
Yun Yi berjalan keluar dari gua, di depan mulut gua. Sudah ada belasan pelayan yang berjejer rapi, di kiri dan kanan, yang menyambut Yun Yi.
"Lain kali, jangan membawa terlalu banyak pelayan. Cukup tiga atau lima orang saja." Tutur Yun Yi.
"Baik Dewi." Ucap Hao, kepala pelayan istana bawah.
"Di mana An She?" Tanya Yun Yi ketika dirinya tidak mendapati keberadaan peri nya itu.
"Nona An She kini berada di gazebo utama Dewi-ku, dia menemani seorang tamu yang datang beberapa saat yang lalu." Jawab Hao.
"Tamu? Siapa dia?"
"Saya juga tidak tahu Dewi, tapi pria itu mengaku sebagai pasangan anda. Dan auranya sedikit mirip dengan orangdari Klan Naga biru."
Mendengar jawaban dari kepala pelayan, Yun Yi sekarang tahu siapa yang bertamu ke istana bawah nya ini. Ia menatap penampilan nya dari atas sampai bawah.
"Apakah A'Jian akan menerima wujud ku, yang sekarang ini?" Epalanya berkecamuk, bagaiamana jika Raja Xin tidak menyukai sisi gelap nya. Bagaiaman jika Raja Xin malah meninggalkan nya? Ia tidak ingin itu terjadi, karena dalam tiga kehidupannya ini, ia baru saja merasakan kasih sayang seorang pasangan, dan itu selalu membuatnya senang.
"Kenapa kamu masih berdiri di sana Xiao'er? Aku menunggumu dua dupa, tapi kamu malah berdiam di sini."
Suara itu berhasil menghancurkan lamunan Yun Yi. Kepalanya mendongak, di depannya Raja Xin kini berjalan dengan tegap, ke arah nya. Tidak ada rasa tidak suka di mata Raja Xin, mata itu masih menatap Yun Yi dengan hangat, seperti sebelumnya.
"A'Jian, mengapa kamu kemari?" Yun Yi menunduk, menyembunyikan wajahnya yang kini terdapat tanda bunga di sebelah pipinya.
"Kamu malah bertanya kenapa, aku merasa cemas. Aku takut kamu kembali di incar oleh orang-orang itu, makanya aku pergi ke sini." Ujar Raja Xin dengan nada kesal.
Kepala Yun Yi terdongak, ketika Raja Xin mengangkat dagunya.
"Jangan menunduk, aku tahu apa yang saat ini kamu pikirkan. Tapi Xiao'er, percayalah, seperti apapun dirimu, aku akan tetap berada di sampin mu." Ucap Raja Xin. Tidak ada kebohongan di matanya, semua ucapan Raja Xin benar-benar tulus, berasal dari hati dan pikirannya.
Sudut bibir Yun Yi terangkat. Lantas ia berucap. "Kamu tidak usah mengkhawatirkan aku, sekarang sedikit demi sedikit, kekuatan ku yang ini mulai kembali."
Raja Xin menghela nafasnya sejenak. "Xiao'er, jika kamu hanya mengandalkan kekuatan gelapmu, orang-orang dunia langit mungkin akan memandangmu semakin buruk. Sudah cukup dengan tuduhan penghianat yang tidak berdasar yang kini berada padamu."
Senyum Yun Yi semakin mengembang mendengar ucapan Raja Xin, yang tengah khawatir itu. "Sekarang aku sudah tidak peduli lagi dengan hal itu. Jika mereka percaya padaku, ya itu bagus. Tapi jika mereka tidak percaya padaku, itu bukanlah masalah besar. Masih banyak orang-orang yang berada di samping ku, yaitu orang-orang di ke dua istana ku."
Raja Xin mengerti kalau Yun Yi sudah lelah dengan masalah masa lalunya. Ya siapa yang tidak lelah jika di fitnah yang tidak-tidak selama beratus-ratus tahun lamanya. Walau Yun Yi sudah menyerah, tapi didirnya tidak. Raja Xin akan mengembalikan semua yang seharusnya ke tempat semula.
Ia akan membersihkan nama baik Yun Yi, dan ia harus segera menemukan gulungan Yin Yang untuk dapat berada di sisi Yun Yi, dari segi kedudukan/pangkat.
"Xiao'er, aku memiliki beberapa gulungan pelindung di dalam tas ini. Mungkin aku tidak bisa selalu berada di dekatmu, apa lagi dunia manusia kini juga tengah gaduh karena insiden ini." Raja Xin menyerahkan sebuah kantung serut kecil dengan sulaman seekor bangau biru.
Yun Yi menerima kantin itu, ia menatap seekor hewan yang di sulam di kantin itu. "Bangau biru?"
"Tidak, bukan begitu. Hanya saja aku sedikit heran dengan gambar ini, di era sekarang, sulaman bagau biru sudah tidak lagi populer. Jadi apakah ini barang dari era kuno?" Tanya Yun Yi.
Raja Xin mengangguk, ketika mendengar pertanyaan dari Yun Yi. "Kantung ini di buat langsun oleh pendiri keluarga Xin, dan ini di wariskan ke setiap turunan keluarga Xin. Di katakan, kalau bangau biru adalah hewan peliharaan kesayangan pendiri keluarga Xin."
Yun Yi sedikit kaget ketika mendengar penjelasan Raja Xin. "Itu berarti bukankah barang ini adalah barang berharga? Lalu mengapa, kamu memberikannya padaku?"
"Aku hanya ingin saja." Sahut Raja Xin sambil menepuk puncuk kepala Yun Yi. Raja Xin kira, Yun Yi tidak menyukai sulaman bangau biru, tapi ternyata perkiraan nua salah.
"Huh, dasar." Yun Yi menatap Raja Xin denan aneh.
Lalu matanya kembali mengamati kantung ruang yang di berikan Raja Xin. 'Aku merasa pernah melihat kantun ini di suatu tempat, tapi di mana?'
"Labih baik kamu segera membersihkan diri. Sebentar lagi waktu makan malam tiba." Raja Xin meraih tangan Yun Yi, lalu menuntunnya keluar dari kawasan hutan yang ada di sekitar gua.
Kepala Yun Yi mendongak, ia menatap langit gelap yang ada di atasnya. "Ah, aku lupa kalau sekarang kita sedang ada di dunia bawah." Gumam Yun Yi.
Ia tidak menyadari waktu, karena di dunia iblis selalu gelap. Matahari tidak menyinari dunia ini, akan tetapi, di beberapa wilayah masih ada awan putih yang melayang di langit dunia iblis.
Jika bertana kenapa, tentu saja itu permintaan Yun Yi pada Bai Shi, pada saat dirinya baru saja mendapatkan istana ini. Dengan kekuasaan Bai Shi, walau tidak ada sinar matahari yang menerangi dunia iblis, awan-awan putih dapat di munculkan.
Dunia bawah, dunia tempat bersarangnya kekuatan gelap. Dunia yang di pimpin dan dimiliki oleh para Iblis. Istana bawah milik Yun Yi ini, di berikan oleh Kaisar iblis karena dulu Yun Yi, ketika menjadi Xiao Sui, pernah menyelamatkan kekasih Kaisar Iblis.
"Tapi, A'Jian. Bagaimana kamu bisa mendapatkan ijin untuk masuk ke dunia iblis?" Tanya Yun Yi.
"Apa kamu lupa kalau Kerajaan ku adalah akses pintu seluruh dunia?" Yun Yi menggaruk tengkuknya. Bena, mengapa ia harus melupakan hal itu.
"Ha-ha-ha." Yun Yi tertawa canggung.
Raja Xin hanya dapat menggelengkan kepalanya pelan. "Lebih baik kita percepat jalannya. Aku harus menyuruh para koki untuk memasak makanan laut."
"Makanan laut? Apakah kamu membawa nya?" Tanya Yun Yi. Di dunia iblis, tidak memiliki laut yang berisi hewan-hewan laut seperti di dunia lainnya.
Hewan-hewan yang ada di dunia iblis semuanya pasti memiliki darah neraka. Jadi, hewan-hewan laut yang hidup di sini jauh berbeda dengan hewan laut lainnya.
"Ya. Aku tahu, waktudi dunia ruang-ku, kamu masih belum puas mencoba makana laut."
Mendengar ucapan raja Xin, membuat Yun Yi menyunggingkan senyumnya. "Kalau begitu mari kita bergegas."
...🔸️To Be Continued🔸️...