
Wuke City
Di kediaman Canghai, banyak kultivator yang tiba karena merasakan pertempuran tersebut. Kebanyakan dari mereka adalah anggota clan Wuke.
Seorang pria tua tiba di depan Canghai. Ia terkejut melihat kondisi Canghai yang sangat memprihatikan. Di seluruh tubuhnya banyak luka dan juga, pergelangan tangan kanannya tidak ada lagi.
"Apa yang terjadi Canghai?" Tanya pria tua tersebut yang merupakan Tetua clan Wuke bernama Wuke Zhangjia.
"Apa kau lihat bahwa aku baru selesai bertarung?" Canghai tiba-tiba marah karena Wuke Zhangjia masih bertanya bahkan setelah melihat kondisinya dan semua bawahannya yang tewas.
Wuke Zhangjia mendengus mendengar perkataan Canghai. "Itulah sebabnya para Tetua lain menyuruhmu untuk membuat kediaman di clan Wuke. Inilah yang akan terjadi."
Canghai semakin marah mendengarnya tapi tidak bisa membantah sama sekali.
"Buru kedua anak ini dengan segala cara. Aku akan memberi informasi yang berharga pada Patriak." Canghai langsung membuat sketsa gambar Ren Yuu, Xiao Xiao dan Yu Ling Er menggunakan energi mendalamnya.
Wuke Zhangjia tercengang melihat gambar itu lalu tertawa lepas. "Hahaha. Kau dan bawahanmu kalah melawan ketiga anak itu? Lebih baik kau pensiun dari dunia kultivator Canghai." Ejek Wuke Zhangjia.
"Pak tua sialan! Cepat lakukan saja. Patriak akan senang dengan informasi yang aku berikan dan keuntungan dari itu akan sangat besar!" Perintah Canghai dengan nada kasar.
"Apa menurutmu informasi itu akan menarik minat Patriak?" Wuke Zhangjia mendengus.
"Bagaimana jika itu satu dari tiga peta yang sudah lama hilang?" Canghai langsung menawarkan kartu trufnya.
Wuke Zhangjia membeku mendengarnya. Ia menatap Canghai dengan seksama karena penasaran dari mana Canghai mengetahui peta itu. Clan Wuke memiliki salah satu bagian peta. Dan satu bagian peta lagi saat ini berada di tangan clan terkuat Sand Land Continent.
Walaupun clan Wuke bukan clan puncak di Cave Paradise Continent, itu hampir setara dengan clan terkuat di Sand Land Continent.
"Bagaimana kau tau tentang itu?" Tanya Wuke Zhangjia serius.
Canghai terdiam sejenak. Ia sudah lebih dulu mengatakan itu dan tidak bisa mundur sama sekali. Jika tidak, ia akan di buru oleh clan Wuke juga.
"Karena peta itu saat ini berada pada salah satu anak yang aku katakan!" Canghai hanya bisa mengatakannya. Awalnya ia mengambil peta itu dan menyimpannya untuk dirinya sendiri.
"Kenapa kau tidak bilang dari tadi?!" Teriak Wuke Zhangjia lalu melihat ke arah anggota clan Wuke lainnya.
"Cepat buat sketsa wajah ketiga anak itu dan bagikan kepada seluruh anggota clan! Buru mereka dengan segala cara!" Perintah Wuke Zhangjia.
Semua anggota clan Wuke yang tiba langsung bergerak setelah menerima perintah.
Wuke Zhangjia langsung pergi ke clan Wuke meninggalkan Canghai yang masih memiliki kondisi memprihatinkan.
Canghai sangat marah melihat Wuke Zhangjia pergi begitu saja. Ia menyesal langsung memberi tau tentang peta tersebut. Ia langsung kembali ke kediamannya untuk membuat rencana mengejar Ren Yuu dan mencuri peta milik clan Wuke jika memungkinkan. Itulah tujuan sebenarnya dia bergabung dengan clan Wuke.
***
Ren Yuu, Xiao Xiao saat ini sedang bergerak dengan kecepatan penuh ke arah tertentu. Ren Yuu yang di bawa oleh Xiao Xiao membuka peta Cave Paradise Continent.
Setelah melihat seluruh peta, ia akhirnya mengambil keputusan. "Ayo kita pergi ke pusat Cave Paradise Continent."
"Apakah kamu yakin?" Tanya Xiao Xiao.
"Ya. Kemungkinan kita akan menemukan informasi yang berguna di sana dan juga menghindari Canghai melacak kita." Jawab Ren Yuu.
"Baik." Jawab Xiao Xiao dan langsung memutar arah setelah Ren Yuu menunjukkan arah menuju kota terbesar Cave Paradise Continent.
Mereka berdua langsung masuk ke dalam Dimensional Life setelah menemukan tempat persembunyian.
Ketika masuk ke dalam, Ren Yuu langsung merasa sakit kepala dengan apa yang di lihatnya.
Pemandangan di depannya adalah Yu Ling Er sedang memakan banyak herbal seperti sedang memakan permen. Ia memiliki skill eklusif yang mirip dengan Xiao Xiao.
Walaupun mirip, Xiao Xiao meningkatkan energi dan kekuatan tubuhnya mengkomsumi herbal tapi Yu Ling Er mengkonsumsi herbal atau apapun hanya untuk memperkuat tubuhnya.
"Uhuk.."
Ren Yuu membuat batuk palsu dan Yu Ling Er yang berada di tengah kebun herbal membeku seketika.
Yu Ling Er awalnya bingung di mana dia berada. Ia mengira dirinya telah terlempar begitu saja ke tempat lain dan tidak bisa menemukan jalan keluar.
Karena tidak tau harus apa, ia mulai melahap satu persatu herbal di kebun herbal milik Ren Yuu. Ia juga sering mengunjungi Feng Xuer untuk memeriksa apakah satu-satunya manusia selain dia di tempat itu sudah bangun.
Wajar saja baginya untuk tidak tau tentang Artefak seperti itu. Ia masihlah anak kecil.
Yu Ling Er melihat ke belakang dan matanya langsung berkaca-kaca sambil mengunyah herbal.
"Paman, bibi..." Isak Yu Ling Er dan langsung berlari menghampiri Ren Yuu dan Xiao Xiao.
Ren Yuu berkedut mendengarnya. Ia membiarkan Yu Ling Er memeluknya dengan erat.
Yu Ling Er sudah tenang saat selesai memeluk Ren Yuu dan Xiao Xiao bergantian.
Karena Yu Ling Er sudah lebih baik, Ren Yuu langsung menarik telinga Yu Ling Er. "Apa kau bilang bocah? Apa begitu caramu memanggil Gurumu? Lalu, mengapa kau memakan sangat banyak persediaan herbal milik Gurumu?"
Mendengar perkataan Ren Yuu, Yu Ling Er merasa senang dan tidak takut sama sekali apa lagi saat Ren Yuu mengatakan ia di jadikan murid.
Senyum Yu Ling Er membuat wajah Ren Yuu bergerak-gerak karena merasa dirinya tidak di hormati sebagai Guru. Tapi ia luluh ketika Yu Ling Er berbicara.
"Maaf Guru, aku tidak tau bahwa kebun herbal itu milik Guru. Soalnya, aku tidak pernah melihat herbal seperti itu sebelumnya. Aku kira aku terdampar di sini." Ucap Yu Ling Er dengan nada memelas ke arah Ren Yuu.
Melihat Ren Yuu luluh seketika, Xiao Xiao ingin tertawa. Ia tau bahwa Ren Yuu sangat menyukai murid pertamanya.
Ren Yuu mendesah mendengarnya. "Jangan lagi makan herbal itu oke? Kebanyakan herbal itu tidak cocok untuk meningkatkan kekuatanmu." Ucap Ren Yuu sambil menepuk kepala kecil Yu Ling Er.
Ada satu hal yang membuat Ren Yuu heran. Mengapa sifat Yu Ling Er sama sekali tidak berubah setelah membangkitkan Bloodline-nya.
Yu Ling Er tersenyum cerah seketika. Ia mengingat sesuatu dan langsung bertanya. "Guru, siapa wanita cantik yang membeku itu?"
Ren Yuu dan Xiao Xiao membeku sejenak mendengarnya yang membuat Yu Ling Er bingung.
Ren Yuu mendesah lagi lalu menceritakan tentang ibunya dan kenapa seperti itu sebab Yu Ling Er saat ini adalah muridnya dan itu sudah menjadi keluarga baginya.
"Dasar sialan! Aku akan merobek mereka semua! Guru.. ketika kita bertemu mereka, aku akan membunuh mereka secara pribadi!" Teriak Yu Ling Er dan aura merah bocor di sekitarnya.
Ren Yuu dan Xiao Xiao tercengang melihat sifat Yu Ling Er terbalik seketika.
"Ternyata bocah ini sudah berubah. Tapi, itu hanya saat emosinya naik atau dalam pertarungan." Batin Ren Yuu. Ia tersenyum kecil melihat murid pertamanya karena memikirkan hal tertentu.