Path To God

Path To God
Ch 104. Masa Lalu : Pertemuan(3)


Makanan sudah selesai di masak. Karena tau Ren Yuu banyak makan, Feng Xuer selalu memasak banyak makanan. Feng Xuer selesai menyajikan semua makanan di depan Ren Yuu dan Cai'Zi.


Ren Yuu langsung menyantap makanan di depannya. "Ayo makan Cai'Zi... Masakan ibu sangat enak," Ren Yuu menguyah makanan sambil berbicara.


"Jangan berbicara sewaktu makan sayang." Lalu Feng Xuer melihat ke arah Cai'Zi yang masih diam, "makanlah yang banyak, Cai'Zi. Jika kurang, nanti bibi memasak lebih banyak lagi," Feng Xuer menyuruh Cai'Zi agar tidak perlu takut tentang makanan karena Feng Xuer tentu saja bisa membaca apa yang tertulis di wajah Cai'Zi.


Cai'Zi mengangguk dan berkata dengan gugup. "Selamat makan," Cai'Zi tidak bisa menahannya lagi dan langsung melahap makanan sama seperti Ren Yuu.


Kedua pemilik Bloodline itu seperti jurang tak berdasar karena membutuhkan asupan nutrisi yang besar.


Feng Xuer sedikit terkejut bahwa Cai'Zi juga pemakan besar. Feng Xuer langsung berdiri dan pergi ke dapur lagi untuk menyiapkan makanan baru.


Tidak lama kemudian, suara Ren Douzi terdengar dari luar yang membuat Cai'Zi semakin gugup.


"Aku pulang..." Di tangannya, Ren Douzi membawa bingkisan besar. Bingkisan itu adalah bahan makanan yang sangat banyak.


"Selamat datang..." Suara Feng Xuer terdengar dari dapur dan Ren Douzi langsung masuk.


Ketika tiba di dalam, Ren Douzi tertegun melihat dua anak rakus yang sedang melahap makanan. Perut kecil mereka berdua seperti jurang tak berdasar.


Ren Douzi sudah paham kenapa Ren Yuu membutuhkan asupan nutrisi yang sangat besar tapi masih merasa heran gadis kecil di sebelah Ren Yuu juga sama.


"Ayo.. fakan Fayah..." Suara Ren Yuu tidak jelas karena berbicara sambil mengunyah makanan.


"Jangan biasakan berbicara saat makan nak. Habiskan dulu makanannya baru berbicara," Ren Douzi memperingati dan duduk di depan Ren Yuu dan Cai'Zi yang sedang melahap makanan.


Cai'Zi berhenti sejenak karena merasa malu. Ren Douzi merasa heran bahwa anak kecil mempunyai pemikiran yang sudah maju. Ren Douzi tersenyum sambil berkata, "makanlah yang banyak. Jika kurang, kami akan membuat lebih banyak makanan."


"Maaf..." Bisik Cai'Zi dan kali ini memakan makanan lebih lambat dari sebelumnya.


Ren Douzi tidak tau harus berkata apa dan hanya diam. Lalu Ren Douzi berdiri dan berjalan ke arah dapur agar Cai'Zi tidak merasa canggung karena di perhatikan saat makan.


"Siapa gadis kecil itu?" Ren Douzi bertanya ketika tiba di dapur dan melihat Feng Xuer masih memasak makanan lagi.


"Itu teman Yuu'er. Tapi, sepertinya dia tidak punya orang tua. Kita bisa bertanya nanti setelah mereka selesai makan," Feng Xuer terus melanjutkan memasaknya sambil menjawab dan tidak melihat ke arah Ren Douzi.


Ren Douzi hanya mengangguk mengerti. Lalu makanan baru tida di depan Ren Yuu dan Cai'Zi. Cai'Zi yang melihat itu tiba-tiba berhenti makan dan menunduk sambil meneteskan air matanya karena tidak menyangka akan ada orang yang bersikap baik kepadanya.


Feng Xuer mengerti dengan jelas mengapa itu terjadi hanya dari tubuh Cai'Zi yang terlihat sangat kurus. Feng Xuer menghampiri Cai'Zi dan menghapus air matanya sambil berkata, "makanlah yang banyak oke? Bibi akan memasak lagi jika kurang. Kamu tidak perlu takut karena makan yang banyak. Bibi tidak akan marah."


Ren Yuu berhenti makan juga dan melihat ke arah Cai'Zi dan menyambung, "umm. Ayah sering membawa sangat banyak bahan makanan. Jadi kamu tidak perlu takut Cai'Zi. Ayo kita makan yang banyak."


Ren Yuu melanjutkan makan lagi dengan lahap. Cai'Zi merasa sangat hangat karena keluarga Ren Yuu begitu baik padanya.


Cai'Zi mulai melahap makanan lagi dengan perasaan senang karena ini pertama kalinya merasa bahagia dalam hidupnya.


Setelah selesai makan, Ren Douzi dan Feng Xuer duduk di depan Ren Yuu dan Cai'Zi yang sudah puas karena makan sangat banyak.


Ren Douzi melihat ke arah Cai'Zi dan ingin bertanya tapi di sela oleh Feng Xuer. Ren Douzi mengangguk karena lebih baik membiarkan istrinya yang bertanya.


"Cai'Zi... bisakah kamu mengatakan di mana kamu tinggal? Bibi akan mengantar kamu pulang karena mungkin ada orang yang khawatir," Feng Xuer bertanya selembut mungkin.


Cai'Zi menunduk lagi tapi tetap menjawab, "aku tinggal di panti asuhan ©©© bibi. Tapi, aku..." Kata-kata Cai'Zi terputus karena tidak tau harus berkata bagaimana. Karena semua orang di panti asuhan membencinya karena terlalu banyak makan dan tidak bisa berbuat apa-apa.


Bahkan melakukan tugas membersihkan Cai'Zi tidak becus. Itulah sebabnya Cai'Zi di benci semua orang yang tinggal di panti asuhan tidak terkecuali pengurus panti asuhan. Teman-teman Cai'Zi hampir kelaparan karena nafsu makan Cai'Zi yang begitu besar.


Ren Douzi dan Feng Xuer mengerti dan sudah tau ke arah mana pembicaraan.


"Kalau kamu tidak mau kembali ke sana, lebih baik kamu tinggal di sini!" Ren Yuu bersemangat dan memberikan proposal kepada Cai'Zi.


"Aku... aku..." Cai'Zi tidak tau harus menjawab apa karena sangat takut menyusahkan orang lain.


Ren Douzi dan Feng Xuer semakin heran karena pemikiran Cai'Zi tidak seperti anak-anak seusianya. Mereka langsung membuat spekulasi tentang apa saja yang di alami oleh Cai'Zi dan membuatnya tumbuh lebih cepat dalam hal pemikiran.


"Bisakah Cai'Zi tinggal di sini ayah, ibu?" Ren Yuu memasang mata anak anjing lagi agar ayah dan ibunya setuju. Ren Yuu juga hampir tidak punya teman karena tidak bisa bermain permainan yang sedang populer di sekitar tempat tinggalnya.


Ren Douzi dan Feng Xuer saling memandang sejenak dan mengangguk karena mereka berdua memiliki pemikiran yang sama tentang permintaan Ren Yuu sewaktu merayakan ulang tahun kelimanya.


"Baiklah, besok kita akan pergi ke panti asuhan untuk mengatakan Cai'Zi tinggal di sini," ucap Feng Xuer sambil tersenyum.


Cai'Zi bergetar di tubuhnya karena keluarga Ren Yuu mengijinkannya tinggal di rumah mereka.


Matanya kembali berkaca-kaca karena merasa sangat bahagia. Ren Douzi dan Feng Xuer tau betapa sedihnya kehidupan Cai'Zi sewaktu berada di panti asuhan dan membuat Cai'Zi sangat dewasa dalam hal pemikiran.


Ren Yuu bersorak-sorai karena mendapatkan teman baru dan teman barunya juga akan tinggal bersamanya mulai sekarang.


Karena tidak ada kamar lain, Cai'Zi akhirnya tidur bersama Ren Yuu. Karena mereka berdua masih kecil, tentu saja Ren Douzi dan Feng Xuer merasa tidak masalah tentang itu.


Ketika Ren Yuu dan Cai'Zi sudah tertidur, Ren Douzi yang sedang meminum teh bersama Feng Xuer akhirnya membuka suara.


"Kita akan mengadopsi Cai'Zi besok. Ini akan menjadi hal baik bagi Yuu'er karena sangat ingin mempunyai adik."


Feng Xuer mengangguk dan mendesah, "andai tragedi itu tidak terjadi..." Feng Xuer berhenti dan menggelengkan kepalanya tidak mau membahas tragedi yang terjadi.


"Lupakan tentang itu, kita berdua sudah lumpuh karena insiden itu. Kita bukan lagi seorang kultivator. Lebih baik kita fokus mengurus Yuu'er," Ren Douzi juga memasang wajah sedih karena keadaan tubuh mereka berdua tidak lagi memadai untuk melakukan apapun karena kelumpuhan.