
"Bagaimana kau ingin mati?" Ren Yuu bertanya sambil mengangkat Palunya dan berjalan ke arah Li Han.
"Kenapa kau memburu kami?" Tanya Li Han dingin.
"Kenapa? Bukankah kalian sekte Sword Heaven yang memburu aku lebih dulu?"
"Seingatku, aku tidak pernah mencari masalah dengan kalian. Salahkan keponakanmu yang tidak tau diri itu," Ren Yuu menyerengai ke arah Li Han.
"Kapan mereka memburumu?" Tanya Cai'Zi datar seperti biasa.
"Pertama kali aku memulai kultivasi sekitar tiga minggu lebih," jawab Ren Yuu pelan.
Cai'Zi entah mengapa memasang wajah marah dan pulih seketika ke wajah datarnya.
"Apa kau ingin membunuhnya sekarang juga?"
"Tentu saja," Ren Yuu langsung menyerang ke arah Li Han.
Broken Shadow!!
Ren Yuu melesat ke arah Li Han. Li Han yang melihat itu marah dan berniat membunuh Ren Yuu selagi bisa.
"Mati sialan!!" Li Han berteriak seperti orang gila karena kebencian terhadap Ren Yuu dan juga keponakannya yang kurang ajar.
Li Han menggambar pedang ke arah Ren Yuu secepat kilat. Gerakan Li Han sangat halus dan sulit di tebak.
Sword Enigma!!
Ren Yuu terkejut dengan teknik Li Han tapi tidak takut sama sekali. Walaupun lagi terluka, Ren Yuu sudah terbiasa merasakan sakit dari luka yang parah.
Destroyer Hammer!!
Ren Yuu juga mengayunkan Palunya sekuat tenaga ke arah serangan Li Han dari dua arah berbeda karena menggunakan teknik Broken Shadow.
Tapi Li Han menebas ke arah yang benar dan membuat kedua serangan berbenturan.
Tring!!
Bushhh!!
Ren Yuu menggunakan semua kekuatannya dan tidak dapat mendorong Li Han sama sekali.
"Sepertinya aku harus menembus Tier Core Formation tahap keenam agar mampu mengalahkan Setengah Langkah Gold Core tahap pertama," batin Ren Yuu.
"Kau tidak akan bisa mengalahkanku dengan kekuatan yang kecil ini bocah," ejek Li Han tapi membeku karena mendengar suara yang membuat Li Han merasa merinding dan bulu kuduknya bernaikan.
"Dia tidak sendirian di sini pak tua.."
Jleb!!
Dagger menusuk di jantung Li Han dan Ren Yuu menusuk Li Han tepat di jidatnya menggunakan Dagger di tangan kirinya.
Jleb!!
Li Han tertegun karena tidak menyangka akan di bunuh di tangan anak muda.
"Jika aku tau begini, aku akan memburumu dari dulu...."
"Sesalilah nasib burukmu di neraka," ejek Ren Yuu kembali dan Li Han mati dengan amarah besar.
Blug!
Li Han terjatuh ke samping setelah Ren Yuu dan Cai'Zi menarik Dagger mereka.
"Dasar sampah..." Ren Yuu mendengus dan membekukan mayat Li Han menjadi serpihan es setelah menjarah semua barang milik Li Han.
Ren Yuu melihat ke arah Cai'Zi dengan tatapan aneh.
"Kenapa wanita ini setuju membantuku? Apakah dia tertarik padaku? Itu tidak mungkin..." Ren Yuu menghilangkan pemikiran konyolnya dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Kenapa kau melihatku seperti itu? Apa kau tertarik padaku?" Tanya Cai'Zi datar.
Ren Yuu berkedut mendengarnya dan mendengus ke arah Cai'Zi. Ren Yuu berbalik dan menjarah semua cincin ruang anggota sekte Sword Heaven.
Setelah memeriksa satu persatu, semua isinya mengecewakan Ren Yuu.
Ren Yuu melihat ke arah pusat hutan lagi. Tidak ada yang menarik di pulau yang mereka datangi.
Cai'Zi hanya diam dan memperhatikan sekelilingnya mencari sesuatu juga.
Setengah hari kemudian, mereka sampai di pusat pulau, Ren Yuu dan Cai'Zi berhenti sebentar sambil melihat sesuatu yang aneh di depan mereka. Jika benda di depan mereka hidup, itu pasti akan merepotkan.
"Apakah ini makhluk hidup yang sudah mati atau buatan?" Tanya Ren Yuu penasaran dan melihat benda di depannya.
"Benda mati tentu saja. Tidak mungkin ada sesuatu seperti itu menjadi makhluk hidup," jawab Cai'Zi.
Ren Yuu memicingkan matanya ke arah Cai'Zi sebentar dan melihat ke arah depan lagi.
Di depan mereka ada kepala ular yang membuka mulutnya. Jika di ukur, diameter ular di depan mereka mencapai 30 meter.
Ren Yuu juga tidak pernah membaca sesuatu seperti ini di buku tua dan sama halnya dengan leluhur Aligator Palopuz yang sebesar hampir 1 km.
Jika ular di depan mereka hidup, sudah di pastikan bahwa panjangnya lebih dari 1 km.
"Apakah kita akan masuk?" Tanya Ren Yuu sambil melihat ke arah Cai'Zi.
Cai'Zi hanya diam dan tidak menjawab dan membuat Ren Yuu mendesah karena sangat sulit berkomunikasi dengan wanita dingin di sebelahnya.
Ren Yuu berjalan ke dalam mulut ular itu. Ren Yuu haus akan petualangan dan penasaran akan hal-hal seperti di hadapannya.
Cai'Zi juga langsung bergerak setelah Ren Yuu dan terus mengikutinya.
Ren Yuu merasa heran bahwa Cai'Zi terus mengikutinya dan semakin penasaran apa sebenarnya tujuan Cai'Zi mengikutinya.
Mereka berjalan perlahan menyusuri ke perut ular. Perut ular ini sudah seperti gua raksasa.
Setelah berjalan lebih dari lima menit, mereka mendekati tujuan. Di ujung gua ada meja batu besar dan di sekitarnya ada pola rumit.
Di tangan meja batu itu, ada Crystal berwarna hijau cerah berdiameter 15 cm.
"Apa itu?" Tanya Cai'Zi tiba-tiba karena penasaran.
Crystal itu mengeluarkan aura berwarna hijau juga di sekitarnya dan membuatnya semakin misterius.
Cai'Zi langsung melompat ke atas meja batu dan memperhatikan dengan seksama Crystal berwarna hijau di depannya.
Ren Yuu juga langsung mendekat karena merasa Crystal itu tidak sederhana sama sekali.
"Jangan sentuh Crystal itu. Aku merasakan bahaya darinya," Ren Yuu memperingatkan.
"Bagaimana bisa benda cantik ini berbahaya?" Tanya Cai'Zi dan mencoba menyentuh Crystal. Ren Yuu langsung menarik tangan Cai'Zi.
Cai'Zi tertegun dan menatap Ren Yuu dengan wajah datar seperti biasa.
"Coba pada benda lain lebih dulu idiot, kau terlalu ceroboh," Ren Yuu kesal karena peringatannya di abaikan.
"Siapa kau bilang idiot?" Cai'Zi tiba-tiba marah karena di Katai idiot oleh Ren Yuu.
"Siapa lagi orang lain di sini selain kau?" Tanya Ren Yuu balik dan mengeluarkan herbal yang masih hidup di dalam wadah kecil.
"Kau..." Cai'Zi semakin kesal dan berhenti berbicara ketika Ren Yuu mendekatkan herbal.
Ketika herbal mencapai Crystal itu, aura hijau perlahan masuk ke dalam herbal dan sesuatu mengejutkan terjadi.
Herbal itu perlahan seperti terkontaminasi akan sesuatu dan mati seketika.
Cai'Zi tertegun karena apa yang di katakan Ren Yuu adalah kebenaran.
Ren Yuu melihat ke arah Cai'Zi lagi dan mendengus sambil berkata, "idiot!"
Walaupun Cai'Zi tau dia salah, Cai'Zi ingin meledak marah karena di Katai idiot oleh Ren Yuu lagi.
Cai'Zi menarik nafasnya dalam-dalam dan menenangkan dirinya.
"Bagus, akhirnya kamu tenang. Sekali lagi berpikirlah terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu. Jika tidak, kamu akan mengikuti jejak herbal itu," Ren Yuu menguliahi Cai'Zi sebisanya tapi dirinya sendiri juga sering melakukan kesalahan seperti itu.
Cai'Zi tertegun karena Ren Yuu menceramahinya seperti anak kecil di depan seorang master.
Wajah Cai'Zi gelap seketika dan melihat ke arah lain sambil memasang wajah kesal.
Ren Yuu terkekeh melihat sikap Cai'Zi dan melihat kembali ke arah Crystal untuk memeriksa apa sebenarnya Crystal di depan mereka.