
Hari-hari berlalu dengan cepat. Ren Yuu tidak mau keluar dari Moon Divine Palace karena menunggu Cai'Zi bangun. Sudah 4 hari berlalu dan Cai'Zi membuka matanya.
Cai'Zi bingung lalu melihat sekelilingnya. Ia perlahan mengingat apa yang terjadi sebelumnya dan merasa sedih. Dia mengira dirinya sudah meninggal karena berada di sebuah wadah seperti peti mati.
Setelah selesai dengan kesedihannya, Cai'Zi melihat sekeliling lagi lalu perlahan turun dari altar. Ketika sudah turun dari situ, Moon Sovereign muncul di depannya.
Cai'Zi semakin yakin dia sudah mati karena melihat jiwa bergentayangan.
"Di mana ini?" Tanya Cai'Zi sambil menatap Moon Sovereign.
"Moon Divine Palace," jawab Moon Sovereign datar.
"Moon Divine Palace?" Batin Cai'Zi dan merasa heran dengan nama tempatnya dan bukan seperti yang di pikirkan olehnya. "Apakah ada Moon Divine Palace di surga atau neraka?" Batin Cai'Zi lagi serta menatap Moon Sovereign dengan tatapan kosong.
"Moon Divine Palace adalah tempat yang kamu masuki sebelumnya. Itu adalah kastil di bekas reruntuhan itu," Moon Sovereign menjelaskan tentang apa itu Moon Divine Palace.
Mendengar itu Cai'Zi tertegun dan bertanya, "apakah aku sudah mati?"
"Tidak. Ayo ikut aku," ucap Moon Sovereign sambil bergerak menuju ruangan lain.
Cai'Zi mengikuti Moon Sovereign karena masih tidak percaya bahwa dia selamat. Ia memperhatikan sekeliling dan memang benar bahwa tempat ini pernah di datangi olehnya.
Ketika mencapai ruangan tertentu, Cai'Zi membeku dengan apa yang di lihat olehnya. Ia langsung berlari ke dalam. Di dalam ada Ren Yuu yang sedang bermeditasi. Cai'Zi langsung memeluk Ren Yuu karena mengira Ren Yuu juga meninggal.
"Kakak!!" Cai'Zi menangis sambil memeluk Ren Yuu. Ren Yuu terkejut Cai'Zi tiba-tiba memeluknya dan mencoba menenangkannya.
Moon Sovereign menatap sejenak lalu pergi dari tempat itu.
Setelah menangis dalam waktu yang lama, akhirnya Cai'Zi berhenti. Ia menatap Ren Yuu dengan wajah sedih.
"Apakah kita sudah mati?" Tanya Cai'Zi karena merasa itu sangat mungkin dengan kehadiran Moon Sovereign sebelumnya.
"Tidak, kita masih hidup," jawab Ren Yuu pelan.
"Tapi tadi aku melihat jiwa bergentayangan di luar," Cai'Zi merasa merinding juga ada seorang wanita beterbangan, itu memang adalah sebuah jiwa.
Ren Yuu tidak tau harus bereaksi bagaimana, Ia hanya berkata, "itu bukan jiwa bergentayangan Zi kecil, itu Guruku. Guru adalah pemilik dari tempat ini."
Cai'Zi tercengang bahwa Ren Yuu memiliki Guru yang bergentayangan.
"Baiklah, ayo kita pergi keluar dahulu." Ren Yuu perlahan berdiri. Ia menatap Cai'Zi yang hanya diam seakan menunggu sesuatu.
Ren Yuu mengerti lalu langsung berjongkok. Cai'Zi langsung melompat ke punggung Ren Yuu dan memeluknya dengan erat sambil tersenyum.
"Kamu sudah besar Zi kecil, tidak baik bagi seorang wanita di gendong seperti ini," Ren Yuu mendesah sambil bergerak ke luar ruangan.
"Aku akan selalu menjadi adik kecilmu," Cai'Zi menyandarkan kepalanya di bahu Ren Yuu seperti dahulu lagi.
Ren Yuu hanya diam dan tidak menjawab karena itu adalah kata-kata Cai'Zi dari dulu. Sewaktu Cai'Zi pulang ketika berumur 12 tahun, adegan seperti ini juga terjadi.
Ketika sampai di sebuah taman, Moon Sovereign sedang bersantai di sana. Ren Yuu merasa aneh Gurunya yang hanya jiwa bertingkah seperti masih hidup.
Tapi Ren Yuu tidak berani berbicara karena sangat menghormati Gurunya.
Cai'Zi langsung turun dari punggung Ren Yuu karena melihat Moon Sovereign menatapnya dengan aneh.
"Jadi, apa yang akan kamu lakukan sekarang Yuu'er? Apakah kamu akan menunggu dimensi ini membuka jalan keluarnya?" Tanya Moon Sovereign.
"Ya Guru, hanya sisa beberapa hari lagi sebelum dimensi ini terbuka lagi. Tidak ada artinya pergi ke sana kemari." Jawab Ren Yuu lalu perlahan duduk di bawah karena tidak sopan duduk setara dengan Gurunya.
"Lebih baik kamu memanggil kedua orang yang berada di Dimensional Life milikmu," perintah Moon Sovereign.
Cai'Zi terkejut dengan dua orang yang tiba-tiba muncul. Dia mengerti bahwa kakaknya memiliki Artefak lain lagi.
"Di mana ini Yuu'er?" Tanya Ren Huanran heran. Xing Jianying di sisi lain langsung memeluk Ren Yuu karena sangat merindukannya.
Moon Sovereign tertegun melihat Xing Jianying dan menyerengai. "Sekarang aku tau mengapa kontitusi Yin Yuu'er sangat kuat. Jadi ini adalah alasannya." Batin Moon Sovereign.
"Yuu-gege, aku sangat merindukanmu," ucap Xing Jianying karena sudah lama tidak bertemu dengan Ren Yuu.
Ren Yuu tersenyum dan mengelus rambut putih Xing Jianying. Cai'Zi cemberut melihatnya karena Xing Jianying sangat lengket dengan Ren Yuu.
"Kita berada di Moon Divine Palace milik Guru," Ren Yuu menjawab pertanyaan Ren Huanran.
"Guru?" Ren Huanran bingung. Dia melihat dua individu baru. Ia sedikit terkejut melihat Cai'Zi dan mata Ren Huanran mendarat di Moon Sovereign yang hanya berbentuk jiwa.
Insting dari darah clan Ren milik Ren Huanran berteriak keras bahwa jiwa di depannya bisa membunuhnya dalam sekejap.
"Maaf kelancangan saya nona, saya adalah Ren Huanran, Yuu'er adalah keponakan saya," Ren Huanran membungkuk sedikit kepada Moon Sovereign.
"Kamu sungguh jeli dengan mengukur seseorang," ucap Moon Sovereign sambil tersenyum.
Xing Jianying kaget bahwa Ren Huanran begitu banyak menaruh rasa hormat kepada Moon Sovereign. Xing Jianying juga buru-buru memperkenalkan diri.
"Maaf nona, saya Xing Jianying, saya adalah..." Kata-kata Xing Jianying terhenti dengan sedikit rona merah di pipinya.
Cai'Zi di sisi lain terkejut dengan Ren Huanran karena mengaku sebagai bibi dari kakaknya, serta merasa aneh dengan perkenalan Xing Jianying.
"Istri?" Tanya Moon Sovereign karena sudah merasakan aura Yin vital Xing Jianying ada pada Ren Yuu.
Wajah Xing Jianying memerah seperti tomat karena tidak tau harus bagaimana bereaksi. Cai'Zi tercengang karena Moon Sovereign mengatakan itu lalu menarik-narik baju Ren Yuu sambil bertanya, "apakah gadis ini istrimu kakak? Dia sangat muda."
Wajah Ren Yuu bergerak-gerak mendengar pertanyaan Cai'Zi. Ren Huanran sedikit heran bahwa Cai'Zi memanggil Ren Yuu sebagai kakak. Ia menatap Cai'Zi dengan seksama.
Tentu saja Ren Huanran tau identitas Cai'Zi yang sebenarnya. Ia tidak menyangka bahwa Ren Yuu akan mengenalnya.
Xing Jianying juga menatap Cai'Zi dan mencoba mencari tau apa hubungannya dengan Ren Yuu.
Ren Yuu mendesah karena harus menjelaskan lagi dari awal.
"Bibi, Ying'er, ini adalah Cai'Zi..." Lalu Ren Yuu menjelaskan tentang Cai'Zi.
Ren Huanran terkejut bahwa dia memiliki keponakan yang lain lagi. Ia langsung memeluknya karena merasa senang bahwa masih ada keluarganya yang lain walaupun itu tidak berasal dari clan Ren.
Cai'Zi juga memeluk Ren Huanran karena senang juga punya keluarga yang lain.
Xing Jianying agak merasa canggung karena bertemu adik Ren Yuu.
"Kalian semua berbicaralah di sana. Ada sesuatu yang ingin aku bahas dengan Yuu'er," perintah Moon Sovereign. Mereka bertiga mengangguk mendengarnya.
Ren Yuu juga menyerahkan Yui kepada Cai'Zi karena Yui sudah mengenalnya. "Aku sudah memberinya nama Yui..." Lalu Ren Yuu menjelaskan sebentar apa sebenarnya spesies Yui.
Cai'Zi melihat Yui dengan tatapan kagum karena tubuhnya sudah lebih panjang, sayapnya lebih besar dari sebelumnya. Itu di sebabkan oleh pil yang di konsumsinya. Dan yang pasti, penjelasan Ren Yuu tentang spesiesnya membuat mereka bertiga terkejut juga.
Lalu mereka bertiga pergi membiarkan Moon Sovereign dan Ren Yuu berbicara.
Ren Yuu duduk di bawah sambil meminum teh untuk mendengarkan dengan seksama apa yang akan di katakan oleh Gurunya.
"Kamu harus sering melakukan kultivasi ganda dengan istrimu, Yuu'er," perintah Moon Sovereign. Itu membuat Ren Yuu tersedak dengan tehnya bahwa perintah pertama Gurunya adalah menyuruhnya sering bercinta.