
Hari-hari terus berlalu dengan penuh kebahagiaan.
Ren Yuu dan Cai'Zi selalu bersama setiap hari. Walaupun mereka berdua hampir tidak memiliki teman lain, mereka berdua merasa tidak masalah karena sudah mempunyai apa yang mereka butuhkan.
Ren Yuu sangat menyayangi adiknya, Cai'Zi. Sedangkan Cai'Zi juga sangat menyayangi kakaknya dan juga ayah dan ibu angkatnya.
Mereka sering bermain bersama di luar dan ketika pulang, Ren Yuu selalu menggendongnya karena merasa itu adalah tugas seorang kakak untuk memanjakan adiknya.
Cai'Zi tentu saja merasa senang karena keluarga barunya sangat menyayanginya terutama Ren Yuu. Mereka selalu bersama setiap waktu dari makan, bermain, mandi, tidur. Mereka hampir tidak terpisahkan.
2 tahun setengah telah berlalu semenjak Cai'Zi tinggal bersama keluarga barunya.
Lalu kebahagiaan itu hampir sirna karena suatu masalah tertentu.
Ren Yuu saat ini sudah berusia 7 tahun setengah dan Cai'Zi berumur 7 tahun.
Di sore hari yang cerah. Saat ini Ren Yuu sedang bermain bersama dengan Cai'Zi seperti biasa.
Seperti biasa, mereka hanya bermain berdua dan tidak ada orang lain. Beberapa kali mereka bermain dengan Mei karena memang mereka berteman dengan Mei yang tinggal tidak jauh dari rumah Ren Yuu.
Tapi, Ren Yuu dan Cai'Zi memilih untuk bermain bersama.
"Zi kecil... ayo kita kembali. Ayah dan ibu mungkin sudah menunggu," Ren Yuu memanggilnya sambil melihat Cai'Zi yang masih asik melihat bunga-bunga liar yang tumbuh di dekat bukit.
Cai'Zi melihat ke arah Ren Yuu sambil tersenyum lalu menjawab, "ya kakak, aku datang."
Cai'Zi langsung berlari ke arah Ren Yuu dan membawa satu tangkai bunga agar menaruhnya di pot bunga di rumah.
Dalam dua tahun lebih ini Cai'Zi tumbuh menjadi gadis yang semakin sehat dan cantik tidak kurus lagi seperti sebelumnya.
"Ayo sini," ucap Ren Yuu dan berjongkok. Cai'Zi langsung mengerti dan melompat ke arah Ren Yuu. Cai'Zi langsung memeluk Ren Yuu dari belakang karena merasa sangat nyaman dengan punggung kakaknya yang setiap hari menggendongnya pulang.
"Ughh... Berat badanmu sepertinya bertambah lagi," gumam Ren Yuu pelan tapi di dengar oleh Cai'Zi.
"Kakak jahat... Zi kecil kan banyak makan, jadi wajar bila Zi kecil beratnya bertambah," Cai'Zi cemberut karena di Katai berat.
"Haha.. maaf, maaf, kakak tetap akan menggendongmu walaupun berat badanmu dua kali dari ini," Ren Yuu tertawa dan menghibur adiknya lagi agar tidak cemberut.
"Hehehe... Aku tau kakak adalah yang terbaik," Cai'Zi memeluk Ren Yuu dengan erat karena merasa sangat bahagia setiap hari selama dua tahun setengah ini.
Lalu mereka mulai menuruni bukit perlahan-lahan. Tidak sampai 5 menit, ada enam anak yang melihat mereka.
Keenam anak itu adalah anak dari panti asuhan. Dua diantaranya sudah berumur sekitar 4-5 tahun lebih tua dari Ren Yuu.
"Bukankah itu Cai'Zi si pemakan besar?" Tanya seorang anak.
"Ya, ayo kita ganggu dia. Sudah lama semenjak kita tidak mengganggunya karena dia sudah di adopsi oleh keluarga tertentu." Seorang anak menyarankan sambil menyerengai.
Semua anak setuju karena mereka sangat senang menggangu Cai'Zi ketika masih berada di panti asuhan.
"Bukankah itu Cai'Zi?" Suara tidak enak terdengar di telinga Ren Yuu dan Cai'Zi.
Ren Yuu dan Cai'Zi berhenti dan melihat ke arah enam anak yang perlahan mendekat ke arah mereka.
Cai'Zi gugup melihat keenam anak itu karena mereka terus mengganggunya ketika berada di panti asuhan.
"Ada apa?" Tanya Ren Yuu karena tidak senang dengan mereka berenam. Ren Yuu sudah tau bahwa tiga diantara mereka adalah anak yang menggangu Cai'Zi sewaktu pertama kali bertemu.
"Kalau tidak salah, kau Ren Yuu bukan? Aku ingat terakhir kali bahwa kau melindungi Cai'Zi." Ucap salah satu anak dan membuat Ren Yuu agak marah.
"Urus urusanmu dan jangan ganggu kami," ucap Ren Yuu dingin dan pergi dari situ sambil membawa Cai'Zi yang masih gugup.
"Apa kau bilang?" Tanya anak tertua diantara mereka.
"Minggir dari jalanku," ucap Ren Yuu tidak senang.
"Kau pikir kau siapa? Apakah kau mau aku mematahkan lenganmu itu bocah?" Tanyanya lagi.
Ren Yuu tidak menjawab dan langsung bergerak melewati mereka berenam.
Orang itu marah karena di abaikan dan langsung bergerak ke arah samping Ren Yuu dan menendang kaki Ren Yuu.
Ren Yuu yang tidak siap terjatuh bersama Cai'Zi. Ren Yuu yang melihat Cai'Zi membentur tanah sangat marah seketika.
"Dasar sialan... apa yang kau lakukan?!" Ren Yuu berteriak dan mulai memukul ke arah wajah orang itu.
Buak!!
Pukulan Ren Yuu mendarat tepat di wajah orang itu. Hidung orang itu mimisan sedikit dan semakin marah dan langsung memukul Ren Yuu lagi.
"Ayo kita hajar anak ini," ucap pria itu dan mulai memukuli Ren Yuu sekuat tenaga di segala tempat.
"Hentikan!!" Cai'Zi berteriak dan mencoba melindungi Ren Yuu tapi Cai'Zi terkena tamparan dari salah satu anak yang mungkin tertua kedua.
Orang itu tidak berhenti dan berniat memukuli Cai'Zi juga. Tapi Ren Yuu langsung berlari ke arah Cai'Zi walaupun terus menerus terkena pukulan.
"Jangan pukul adikku...." Ren Yuu langsung melompat ke depan Cai'Zi dan memeluknya agar tidak di pukuli oleh mereka.
Mereka semua menyerengai kejam dan mulai memukuli Ren Yuu dengan keras. Orang yang sebelumnya mimisan masih sangat kesal dan mengambil batu besar lalu menghantam Kepala Ren Yuu sekeras mungkin.
Bang!!
Ren Yuu yang menerima pukulan merasakan dunianya berputar dan menjadi gelap.
Cai'Zi tertegun melihat Ren Yuu pingsan sambil memeluknya. Darah perlahan menetes dari kepala Ren Yuu. Mereka berenam juga berhenti karena baru sadar mungkin Ren Yuu sudah mati dengan kepala yang bocor dan mengeluarkan banyak darah.
"Aku akan membunuhmu!!!" Cai'Zi berteriak keras dan ada tanda di dahinya yang mulai bersinar.
Cai'Zi yang sambil menangis melihat keadaan Ren Yuu langsung bergerak ke arah mereka berenam dan memukul kepala salah satu dari mereka.
Bang!!
Kepala orang itu meledak seketika seperti semangka pecah.
Cai'Zi tidak berhenti dan mulai menangkap satu orang lagi tepat di lehernya dan mematahkan leher orang itu dalam sekejap.
Keempat anak yang tersisa terkejut karena Cai'Zi membunuh dua orang dalam sekejap.
Cai'Zi langsung membantai mereka satu persatu tanpa pandang bulu dan menyisakan orang terakhir yang memukul Ren Yuu sebelumnya.
"Aku akan menyiksamu perlahan sampai kau memohon untuk mati!!" wajah Cai'Zi sangat garang kali ini dan seperti kehilangan kendali dan hanya berpikir untuk membunuh.
"Tolong jangan..." Orang itu sudah kencing di celana karena takut. Melihat lima temannya mati dengan tiga diantaranya dengan kepala meledak bukankah sesuatu yang pernah di saksikan olehnya.
Cai'Zi yang hanya di penuhi kebencian langsung menyiksa anak itu dan melepaskan bagian tubuhnya satu persatu.
Di tempat yang tidak jauh, seorang pria tua menyaksikan adegan itu. Pria tua itu awalnya ingin bersantai dan melihat pemandangan di sore hari. Tapi, dia tidak menyangka akan menyaksikan adegan pembantaian oleh seorang gadis kecil.
"Bukankah itu...." Pria tua itu tertegun sejenak karena tau apa itu.
"Aku tidak menyangka akan menemukan seseorang dengan Royal Bloodline di daerah terpencil ini," batin pria tua itu dan mendekat perlahan ke arah Cai'Zi yang seperti orang kesurupan.