Path To God

Path To God
Ch 94. Rubah Tua


Melihat benda kedua, mata Moon Sovereign semakin cerah. Walaupun Moon Sovereign tidak tau apa itu dan tidak pernah melihat Profound es seperti itu, Moon Sovereign tau bahwa itu tidak memiliki level lebih rendah dari Profound Ren Yuu yang menghasilkan aura kegelapan.


"Anak ini..."


"Ini adalah bakat menantang surga. Pantas saja dia bisa mengolah manual yang terkenal mustahil untuk di olah bahkan di alam Ilahi sejak jaman dulu."


"Pengguna elemen Yin Yang sempurna pertama yang terlihat semenjak penguasa terakhir dari tempat itu jatuh akibat pertarungan terakhirnya. Jika kontitusi anak ini tidak sekuat itu di elemen Yin, anak ini akan tewas juga pada akhirnya karena manual God Body Teknik."


"Dan satu lagi..." Moon Sovereign melihat ke arah Dagger Ren Yuu dengan tatapan bersemangat. Bukan Daggernya yang di perhatikan oleh Moon Sovereign. Tapi, aura kegelapan itu yang membuatnya tertarik.


"Elemen kegelapan ini pasti sama dengan legenda itu. Dan ini... Ini adalah kegelapan terdalam yang pernah aku lihat pertama kali walaupun Profoundnya belum bangkit. Pasti tidak salah lagi kalau ini memang sama dengan apa yang di ceritakan dalam legenda. Aku punya elemen cahaya tingkat tertinggi. Jika anak ini mengolah manual energi yang aku miliki..."


Moon Sovereign bergetar keras karena baru saja ingin menciptakan monster sejati.


"Tapi, sebelum itu, umur anak ini menahan tingkat bakatnya karena mungkin terlambat berkultivasi."


Moon Sovereign merenung sejenak dan tersenyum kecil.


"Sepertinya takdir anak ini memang sangat besar. Tapi, kamu harus menyingkirkan kutukan itu tanpa bantuanku," bisik Moon Sovereign karena sudah memiliki sesuatu yang di pikirkan olehnya tentang kutukan itu.


Tiba-tiba ular kecil terbangun dan mendesis karena Ren Yuu tergeletak di lantai. Ular kecil melihat ke arah Moon Sovereign dan langsung terbang untuk menyerangnya.


Moon Sovereign merasa heran melihat ular kecil itu. Tapi ketika ular itu mendekat, Moon Sovereign terkejut sekali lagi.


Moon Sovereign terkejut karena baru saja melihat sesuatu yang tidak mungkin ada.


"Dari mana anak ini menemukan makhluk ini? Dan sepertinya makhluk ini menganggapnya orang tuanya." Moon Sovereign menangkap ular kecil menggunakan energinya dan melihat lagi dengan seksama. Ular kecil meronta-ronta di energi Moon Sovereign karena ingin menyerangnya lagi.


"Tidak salah lagi. Ini memang makhluk itu," Moon Sovereign mengerut karena merasa heran dengan keberuntungan Ren Yuu.


"Sungguh takdir yang hebat. Jika anak ini bisa mencapai itu..." Moon Sovereign mengepalkan tangannya dan melihat Ren Yuu serta mengambil keputusan.


"Aku akan memandu anak ini ketika tubuhnya di bentuk kembali. Aku harus menyisakan sebanyak mungkin Bloodline miliknya agar tetap membangkitkan kekuatan yang sama," bisik Moon Sovereign lalu mengangkat tangannya lagi.


"Seal Bloodline..."


Darah Ren Yuu yang berceceran berkumpul seketika. Darah itu memadat dan tidak sampai di situ. Moon Sovereign juga mengambil banyak esensi darah serta bagian tubuh Ren Yuu dan memasukkannya ke dalam esensi darah yang baru saja tercipta.


Lalu Moon Sovereign mengendalikan esensi darah itu menuju jiwa Ren Yuu.


"Seal..."


Moon Sovereign menyegel esensi darah Ren Yuu di jiwanya lalu Moon Sovereign merenung sejenak dan melakukan teknik terakhir untuk melindungi jiwa Ren Yuu.


"Soul Protection Seal..."


Cahaya putih yang sangat banyak memasuki jiwa Ren Yuu.


"Selesai..." Bisik Moon Sovereign sambil tersenyum kecil.


Moon Sovereign menutup matanya dan merasakan bahwa banyak orang yang sedang menuju ke tempat mereka berada.


"Semut pengganggu..." Moon Sovereign mengibaskan tangannya dan Moon Divine Palace bergetar keras.


Semua orang di angkut oleh energi putih dan melempar mereka semua keluar dari Moon Divine Palace.


Semua orang tercengang karena di angkut keluar. Moon Sovereign juga langsung menutup pintu Moon Divine Palace agar tidak ada yang menggangu apa yang ingin di lakukan olehnya.


Ren Yuu masih terengah-engah karena merasakan sakit dan lelah.


Rasa sakit berasal dari tekanan Moon Sovereign dan rasa lelah karena Moon Sovereign mengambil esensi darahnya dan juga banyak potongan tubuhnya walaupun tidak akan terasa. Tapi, itu mengangkut banyak energi miliknya.


Ren Yuu merasa marah di perintah tapi tetap bangun. Ren Yuu memasang wajah jelek dan gelap karena di permainkan oleh jiwa.


Moon Sovereign merasa geli melihat wajah Ren Yuu yang tidak sedap di pandang.


"Kenapa kamu memasang wajah seperti itu?" Tanya Moon Sovereign pura-pura heran.


Wajah Ren Yuu semakin jelek mendengarnya. "Kenapa? Kenapa persetan ibumu!!" Batin Ren Yuu tapi tidak berani berkoak di depan Moon Sovereign karena merasa takut dengan jiwa di depannya.


"Jangan mengutukku di dalam benakmu nak.." Moon Sovereign berkata datar dan membuat Ren Yuu bergetar karena ketahuan. Ren Yuu merasa takut jiwa di depannya menindasnya lagi.


"Baik... aku akan menarik kata-kataku tentang kamu tidak bisa mencapai Tier Ilahi karena aku sudah mengetes bakat dan tekadmu..." Moon Sovereign berhenti sejenak dan menunggu respon Ren Yuu.


Sesuai dugaan Moon Sovereign. Ren Yuu bersemangat karena diakui oleh orang kuat.


"Benarkah? Aku sudah tau kalau aku memang berbakat," Ren Yuu mulai terlihat sombong karena mengingat tentang lama waktu yang di jalaninya berkultivasi.


Moon Sovereign berkedut mendengar perkataan Ren Yuu. "kenapa kamu merasa dirimu berbakat? Banyak orang sepertimu hanya sampai di Tier Ilahi dan berhenti di sana ketika mencapai tingkat pertama."


Ren Yuu terdiam seketika mendengarnya dan memasang wajah serius.


"Aku hanya berkultivasi selama setengah tahun lebih dan aku yakin akan mencapai itu tidak lama lagi."


Moon Sovereign sedikit tertegun mendengarnya.


"Bahkan di alam Ilahi mencapai tingkat ini yang tercepat adalah 1 tahun setengah," batin Moon Sovereign dan tersenyum kecil karena memang benar bahwa dia memungut permata yang masih bisa di poles di alam Mortal.


Moon Sovereign melayang di langit seolah-olah itu tidak luar biasa dan bertanya lagi, "jadi, apa yang akan kamu lakukan sekarang? Kamu tidak akan bisa keluar dari dunia ini kecuali mencapai tingkat kekuatan tertentu."


Ren Yuu mengerut sejenak dan bertanya lagi, "kultivasi apa yang bisa?"


"Jauh di atas Immortal Ascension," jawab Moon Sovereign dan memancing Ren Yuu agar meminta bantuan kepadanya. Moon Sovereign tidak mau memaksa seseorang ketika meminta sesuatu kepadanya. Jadi, Moon Sovereign hanya membuat Ren Yuu semakin penasaran.


Ren Yuu tercengang mendengarnya dan tidak tau harus bagaimana.


Lalu Ren Yuu tersadar dan melihat ke arah Moon Sovereign. Moon Sovereign sudah menduga ini sebelumnya. Dia bukanlah anak-anak lagi dan umurnya sudah tidak bisa di hitung dengan jari.


"Apakah kamu bisa membawa aku ke alam Ilahi suatu hari nanti?" Tanya Ren Yuu.


Moon Sovereign terkekeh dalam hati karena sudah tau ini akan terjadi.


"Apa yang akan aku dapat ketika membawamu ke sana? Sepertinya kamu tidak memiliki apa-apa yang bisa di tawarkan," Moon Sovereign si rubah tua terus mempermainkan Ren Yuu.


Ren Yuu tau bahwa permintaannya tidak akan mudah di penuhi oleh orang yang sangat kuat dan Ren Yuu tidak mempunyai apa-apa yang di tawarkan.


"Apa yang harus aku beri? Artefak? Wanita ini bahkan memiliki Artefak yang jauh lebih unggul dari milikku," Ren Yuu mengerut karena merasa jalan buntu tiba di depannya.


"Aku akan membantumu suatu hari nanti jika itu memungkinkan ketika kekuatanku meningkat," ucap Ren Yuu serius.


"Kekuatan apa yang bisa kamu capai nak? Aku sudah mencapai tingkat tertinggi. Dan di sini, kamu tidak akan bisa naik kecuali di bantu oleh seseorang dan kekuatanmu akan stagnan ketika mencapai Tier Ilahi karena tidak bisa keluar dari dunia ini. Kenapa aku harus menunggu lama?" Moon Sovereign terkekeh sambil melayang-layang seperti arwah bergentayangan.


"Jadi, apa yang kamu inginkan? Jika aku mampu, aku akan memberinya," Ren Yuu tidak tau harus menawarkan apa dan hanya bisa bertanya.


"Akhirnya..." Batin Moon Sovereign dan berhenti melayang lalu menatap Ren Yuu dengan wajah serius.


"Kamu..."


Bersambung...