
Yun Yi terus melangkah, memasuki hutan indah itu. Di sini banyak sekali kelinci yang berlompatan kesana-kemari. Pemandangan yang begitu indah, udaranya sejuk juga hangat membuat Yun Yi betah berada di sini.
Kakinya melangkah, berniat melihat-lihat tempat ini. Ada banyak macam buah di sini, namun buah persik adalah yang paling dominan. Yun Yi menatap bauh persik yang nampak sudah maang itu dengan mata berbinar, sudah lama ia tidak memakan buah kesukaan nya itu.
Yun Yi berdiri di depan pohon persik, ia berniat naik ke pohon menggunakan Qinggong nya. Namun, tidak bisa. Yun Yi mencoba lagi, tapi tetap saja tidak bisa, sampai percobaan ke sekian, Yun Yi masih tidak bisa menggunakan Qinggong nya.
Lalu Yun Yi berniat membuat sulur untuk mengambil buah persik itu. Tapi, seolah ada sesuatu yang menahan nya. Ia tidak bisa menciptakan sulur. Lalu ia mencoba menciptakan pisau air yang baru ia pelajari.
"Kenapa ini?" Gumam Yun Yi saat dirinya tidak bisa mengeluarkan energi qi nya.
Dan Yun Yi menyadari satu hal, di hutan ini tidak ada energi qi spiritual hanya ada energi roh saja. Tapi jika ia menggunakan kekuatan roh nya, ia takut pohon persik ini tumbang dalam satu serangan kecil.
Ketika Yun Yi tengah galau dengan cara mengambil buah persik itu. Dari pohon lain, seekor tupai meloncat ke pohon persik di depan Yun Yi. Tupai itu memetik buah persik yang besar dan nampak matang sempurna. Lalu tupai itu turun dan menghampiri Yun Yi. Tangan kecilnya mengetuk-ngetuk sepatu Yun Yi.
Ke dua sudut bibir Yun Yi terangkat, matanya sampai menyipit. Ia berjongkok, mengusap kepala tupai kecil itu dengan jarinya. Tupai itu nampak sangat menikmati elusan yang di berikan Yun Yi.
Ketika tangan Yun Yi menjauh, tupai itu menyodorkan buah persik yang ia pegang pada Yun Yi. Ukuran buah persik dan tubuh tupai sedikit berbeda, tupai itu kecil dan buah persik itu besar dan bulat.
"Terimakasih mahkluk manis." Yun Yi kembali mengelus kepala tupai itu.
Nyut!
Yun Yi mengerutkan kening nya ketika kepalanya terasa sakit. Untuk ke dua kalinya, ia mendapatkan memori asing di kepalanya.
...°•°...
"Dewi, buah persik di hutan ini baru saja matang. Saya yakin anda akan menyukainya." Seorang wanita tersenyum manis ke arah nya.
Tiba-tiba ada tupai yang menghampiri nya lalu mengetuk sepatunya. Dia menyodorkan buah persik yang seperinya baru saja di petik.
"Apakah ini untuk ku?" Tupai itu nampak mengangguk.
"Terimakasih mahkluk manis."
...°•°...
"Hutan ini di ciptakan sebagai tempat beristirahat Dewi di sini."
"Siapa yang menciptakan nya?"
"Tentu saja ibu anda, Dewi cahaya."
...°•°...
"Yi'er, kamu bersembunyi di sini saja. Jangan ladeni gadis gila itu."
"Tapi ibunda, jika aku mengabaikan nya, aku takut Shi Wen menjahili ibu lagi."
"Kamu jangan mengkhawatirkan ibunda, ibunda baik-baik saja, itu hanya trik kecil. Tidak akan mampu mengalahkan ibunda."
...°•°...
"Sui'er diam di sini ya, nanti ibunda akan kembali menjemputmu saat waktu ya tiba.*
"Aku tidak mau, mengapa ibunda meninggalkan ku hutan, lalu di hutan ini tidak ada rumah yang bisa melindungi ku dari bahaya.
"Ada .. tapi ya.. hanya ada satu kamar satu dapurdan satu ruang makan."
"Tidak mau, aku ingin tinggal di istana langit Saja!"
"Apakah wanita itu masih membenci ku Bu?"
"Ya.."
...°•°...
Nafas Yun Yi memburu, ketika kepalanya menerima ingatan itu. Keringat bercucuran dari dahi Yun Yi.
"Ingatan siapa itu? Tidak mungkin ingatan dari pemilik tubuh bukan?"
"Huh, huh, hu." Nafas Yun Yi masih tidak beraturan, tiba-tiba sebuah akar melata di tanah dengan membawa air, akar itu memberikan air yang ia bawa pada Yun Yi.
"Terimakasih." Yun Yi meneguk air itu dalam sekejap.
Dia menatap hewan-hewan yang perlahan mendekat ke arah nya, ia merasa familiar dengan dengan ini. "Akh benar, ingatan yang tadi."
Yun Yi menatap semua hewan yang kini tengah menatap nya juga, mungkin. "Apakah kalian paham dengan ucapan ku?"
Hewan-hewan itu mengangguk,Yun Yi sedikit kaget dengan hal itu. Mereka seperti benar-benar paham dengan perkataan nya.
Yun Yi kembali bertanya. "Apakah dulu.. ada yang pernah tinggal di sini?" Para hewan mengangguk secara serempak.
"Boleh tunjukan padaku rumah nya di mana." Pinta Yun Yi.
Seekor rusa putih dengan mata biru keluar dari balik pohon. Ukuran rusa itu sebesar kuda jantan. Dia besar dan cantik, bulu mata rusa itu sedikit kebiruan, ketika mengerjapnitu seperti kupu-kupu yang hinggap. Tanduk nya pun bercorak ke biruan, sangat cerah. Tapi bukan nya mengalihkan matanya, Yun Yi malah mendekati rusa itu.
"Sangat cantik." Perlahan tangan Yun Yi menggapai kepala rusa itu.
Dan rusa itu menerima usapan Yun Yi. Rusa putih memejamkan matanya ketika Yun Yi menyentuh tanduk nya. "Ini pertama kalinya aku melihat rusa secantik dirimu."
Rusa itu nampak senang, ekor nya di kibas-kibaskan. Lalu setelahnya rusa itu berjalan ke samping Yun Yi lalu membungkukan badan nya.
"Apakah kamu memintaku untuk naik?" Tanya Yun Yi, rusa itu mengangguk dan dengan senang hati Yun Yi naik ke punggung rusa itu.
Rusa itu berjalan, di ikuti hewan lain nya. Semakin dalam, hutan ini semakin menakjubkan. Hutan yang penuhwarna dan indah. Banyak bunga-bunga yang tumbuh di tepian jalan.
Tak lama, rusa itu berhenti di depan sebuah rumah kayu yang sangat cantik. Rumah dengan berbagai macam bunga di depan nya, dinding kayu yang di cat berwarna ungu muda, dan atap berwarna choco.
Yun Yi tidak bisa, tidak menatap takjub pada pemandangan ini. Ia turun dari punggun rusa, lalu melangkah masuk ke pekarangan rumah itu.
Ada pohon bunga Wisteria yang tumbuh lebat. Yun Yi tersenyum senang. Ia mendekati pohon itu, tangan nya menggapai salah satu bunga lalu menghirup wangi bunga itu.
"Selamat datang kembali, Dewi-ku. Shh." Seekor ular putih dengan mata ungu turun dari salah satu dahan. Dia hinggap di tangan Yun Yi.
Yun Yi terdiam kaku, bukan karena takut pada ular itu. Tapi kaget saat terdengar suara dari arah ular putih itu.
Yun Yi menatap lekat ular putih, lalu berucap. "Apakah kamu yang berbicara?"
"Itu benar, Dewi."
"Namaku Yun Yi, dan aku adalah manusia bukan Dewi. Lalu apa maksud dari sambutan mu? Kenapa harus menambahkan kata kembali, padahal ini pertama kalinya aku pergi ke sini." Tutur Yun Yi.
"Mungkin saat ini Dewi masih belum mengingat nya, tapi saya yakin, setelah Dewi menetap di dalam segel Array anda akan dengan mudah mendapat kan ingatan Anda kembali."
...🔸️To Be Continued🔸️...