Path To God

Path To God
Ch 61. Kebun Herbal


Melihat penghalang di depannya. Ren Yuu menyerengai senang karena mungkin banyak herbal langka di dalam.


Ada sekitar sepuluh orang yang berada di penghalang di depan Ren Yuu. Mereka juga penasaran apa yang ada di dalam penghalang karena penghalang ini hanya ada satu di sini tidak seperti pusat reruntuhan yang memiliki banyak penghalang di sana.


Ren Yuu tau bahwa banyak barang berharga di pusat reruntuhan sekte. Tapi, yang paling menarik minat Ren Yuu adalah kebun herbal.


"Yuu Shawn!! Kenapa kau hanya diam?" Lan Xiuro berteriak di kuping Ren Yuu yang membuat Ren Yuu tersadar dari lamunannya.


"Jangan berteriak-teriak di telingaku, Xiuro..." Ren Yuu kesal karena di teriaki.


Lan Xiuro cemberut dan hanya menjawab, "ketika seorang gadis bertanya, dengarkan mereka!"


Ren Yuu mendengus mendengar perkataan Lan Xiuro dan hanya mengabaikannya.


"Apa kamu tau apa isi penghalang ini, Yuu Shawn?" Tanya Yuan Ni penasaran karena Ren Yuu sangat tertarik dan itu tidak luput dari pandangan Yuan Ni.


Ren Yuu tersenyum kecil dan menjawab, "ya... Ini adalah kebun herbal sekte ini di jaman dulu."


"Walaupun aku tidak tau apakah masih ada herbal di dalam atau tidak, aku akan mencoba untuk masuk ke dalam."


Ren Yuu kemudian mengambil buku tua dan memeriksa tentang Rune di dalam dan cara untuk menghapusnya.


Lan Xiuro, Yuan Ni dan Yang Sun bingung dengan buku yang di keluarkan oleh Ren Yuu dan mencoba membacanya.


Mereka bertiga mengerut karena tidak paham sama sekali dengan tulisan yang ada di buku. Mereka mantap Ren Yuu dengan tatapan aneh karena tau tentang bahasa yang tidak pernah mereka temukan di sejarah manapun.


Tentu saja mereka tidak akan menemukan tulisan seperti yang di ketahui Ren Yuu karena itu adalah bahasa di jaman 300.000 tahun yang lalu.


"Apa yang kamu baca?" Lan Xiuro bertanya karena penasaran dengan apa yang di baca Ren Yuu.


Ren Yuu tidak menjawab dan fokus pada buku tua di depannya.


Tiba-tiba tangan Ren Yuu berhenti membolak-balik halaman buku. Ren Yuu melihat tulisan di buku dengan seksama lalu melihat penghalang lagi.


"Ini tidak sama. Rune ini jauh lebih kuat," gumam Ren Yuu.


Ren Yuu mengerut lalu membolak-balik halaman lagi dan tidak menghiraukan Lan Xiuro yang bersungut-sungut di sebelahnya.


"Ini dia..." Ren Yuu berhenti dan berbisik pelan membaca buku.


Setelah membaca selama tiga menit, Ren Yuu berhenti sebentar dan melihat penghalang lagi.


"Walaupun berbeda, 50% konsep pembuatan Rune sama. Akan butuh waktu untuk membuka penghalang ini," batin Ren Yuu dan mencoba mempelajari cara merusak Rune sebagian. Bukan merusak tapi membuat lubang di penghalang tapi tidak merusak penghalang.


Dengan kata lain, Ren Yuu sengaja membuat seperti itu agar orang lain tidak masuk. Rune di depannya berbasis Rune pemulihan.


Rune akan perlahan pulih jika di rusak seseorang. Jika orang itu sangat kuat, penghalang akan hancur sepenuhnya.


Tapi Ren Yuu yakin jika semua orang di sini bekerja sama menghancurkan penghalang, mereka akan membutuhkan waktu setidaknya 5 menit.


Ren Yuu sudah menghafal semua isi buku. Beberapa orang memperhatikan Ren Yuu dengan seksama dan menunggu Ren Yuu membuka penghalang.


Para kultivator tidak bodoh. Mereka paham Ren Yuu akan melakukan sesuatu dan hanya menunggu.


Ren Yuu kemudian melihat ke sekeliling penghalang lagi dan mencari titik terlemah dari Rune.


"Yuu Shawn!! Jangan abaikan aku!!" Lan Xiuro semakin marah karena di abaikan oleh Ren Yuu setiap saat.


Ren Yuu melihat ke arah Lan Xiuro dengan tatapan tidak senang karena terus-menerus mengganggunya.


"Apa-apaan tatapan itu?! Itukah caramu memperlakukan kekasihmu?!" Lan Xiuro semakin marah dan berteriak ke arah Ren Yuu.


Beberapa orang di sana tentu saja mengenal nona muda clan Lan yang manja dan merasa heran bahwa Lan Xiuro bisa menaruh hati dengan seorang pria.


Ren Yuu tidak mau mempermalukan Lan Xiuro di depan umum dan hanya mendesah.


"Xiuro.. sebentar oke? Aku ingin melakukan sesuatu." Ren Yuu membujuk Lan Xiuro selembut mungkin dan sesuai dugaan, Lan Xiuro langsung luluh dan tersenyum manis.


Yang Sun dan Yuan Ni hanya memicingkan mata mereka ke arah Lan Xiuro yang sangat mudah di tenangkan oleh Ren Yuu karena itu merupakan prestasi yang luar biasa.


Setelah memenangkan Lan Xiuro, Ren Yuu langsung bergerak mengintari penghalang sambil menyentuhnya sesekali agar tau di mana letak Rune yang lemah.


Setelah lebih dari 5 menit memeriksa, Ren Yuu akhirnya menemukan sisi Rune yang paling lemah.


Ren Yuu langsung memukul penghalang menggunakan kekuatan fisik.


Bang!!


Semua orang melihatnya dan hanya menggelengkan kepala mereka karena merasa Ren Yuu tidak akan bisa masuk ke dalam penghalang.


"Apakah kamu butuh bantuan?" Tanya Lan Xiuro.


Ren Yuu hanya menggelengkan kepalanya dan menyentuh penghalang lagi. Ren Yuu menyalurkan energi Yang Ekstrem ke dalam Rune dan itu menyedotnya secara paksa.


Ren Yuu langsung menarik lengannya karena jika berlanjut, semua energinya akan di sedot.


"Kenapa ini menyerap energiku? Apakah ada Rune lain lagi?" Batin Ren Yuu.


"Kenapa?" Tanya Lan Xiuro lagi karena melihat Ren Yuu mengerut di wajahnya.


"Tidak Xiuro, penghalang ini akan membalikkan serangan jika kita menyerang secara paksa," jawab Ren Yuu.


"Jadi, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Yang Sun tiba-tiba karena Yang Sun juga tertarik dengan apa yang ada di dalam penghalang.


Ren Yuu tidak menjawab dan mencoba sesuatu dan itu kebalikan dari energi Yang Ekstrem. Ren Yuu menyalurkan Ice Flame ke penghalang. Penghalang itu perlahan memiliki setitik retakan. Ren Yuu terkejut dan mencoba mengingat sesuatu yang di catat di buku.


Ren tersenyum karena tau bahwa Rune di depannya berbasis elemen panas.


Lalu Ren Yuu melihat Lan Xiuro, Yang Sun dan Yuan Ni dengan senyum yang tidak pernah di perlihatkan oleh Ren Yuu.


Mereka bertiga mengerti bahwa Ren Yuu mencoba meminta bantuan kali ini.


"Salurkan energi dari Ice Art atau Ice Flame kalian di sini. Aku juga akan ikut. Setelah itu, ketika penghalang retak, kita akan menerobos masuk ke dalam," Ren Yuu langsung membuat rencana dan melirik sekilas ke kultivator lain yang masih melirik mereka sesekali dari jauh.


"Apakah ini akan berhasil?" Tanya Lan Xiuro.


"Ya, ayo kita coba," Ren Yuu langsung mengeluarkan Ice Flame dan menyalurkannya ke dalam titik lemah Rune.


Mereka bertiga juga melakukan hal yang sama dan mengikuti instruksi Ren Yuu.


Penghalang mulai retak sedikit demi sedikit dan lama-lama retakan melebar.


Semua orang melihat itu langsung terkejut dan bersiap-siap untuk menyerbu masuk ke dalam penghalang ketika hancur.


Tapi mereka sangat naif karena Ren Yuu sudah memperkirakan tempat untuk masuk karena hampir tidak mungkin menghancurkan penghalang jika tidak di lakukan oleh semua pembudidaya.


Ketika retakan sudah melebar, Ren Yuu berhenti dan langsung mengepalkan tangannya sekuat mungkin dan menggunakan energi Yang Ekstrem agar penghalang yang beku langsung di jebol oleh energi yang berlawanan.


"Sekarang!!" Ucap Ren Yuu pelan dan meninju penghalang.


Bang!!


Penghalang langsung roboh dan membuat lubang. Ren Yuu tidak membuang waktu dan menangkap Lan Xiuro dan langsung melompat ke dalam.


Yang Sun dan Yuan Ni juga langsung melompat ke dalam tanpa membuang waktu.


Semua orang terkejut karena itu hanya membolongi sedikit penghalang.


"Ayo masuk!!" Teriak salah satu kultivator dan langsung melesat untuk masuk ke dalam.


Ketika dia hampir masuk, Ren Yuu yang ada di dalam menyerengai.


Ren Yuu mengayunkan pukulan ke arah lubang.


Bang!!


Kultivator itu terpental karena menerima pukulan Ren Yuu.


Lan Xiuro, Yang Sun dan Yuan Ni tidak bisa berkata-kata karena Ren Yuu melakukan itu.


Ren Yuu tidak berhenti dan menyalurkan energi Yang Ekstrem miliknya ke penghalang. Penghalang pulih sangat cepat karena melahap energi Ren Yuu.


"Sialan!! Aku akan membunuhmu!!" Teriak kultivator itu karena baru saja menerima pukulan tepat di wajahnya.


"Cobalah jika kau bisa," Ren Yuu terkekeh dan penghalang tertutup lagi sepenuhnya.


Ren Yuu berbalik dan melihat ke belakang lalu berkata pelan sambil tersenyum, "sesuai dugaanku. Ini memang kebun herbal."