Path To God

Path To God
Ch 259. Pemberontakan


Blood Prison


Setelah menyimpan Feng Zi, suasana di dalam ruangan hening kembali.


Xiao Xiao kemudian datang ke arah ruangan dengan sedikit rona merah di pipinya.


Ren Yuu masih tidak mengerti mengapa sifat liar Xiao Xiao berubah terbalik hanya karena pernikahan mereka.


Tiba-tiba ia merindukan Xiao Xiao yang liar dan selalu berbicara apa adanya. Xiao Xiao yang sekarang terlihat sangat jinak.


Feng Xuer kemudian menggoda Xiao Xiao dari waktu ke waktu yang membuat Xiao Xiao terus menyembunyikan wajahnya.


Melihat itu, Ren Yuu hanya mendesah. Lalu hari terus berlalu.


2 hari kemudian


Rombongan Ren Yuu saat ini sedang berada di sebuah gunung tandus berwarna merah. Posisi mereka tidak jauh dari Asura City tempat para kultivator berkumpul.


Ada tiga tempat kultivator berkumpul dan itu dari tiga arah yang berbeda.


Tidak lama kemudian, puluh ribuan kultivator bergerak ke arah pusat Blood Prison. Dari dua kota yang berbeda yang di pimpin oleh Bouqu dan Dong Xi juga bergerak ke arah pusat Blood Prison.


"Sudah waktunya," Gumam Ren Yuu.


"Xiao Xiao, ibu, kalian masuklah lebih dulu ke Dimensional Life. Jika terjadi pertarungan, aku akan memanggil kalian." Ucap Ren Yuu.


"Aku akan tetap di sini karena sangat sedikit kultivator yang akan bisa mengalahkanku di Blood Prison." Feng Xuer yakin dengan kekuatannya saat ini yang sudah bisa menandingi Receival Early.


Feng Xian'er hanya menurut karena kultivasinya berada di Tier Ascension tahap kesembilan. Walaupun kuat itu akan menjadi penghalang ketika pertempuran besar terjadi.


Sementara Xiao Xiao yang biasanya menolak langsung setuju begitu saja. Walaupun ia mampu mengalahkan puncak Immortal Ascension dengan tubuhnya, itu akan memakan waktu lama. Ia hanya akan muncul ketika Ren Yuu memanggilnya.


Lalu Yuqi dan Yuqiu juga masuk ke dalam Dimensional Life. Dan ada banyak juga bawahan terpercaya Feng Xuer yang di bawa ke Dimensional Life agar mereka tidak terlalu mencolok.


"Gunakan ini." Feng Yin memberi masker aneh. Hanya dengan menatap masker itu, Ren Yuu tau bahwa benda tersebut tidak akan di temukan di manapun.


Ren Yuu membuat spekulasi bahwa masker itu di tinggalkan oleh orang tua Feng Yin yang berasal dari Alam Ilahi dan prediksinya tidak meleset sama sekali.


Setelah Ren Yuu, Feng Xuer, Feng Yin, Feng Jiu Er dan Feng Luo memakai masker, mereka saling memandang lalu mengangguk.


"Ayo pergi.." Feng Yin memimpin kelompok. Mereka bergerak ke arah kerumunan kultivator yang sedang bergerak untuk bergabung sampai dekat dengan pusat Blood Prison.


Banyak kultivator yang bergabung di tengah jalan yang membuat mereka tidak terlalu mencolok.


Semua kultivator bergerak secepat mungkin. Dari Asura City, hanya butuh 3 hari dengan kecepatan Nascent Soul untuk tiba di pusat Blood Prison.


Ketika sampai di sana, di setiap sisi gerbang untuk membuang tahanan di pasang oleh sesuatu yang aneh.


"Hati-hati! Itu adalah senjata Tier Legendaris milik Blood Prison!" Teriak salah satu kultivator Tier Immortal Ascension.


Ren Yuu mengerut melihat senjata tersebut. Itu terlihat seperti busur raksasa dengan tiga anak busur untuk menyerang.


***


"Mereka akhirnya tiba. Kita hanya membunuh beberapa Immortal Ascension beberapa hari terakhir." Gumam Rong Dhasa sambil menatap kerumunan tempat Ren Yuu berada.


"Bagaimana situasi di dua sisi lainnya?" Tanya Rong Dhasa kepada salah satu sipir.


"Dari arah yang berbeda juga para tahanan sudah mendekat!" Jawab sipir tersebut.


Rong Dhasa mengangguk mendengarnya. Ia kemudian memasang wajah seperti orang gila sambil berkata, "kalian tidak akan bisa keluar dari Blood Prison, Penjahat!"


"Luncurkan serangan!" Teriak Rong Dhasa.


Lalu beberapa sipir memasukkan banyak Crystal Adamantine Ore tipe Angin ke dalam sebuah lubang di belakang busur raksasa tersebut.


Setelah itu, busur tersebut bergetar sedikit. Di ketiga anak busur tersebut memancarkan angin kencang yang mengelilinginya membentuk tornado.


Rong Dhasa mengangkat tangannya ke udara beberapa saat. Setelah 2 menit, ia mengayunkannya ke bawah sambil berteriak. "Tembak!"


Busur raksasa tersebut bergetar kembali. Ketiga anak busur tersebut di tembakkan ke arah kerumunan tahanan Blood Prison.


Zhep!! Zhep!! Zhep!!


Ketiga panah melesat ke arah kerumunan. Tembakan itu sangat cepat sehingga sangat sulit di hindari.


"Serangan datang!" Teriak salah satu kultivator.


Semua mencoba menghindari arah serangan anak busur tersebut.


Anak busur tersebut mengenai banyak kultivator lalu menembusnya seperti kulit tipis. Anak busur tersebut juga langsung membentur ke arah tanah.


Bom! Bom! Bom!


Tiga tornado besar tercipta dan menyeret banyak kultivator ke dalamnya. Di dalam tornado tersebut, kultivator di cabik-cabik oleh energi angin yang terkandung.


Ren Yuu yang menatap itu tidak jauh mengerut sedikit karena senjata tersebut sangat kuat. Ia melihat bahwa hampir seribu kultivator Gold Core binasa dalam sekejap.


Di dua tempat lain juga mengalami hal yang sama.


Lalu anak busur berikutnyanya di tembakkan. Asura yang tidak jauh dari situ mengerut.


Ia langsung menghilang lalu muncul di depan salah satu anak busur sambil mengayunkan Pedangnya.


Sraing!!


Tebasan Asura menghancurkan anak busur tersebut. Rong Dhasa yang melihat itu langsung mengerut.


"Asura..." Gumam Rong Dhasa. Walaupun ia lebih kuat dari Asura, akan sulit mengalahkannya dengan jumlah tahanan yang mengganggunya jika bertarung.


Asura yang melayang di udara melihat ke arah Rong Dhasa sambil tersenyum kejam.


"Serang!" Teriak Asura sekuat tenaga.


Semua kultivator telah sampai di dekat penghalang utama Blood Prison.


Jika di bandingkan, jumlah tahanan Blood Prison hampir 20 kali lebih banyak dari pada jumlah sipir dan bala bantuan yang datang ke Blood Prison.


"Itulah sebabnya aku ingin membunuh setiap penjahat yang baru tiba di sini." Ucap Rong Dhasa. Ia sudah tau bahwa sesuatu seperti ini akan terjadi lagi karena jumlah orang di Blood Prison sangat banyak.


Memang benar jika hidup di Blood Prison, para tahanan akan menderita. Tapi Rong Dhasa merasa bahwa lebih baik membunuh mereka dari pada membuat mereka menderita. Tapi, idenya di tolak oleh setiap clan dan sekte besar.


Bang! Bang! Bang!


Semua kultivator menyerang bersama ke arah penghalang utama pusat Blood Prison.


Di sisi Ren Yuu, Feng Yin tersenyum kecil karena merasa sudah saatnya untuk menambah kekacauan.


"Tunggulah di sini." Feng Yin mengirim transmisi suara kepada rombongannya. Ia menghilang tiba-tiba entah kemana.


Ren Yuu tau bahwa Feng Yin memiliki rencana agar kekacauan menjadi lebih besar.


Feng Yin yang menghilang muncul tidak jauh dari penghalang di sisi lain. Tempat tersebut tidak di serang oleh kultivator karena mereka fokus pada satu titik.


"Jangan salahkan aku karena aku tidak peduli dengan Vermilion Bird Continent yang akan menjadi kacau oleh penjahat. Karena aku tidak menaruh kasih sayang pada benua ini!" Gumam Feng Yin sambil mengarahkan sesuatu ke arah penghalang.


Ia selalu menderita dari usia muda. Ibunya di perkosa dan di bunuh. Lalu suaminya juga di bunuh oleh mertuanya. Dan masih banyak hal yang membuatnya sangat membenci Vermilion Bird Continent yang hanya berisi kultivator busuk.


"Hancurlah!"