Path To God

Path To God
Ch 318. Melawan Canghai


Semua bawahan Canghai bergerak ke arah Ren Yuu.


Xiao Xiao langsung menerjang lebih dulu ke arah bawahan Canghai.


Sementara Ren Yuu langsung menggunakan tekniknya.


Crescent Moonlight!!


Moonlight Speed Body!!


Pandangan Ren Yuu tertuju pada Canghai yang dalam kondisi memprihatinkan.


"Ayo kita lihat apakah aku mampu melawan Tier Receival Mid mengandalkan kecepatan." Gumam Ren Yuu.


Ren Yuu langsung memegang Bloody Mist Sword lalu mengendalikan teknik kecepatannya.


Zhep!!


Ren Yuu bergerak secepat cahaya ke arah Canghai tapi di hadang oleh beberapa kultivator.


Bloody Mist Sword berdengung saat Ren Yuu menyalurkan energi mendalamnya. Cahaya merah dan putih menyelimuti Bloody Mist Sword lalu ia langsung mengayunkannya.


"Gaya Kelima, Light Splitting Incision.."


Light God's Sword!!


Sraing!!


Ren Yuu langsung menebas dan kecepatannya meningkat banyak ketika menggunakan teknik tersebut.


Kultivator yang ingin menghadang Ren Yuu terbelah seketika. Lalu dua kultivator di dekat Ren Yuu mencoba untuk menebasnya dari dua arah yang berbeda dengan Pedang pendek.


Ren Yuu hanya mengabaikannya dan mengendalikan bulan sabit ke arah Canghai sekaligus menebas ke arah samping.


"Gaya Ketiga, Light Slash.."


Light God's Sword!!


Sraing!!


Tebasan Ren Yuu menerjang ke arah kultivator yang sedang mengayunkan Pedang pendek. Ia tidak menyangka Ren Yuu bisa menebas secepat itu sambil terus bergerak ke arah Canghai.


Sraing!!


Kultivator tersebut juga terbelah seketika. Satu kultivator yang tersisa mencoba mengejar Ren Yuu setelah menghentikan serangan Pedangnya. Ia mencoba mengejar Ren Yuu tapi kecepatannya jauh di bawah Ren Yuu.


Melihat Ren Yuu bergerak ke arahnya, Canghai langsung menerjang juga. "Jangan sombong bocah! Akan ku tunjukkan perbedaan Immortal Ascension dan Receival!" Teriak Canghai.


"Ayo tunjukkan!" Gumam Ren Yuu. Ia menyimpan Bloody Mist Sword lalu mengepalkan tinjunya serta mengalirkan energi Yang Ekstrim ke kepalan tangannya.


Canghai mengayunkan tinju di tangan kirinya sebab ia tidak lagi memiliki senjata dan tangan kanannya tidak ada lagi dan hanya bisa di gunakan untuk menahan serangan sesaat.


Ren Yuu juga mengayunkan tinjunya ke arah tinju Canghai.


Bang!!


Kedua tinju bentrok dan mengakibatkan area bergoncang.


Boomm!!


Ren Yuu terpental jauh karena tidak mampu mengimbangi kekuatan Canghai. Tinjunya kesemutan akibat bentrokan itu.


"Itulah perbedaannya!" Teriak Canghai sambil terus bergerak ke arah Ren Yuu yang terpental.


"Ck. Sepertinya akan sulit!" Batin Ren Yuu dan menciptakan Palu di tangannya.


Soul Summon!!


Budak jiwa terkuat miliknya keluar dan langsung menyerbu ke arah Canghai yang sudah mendekat.


Canghai melebarkan matanya melihat itu. Ia mengayunkan tinjunya yang di lapisi oleh energi spiritual ke arah jiwa yang mencoba menyerangnya.


Zhep!!


Jiwa yang di panggil oleh Ren Yuu menembus Canghai seketika di kepalanya dan membuat Canghai terkejut.


Ia awalnya tidak dapat merasakan kekuatan budak jiwa itu. Tapi, ketika budak jiwa itu menembus kepalanya seketika, ia ketakutan setengah mati karena tidak pernah merasakan kekuatan jiwa seperti itu. Ia merasa terlalu ceroboh berhadapan langsung dengan jiwa sekuat itu.


"Arrrggghh!"


Canghai memegang kepalanya karena merasa jiwanya di robek hanya dalam satu serangan budak jiwa terkuat milik Ren Yuu.


Ren Yuu tidak membuang waktu dan langsung menyerap budak jiwanya karena itu menghabiskan setengah enegi spiritualnya.


Dengan Palu di tangannya, Ren Yuu mengayunkannya dari jauh ke arah Canghai.


Ice Hammer Creator's!!


Ren Yuu mengayunkan Palunya ke arah Canghai sebanyak empat kali.


Empat Palu raksasa muncul dari sekitar Canghai dari empat arah yang berbeda.


Bang!!


Uhuk!


Canghai memuntahkan darah karena tidak menggunakan energi mendalamnya sebab konsentrasinya hilang begitu saja akibat serangan budak jiwa.


Melihat itu, Ren Yuu menyeringai lalu muncul di depan Canghai sambil mengayunkan Bloody Mist Sword di tangan kirinya.


"Gaya Keenam, Tarian Empyrean.."


Light God's Sword!!


Sraing! Sraing! Sraing! Sraing!


Ren Yuu terus-menerus menebas Canghai sebanyak puluhan kali.


Srak! Srak! Srak! Srak!


Canghai yang belum pulih tertebas di segala arah.


"Waktunya bagimu mati!" Bisik Ren Yuu.


"Gaya Kedelapan, A Slash Of Divine Light.."


Light God's Sword!!


Sraing!!


Canghai yang sudah pulih sedikit mencoba untuk menghindari tebasan tercepat Ren Yuu tanpa menggunakan energi mendalamnya.


Crash!!


Ren Yuu melewati Canghai dan di dada Canghai darah menyembur dari arah bahu kiri ke kanan. Ia awalnya mengincar leher Canghai tapi Canghai mencoba menghindari dengan cara turun ke bawah sebab tidak bisa naik ke atas dengan kondisi tidak memiliki konsentrasi mengedarkan energi mendalamnya.


Dahi Ren Yuu mengerut melihat itu karena Canghai masih mampu bereaksi.


Di sisi lain, Xiao Xiao baru saja selesai membantai seluruh bawahan Canghai. Ia langsung bergerak juga ke arah Ren Yuu secepat mungkin karena ia merasakan beberapa individu kuat sedang menuju ke arah mereka.


"Sialan! Aku akan membunuhmu!" Teriak Canghai sekuat tenaga dan membakar esensi darahnya.


Tubuhnya mengembung sedikit dan tingginya bertambah menjadi tiga meter.


Ren Yuu yang awalnya ingin menyerang Canghai langsung terhenti karena merasakan kekuatan Canghai yang meningkat drastis.


"Inikah manual tubuh milik Canghai?" Gumam Ren Yuu.


Memang benar itu adalah manual tubuh milik Canghai. Ketika ia membakar esensi darahnya, itu akan menjadi kekuatan untuk tubuh dan bukan energi seperti kultivator yang ada di empat benua.


Urat-urat tebal muncul di seluruh kulit Canghai yang memiliki tinggi 3 meter. Tubuhnya terlihat sangat berotot saat ini.


Xiao Xiao tiba di sebelah Ren Yuu sambil menatap Canghai. "Kekuatan tubuhnya saat ini sangat mengerikan. Jangan sampai terkena pukulan orang itu atau kita mungkin akan tamat bahkan untuk tubuhku, Yuu-Yuu." Xiao Xiao memperingkatkan Ren Yuu.


Ren Yuu mengerut seketika mendengarnya. Tapi, ia sudah membuat spekulasi tentang Canghai saat ini.


"Itu tidak masalah Xiao Xiao. Aku sangat yakin ketika Canghai menggunakan teknik itu, kecepatannya akan menurun drastis menjadi kecepatan kultivator Receival Early." Ujar Ren Yuu.


"Oh? Jika seperti itu, tidak akan sulit jika kita bekerja sama." Ucap Xiao Xiao.


Ren Yuu mengangguk lalu mengendalikan bulan sabit. Sekarang ia mampu menggunakan teknik Crescent Moonlight dan Moonlight Speed Body selama 1 setengah menit tanpa efek samping. Masih lebih setengah menit tekniknya akan menghilang dan itu lebih dari cukup untuk membereskan Canghai.


"Aku akan memancingnya, serang Canghai jika ada kesempatan Xiao Xiao." Perintah Ren Yuu. Ia langsung bergerak setelah mengatakan itu.


Melihat Ren Yuu datang, Canghai sangat marah karena merasa di remehkan.


"Kau akan mati hari ini!" Teriak Canghai sambil mengayunkan tinjunya dari jauh.


Bush!!


Tinju energi raksasa menerjang ke arah Ren Yuu. Melihat tinju itu, ia tau bahwa itu sangat berbahaya jika terkena.


Ren Yuu langsung mengendalikan bulan sabit ke arah lain untuk menghindarinya karena kecepatan pukulan itu lumayan lambat.


Zhep!!


Ren Yuu menghindar ke samping dan ingin menyerang tapi tinju energi lain menerjang ke arahnya.


Adegan itu terjadi terus-menerus dan membuat Ren Yuu tidak bisa mendekat sama sekali.


"Ck. Sepertinya aku hanya perlu menunggu Canghai melemah." Batin Ren Yuu.


Tapi ia mengerut karena merasakan kehadiran lain menuju ke arah mereka dan itu sangat banyak dan mereka semua sangat kuat.


Xiao Xiao tiba di sebelah Ren Yuu. "Yuu-Yuu, ayo kita pergi! Banyak orang kuat menuju ke sini!" Desak Xiao Xiao.


"Cih! Kau akan mati lain hari." Ucap Ren Yuu lalu Xiao Xiao langsung melapisi tubuh Ren Yuu dengan energinya dan membawanya kabur.


Jika Ren Yuu tidak menggunakan teknik Crescent Moonlight dan Moonlight Speed Body, kecepatannya jauh di bawah Xiao Xiao dan Xiao Xiao tentu saja paham tentang itu.


Canghai terengah-engah di udara sambil menatap Ren Yuu dan Xiao Xiao yang kabur darinya. Ia tau mereka berdua kabur karena banyak orang menuju ke arahnya.


"Aku akan memburu kalian kemanapun kalian pergi!" Ucap Canghai lalu perlahan turun ke bawah untuk memulihkan diri sambil menunggu orang yang menuju ke arahnya.