yi berteriak kala, akar pohon itu malah melayangkan dirinya ke arah Wang Lan.
Wang Lan dengan cepat menghindar.
Suara benturan antara tanah dan akar tadi begitu kencang, sampai menimbulkan goncangan kecil.
Mei Liu menghampiri Wang Lan, ia menatap penuh cemas pada adik nya. "Xiăo Wang, apakah kamu baik-baik saja?" Tanya-nya khawatir.
"Ya aku-"
Ucapan Wang Lan terhenti ketika akar pohon itu kembali menyerang ke arahnya. Dengan cepat Wang Lan dan Mei Liu bergeser ke samping.
Yun Yi tidak ingin diam ketika akar pohon itu kembali menyerang. Ia segera berlari, lalu memberikan serangan pada akar pohon itu menggunakan elemen apinya.
Wush
Elemen api Yun Yi mulai membakar habis akar pohon itu. Jika Yun Yi bernafas lega karena akar pohon itu telah lenyap, beda halnya dengan kedua saudara Gu, Wang Lan dan Mei Liu. Mereka melotot kaget ketika api yang di keluarkan Yun Yi langsung membakar habis akar pohon itu.
"Apakah kalian tidak apa-apa?" Yun Yi bertanya ketik sudah dekat dengan mereka.
Mei Liu mengangguk. Ia masih kaget dengan api yang di keluarkan Yun Yi.
"Xiăo Jiě Huang, elemen api mu tingkat apa?" Tanya Wang Lan ketika tersadar dari kekagetannya.
"Tingkat? Apa maksudmu?" Yun Yi mengerutkan alisnya, tidak paham dengan pertanyaan yang Wang Lan ajukan.
"Apakah kamu tidak pernah mencari tahu tentang detail Elemen mu?" Kini giliran Mei Liu yang bertanya.
"Tidak. Memangnya harus?" Yun Yi menatap penuh tanya, Mei Liu yang melihat itu memijat keningnya pelan.
"Memang tidak harus, tapi jika kamu sudah tahu detail Elemen mu, mungkin kau akan merahasiakan kemampuan Elemen itu." Ucapan Mei Liu bukan membuat Yun Yi paham, tapi malah membuat Yun Yi semakin bingung.
Ia menggaruk tengkuknya, "Aku tidak mengerti."
"Apakah kau mempunyai guru?" Tanya Wang Lan tanpa embel-embel Xiăo Jiě.
Yun Yi menganggukan kepalanya. "Ada."
"Kalau begitu, coba minta padanya untuk mencari tahu detail Elemen mu." Tutur Wang Lan.
"Ya, baiklah. Akan ku lakukan lain kali." Ujar Yun Yi.
Yun Yi kembali melihat ke arah akar yang sudah menjadi abu. "Sebenarnya dari mana asal akar ini?" Gumam Yun Yi.
"Kita harus mencari tahu. Entah kenapa aku merasa ada yang salah dengan Hutan ini. Di tingkat pertama kita menemukan batu yang aneh. Lalu sekarang, ada akar yang muncul entah dari mana. Padahal tahun sebelumnya tidak ada ke dua hal ini." Ujar Wang Lan. Ia ikut memperhatikan abu akar itu.
"Jadi pada tahun sebelumnya tidak ada atu lumut dan akar ini?" Yun Yi pun sekarang menjadi merasa ada yang salah.
Mei Liu hanya terdiam tidak ahu harus apa. Ia hanya ikut memperhatikan abu akar seperti yang di lakukan Yun Yi dan Wang Lan.
Ketika angin berhembus, menerbangkan sebagian abu akar, mata Wang Lan membulat ketika ia menemukan sebuah kristal kecil berwarna merah, yang ada di dalam abu.
Wang Lan berjongkok lalu mengambil keristal kecil itu. "Sepertinya aku pernah melihat kristal ini." Gumam Wang Lan.
"Kristal apa itu?" Tanya Yun Yi.
"Sebentar biar aku ingat-ingat terlebih dulu." Wang Lan mencoba mengingat di mana ia menemukan kristal ini.
"Tunggu, bukankah ini..."
...🔸️To Be Continued🔸️...