
"Wuah." Gelembung yang menyelimuti Yun Yi pecah saat dirinya sampai di permukaan.
Raja Xin yang duduk di kapal segera mengulurkan tangannya ke arah Yun Yi.
Tubuh Yun Yi terasa melayang, saat Raja Xin menariknya ke atas kapal.
"Hanfu mu basah." Raja Xin menciptakan sebuah api biru, berniat mengeringkan Hanfu Yun Yi dengan apinya.
Namun tangan Yun Yi mencegahnya, ia menatap api yang ada di tangan Raja Xin. Jika biasanya api berwarna kuning-oren atau merah. Api Raja Xin malah berwarna putih-biru, warna biru nya hampir sama dengan lautan jernih yang ada di sekitar Yun Yi.
"Api apa ini?" Dengan rasa penasaran yang tinggi Yun Yi mendekatkan tangannya pada api biru itu.
"Ini adalah api yang di miliki setiap keturunan Naga biru. Orang lain menyebutnya sebagai api suci. Api ini dapat membersihkan tulang dan semua organ tubuh manusia ataupun mahluk lainnya, hanya dengan berkultivasi di kelilingi api ini." Jelas Raja Xin. Penjelasan itu membuat Yun Yi menatap takjub pada api itu.
"Api seingatku tidak ada teknik seperti ini di masa lalu."
Raja Xin membenarkan. Lalu berucap. "Teknik ini tercipta saat setelah kamu menghilang selama dua puluh tahun dari dunia. Hilangnya dirimu membuat Qi spiritual menjadi tidak sempurna sebumnya, banyak orang yang mencari ada agar bisa memurnikan Qi spiritual yang akan mereka serap."
Raja Xin menyebarkan api di sekitar Yun Yi, lalu kembali berucap. "Lalu salah seorang anggota Klan ku mencoba memurnikan Qi spiritual menggunakan api biru kami. Tapi tetap saja tidak bisa. Saat semua dunia tengah mencari cara memurnikan Qi spiritual. Pemimpin Klan ku yang baru menemukan cara agar bisa lebih kuat, bukan memurnikan Qi spiritual. Caranya adalah, seperti yang aku sebutkan tadi. Cukup berkultivasi dengan di kelilingi api biru Klan ku. Tubuh orang itu akan meregenerasi ke bentuk yang baru. Tulang, organ bahkan semua bagian terkecil dalam tubuh di murnikan dan di bersihkan dari sesuatu yang kotor. Dan hilangnya kotoran ini dapat meningkatkan penyerapan energi qi spiritual ke tahap yang lebih tinggi. Kemampuan pisik pun akan jauh meningkat. Bahkan jika ada yang beruntung, mereka yang tadinya tidak memiliki kekuatan Roh, setelah berkultivasi di kelilingi api biru mereka bisa mendapatkan kekuatan roh."
Kepala Yun Yi terangguk-angguk, ia memjamkan matanya saat merasakan hangatnya api biru yang mengelilinginya.
"Apakah aku boleh mencoba teknik ini?" Tanya Yun Yi, dengan mata yang masih terpejam.
"Kalau menurutku kamu tidak boleh menggunakan teknik ini." Mata Yun Yi terbuka saat mendengar perkataan Raja Xin.
Alisnya terangkat satu. "Mengapa?" Tanyanya, dengan heran.
"Xiao'er, jika kamu menggunakan teknik ini. Kemungkinan besar setelahnya kemampuanmu akan lebih kuat dari pada Dewa Agung." Jelas Raja Xin.
Mata Yun Yi membola. "Bukankah itu kabar baik. Tapi mengapa kamu tidak membolehkan aku mencoba teknik ini?"
"Xiao'er, mungkin kamu belum tahu. Istana langit kini menerapkan peraturan baru."
"Apa itu?" Yun Yi memajukan badannya, merapat ke arah Raja Xin.
"Tidak ada yang boleh memiliki kekuatan di atas Dewa agung, kalau ada, orang itu aka di anggap sebagai pemberontak yang harus di basmi." Tutur Raja Xin.
"Peraturan aneh apa itu?"
Raja Xin hanya diam, memperhatikan Yun Yi yang terus menggerutu.
"Apakah mereka sedang mencegah seorang bakat untuk tidak maju, atau bagaimana."
"Bilang saja kalau dia takut di turunkan dari statusnya kalau ada orang yang lebih hebat darinya."
Ketika Yun Yi akan membuka suara lagi, Raja Xin segera menutup mulut Yun Yi dengan buah persik yang sudah di kupas.
Mata Yun Yi menatap Raja Xin tidak terima. Namun walau begitu ia tetap mengunyah buah kesukaan nya itu. Dan ketika buah itu habis, Raja Xin kembali menyumpal mulut Yun Yi dengan buah persik.
"Kamu pasti merasa lapar karena belum memakan apaouns sedari pagi." Yun Yi mendengus mendengar ucapan Raja Xin.
"Memangnya kita sudah... Eh? Sejak kapan kita sudah ada di daratan?"
Raja Xin tersenyum kecil, tangannya terulur berniat membantu Yun Yi turun dari kapal. Yun Yi pun menerima ukuran tangan Raja Xin.
"Makanya, lain kali jangan terlu pokus pada makanan. Sekarang kamu kagetkan saat kita sudah sampai di daratan." Ujar Raja Xin dengan sedikit nada ejekan.
"Ini.. kamu pasti sengaja kan?" Yun Yi merasa tidak terima dengan ucapan Raja Xin. Ia menatap Raja Xin sengit.
"Ayo kita ke dapur. Bukankah kamu ingin makan makanan laut." Raja Xin mengabaikan tatapan Yun Yi. Ia membawa ikan dan beberapa hewan laut lainnya yang entah sedari kapan adadi atas kapal.
"Apakah karena tadi A'Jian duduk di sana, sehingga aku tiska melihat tumpukan ikan itu?" Gumam Yun Yi.
Yun Yi menghendikkan bahunya acuh. Ia berjalan mengikuti Raja Xin yang akan menuju ke dapur empat dulu mereka memasak bersama.
...> > > ✧✧✧ < < <...
Báishé kini tengah melayani Tianzhi yang masih ada di rumah Yun Yi.
"Silahkan Dewi. Semoga anda suka." Setelah meletakkan minuman di meja. Báishé segera pergi dari hadapan Tianzhi.
"Apakah Sui'er masih mencari Naga itu?" Gumamnya.
"Dari tatapan nya, Sui'er terlihat sudah mulai mencintai Naga biru itu."
"Jika seluruh semesta tahu, kalau keturunan ku mencintai Naga biru. Bagaiman tanggapan nya ya..?"
"Lalu bagaimana pendapat para penghuni dunia langit ketika mendengar hal ini?"
Tianzhi terus bergumam tidak tentu. Bayang-bayang kebersamaan antara dirinya, Dewa Agung dan Pempin naga biru sebelumnya terlintas di kepala Tianzhi.
Dulu mereka bertiga adalah sahabat, namun karena cinta mereka menjadi terpecah belah.
Saat Naga biru mengatakan bahwa dia mengintainya, dirinya langsung menolaknya. Bagaimana pun hatinya sudah di isi penuh oleh Dewa Agung.
Dan Naga biru menerima itu. Tapi entah apa yang terjadi, naga biru dan Dewa Agung berkelahi. Dan membuat hubungan mereka berdua benar-benar terpecah, bahkan hancur.
Dan saat dirinya sudah menikah dengan Dewa agung, hubungan antara dirinya dan Naga biru juga hancur. Naga biru menjauhkan dirinya dari kami.
Namun, saat Dewa Agung membawa wanita lain ke istana langit. Naga biru marah, apalagi naga biru melihat dirinya yang sedang menangis sendirian di taman istana langit.
Dan terjadilah aku kekuatan antara Naga biru dan Dewa agung. Dan sudah jelas siapa yang menang, tentu saja Dewa agung. Bagaimanapun, sebagai dewa tertinggi ia di warisi berbagai macam harta yang membuatnya semakin kuat. Jadi Anga biru bukanlah lawannya.
Dan entah bagaimana bisa, Klan Naga biru menjadi di pandang remeh dan di musuhi. Dan sampai saat ini, ia tidak tahu bagaimana bisa begitu.
"Huft." Tianzhi menghembuskan nafasnya. Setelah kedatangan wanita itu, semuanya kacau. Benar-benar kacau, ingin sekali ia menyingkirkan wanita itu dari samping Dewa agung. Tapi, wanita itu memiliki ibu dari dewa agung yang ada di pihaknya, jadi ia tidak bisa berbuat apa-apa.
...🔸️To Be Continued🔸️...