Path To God

Path To God
Ch 83. Peran Baru


Gerbong terbang ke arah berlawanan dengan kedatangan mereka. Setelah beberapa jam, mereka melewati lautan. Gerbong kereta mendarat di tanah dan Ren Yuu keluar lalu melihat ke arah kejauhan.


Mereka tiba di daerah berbatuan juga saat ini, sama dengan daerah bebatuan sebelumnya. "Ayo pergi." Ren Yuu langsung bergerak ke arah acak. Cai'Zi langsung mengikuti Ren Yuu tanpa berbicara sedikitpun.


Setelah berkelana selama lebih dari satu hari, ular kecil itu terbangun dari tidurnya.


Ren Yuu merasakan level ular masih berada di Qi Gathering tahap kedua. Ren Yuu langsung memberi makan ular lagi dan seperti biasa, setelah makan, ular itu tidur lagi.


"Apa ular ini spesies campuran dengan babi? Kenapa sehabis makan dia hanya bisa tidur?" Ren Yuu heran dengan ular itu dan Cai'Zi tersedak dan terkikik sebentar lalu langsung memasang wajah datar lagi.


Ren Yuu menatap Cai'Zi dengan tatapan kosong sejenak karena baru kali ini Ren Yuu melihatnya tertawa.


"Kamu ternyata bisa tertawa juga. Aku kira kamu sudah kehilangan emosi untuk bisa tertawa."


Cai'Zi mendengus ke arah Ren Yuu dan tidak berkomentar sama sekali. Ren Yuu menggelengkan kepalanya lalu bergerak lagi secepat mungkin untuk keluar dari tanah tandus.


Setelah setengah hari, mereka sudah melihat beberapa kultivator yang berlalu lalang.


Mereka tiba di daerah yang terlihat seperti bekas desa. Walaupun hanya desa, bangunannya terlihat bagus dari strukturnya.


"Kemungkinan ini adalah desa dari pinggiran wilayah Kekuatan besar jaman dulu," Ren Yuu memperhatikan desa yang tampak agak megah.


"Ya, di lihat dari arah jalan masuk, tempat itu berada di sana." Cai'Zi menunjuk ke arah Utara. Ren Yuu mengangguk dan bergerak ke arah Utara di ikuti oleh Cai'Zi.


"Sudah hampir satu setengah bulan portal terbuka. Tidak akan lama lagi sebelum portal jalan keluar terbuka lagi," ucap Cai'Zi.


"Ya, sepertinya peninggalan lain juga sudah di rebut oleh orang-orang dan tidak menyisakan apapun lagi." Sambung Ren Yuu karena mungkin semua kultivator sudah menyusuri dimensi kecil baru.


Mereka berdua terus bergerak. Setelah bergerak selama tiga hari, mereka melihat ratusan kultivator dari arah mereka datang pergi ke arah yang sama. Ren Yuu yakin bahwa dari arah berbeda juga pasti banyak yang berkumpul.


Ren Yuu melihat semua orang dan waspada akan semua kultivator jika ada yang mengenalnya.


"Apakah kamu punya pakaian dari Heavenly Palace untuk seorang pria?" Tanya Ren Yuu sambil menatap Cai'Zi. Cai'Zi tau untuk apa itu dan mengeluarkan pakaian wanita. Cai'Zi berhenti sejenak dan memodifikasi pakaian untuk wanita agar menjadi pakaian yang bisa di gunakan untuk pria dan wanita.


Karena memang banyak murid dari Heavenly Palace yang memakai pakaian khusus yang bisa di gunakan oleh pria dan wanita.


Setelah selesai, Cai'Zi memberi Ren Yuu pakaian itu. Ren Yuu semakin penasaran dengan Cai'Zi karena sepertinya akan menuruti permintaannya terus-menerus.


Ren Yuu langsung memakai pakaian itu dan memakai topeng di wajahnya agar tidak di kenali.


"Baiklah, ayo bergerak."


Mereka berdua langsung bergerak lagi. Banyak orang yang melihat mereka sekilas dan tau apa lambang di pakaian Ren Yuu dan lambang di pinggang Cai'Zi. Mereka semua hanya mengabaikan dan terus bergerak juga ke arah tujuan.


Tidak sampai satu hari, lebih dari puluhan ribu kultivator bergerak ke arah yang sama.


Di kejauhan, terlihat bangunan besar dan megah. Di sekeliling bangunan besar itu banyak reruntuhan rumah yang sudah rusak.


Ren Yuu juga setuju dan akan mencoba mencari tau Empire apa sebenarnya yang memiliki dimensi yang bisa di katakan sangat besar yang mereka masuki.


Tidak lama waktu berlalu, Ren Yuu dan Cai'Zi tiba di daerah reruntuhan Empire kuno.


"Sudah sangat banyak orang yang berkumpul. Kita juga harus ke sana," Ren Yuu langsung memasuki kerumuman bersama Cai'Zi.


"Sepertinya belum sampai setengah jumlah orang yang masuk tiba," ucap Ren Yuu.


"Jika semua kultivator sudah berkumpul, kemungkinan besar lebih setengah yang gugur kali ini. Ini lebih banyak dari pada saat terakhir kali ada dimensi kecil baru yang di buka beberapa puluh tahun lalu," ujar Cai'Zi.


"Apakah kamu tidak datang bersama dengan anggota Heavenly Palace, Cai'Zi?" Tanya Ren Yuu lagi. Mereka sudah lumayan akrab selama di perjalanan meskipun Cai'Zi masih menyembunyikan sesuatu yang sangat penting menurut Ren Yuu.


"Ya. Awalnya kami sangat banyak dan berpencar ketika memasuki dimensi. Aku tiba bersama dua orang anggota Heavenly Palace. Tapi mereka tewas saat kami bertarung di tengah jalan. Beberapa kali juga aku melihat banyak jenazah dari anggota Heavenly Palace di tengah jalan," Cai'Zi berkata dan menghela nafas sedikit.


Ren Yuu tidak berkomentar sama sekali dengan kemalangan Cai'Zi.


Banyak kultivator yang memeriksa bangunan satu per satu. Ren Yuu sudah tau hanya akan ada sedikit barang berguna di dalam. Cai'Zi juga tau kenyataan itu, mereka berdua hanya mengabaikan semua orang dan terus bergerak ke arah pusat Empire.


Empire ini sangat luas dan butuh waktu setengah hari paling tidak jika bergerak lambat. Jika buru-buru, Ren Yuu dan Cai'Zi akan memakan waktu 8 jam mencapai pusat.


"Cai'Zi..." Suara seorang terdengar di telinga Ren Yuu dan Cai'Zi. Mereka berdua berhenti dan melihat sumber suara.


"Jiang Chen?" Cai'Zi melihat ke arah pemuda tampan yang perlahan mendekat bersama dua orang bersamanya.


"Kami sudah mencarimu ke mana-mana sebulan terakhir ini," ucap seseorang pria tampan berkulit agak gelap bernama Xu Jiao.


"Kenapa kalian mencariku?" Tanya Cai'Zi datar seperti biasa.


"Jangan begitu Cai'Zi, kami tentu saja khawatir denganmu," seorang wanita lumayan cantik berkata sambil tersenyum.


"Tidak ada yang menyuruh kalian untuk khawatir padaku, Xu Jingwei," jawab Cai'Zi datar seperti biasa.


Ren Yuu di samping merasa heran bahwa Cai'Zi seperti tidak suka bergaul dengan mereka bertiga.


Ren Yuu tau bahwa mereka juga adalah murid dari Heavenly Palace seperti Cai'Zi hanya dengan lambang pakaian mereka. Ada juga lambang clan mereka di bagian pinggang.


Jiang Chen melihat ke arah Ren Yuu dengan seksama lalu bertanya, "kamu siapa? Kamu memakai pakaian murid Heavenly Palace. Tapi kami tidak tau bahwa ada murid yang memakai topeng."


Xi Jiao dan Xu Jingwei melihat ke arah Ren Yuu juga dan merasa penasaran dengan identitas Ren Yuu.


"Kalian tidak perlu tau tentangnya. Dia dikirim oleh Guru untuk membantuku di dimensi kecil ini," Cai'Zi buru-buru mencari alasan yang logis dan membuat Ren Yuu menjadi seorang pengawal.


Mereka bertiga mengangguk karena merasa itu wajar. Cai'Zi memang selalu di kawal jika keluar dari Heavenly Palace karena Cai'Zi adalah murid pertama dan murid terakhir dari Tetua Agung Heavenly Palace. Semua orang tau betapa sayangnya Tetua Agung Heavenly Palace kepada Cai'Zi.


Di sisi lain Ren Yuu tidak tau harus tertawa atau menagis karena kali ini dia berperan sebagai pengawal.