
Ketika pintu energi terbuka, seseorang menginstruksikan kepada semua peserta untuk masuk ke dalam gerbang Primordial Ark.
Semua peserta bergerak perlahan. Ren Yuu juga ikut bersama dengan semua anggota clan Feng.
"Lebih baik kau tidak berkeliaran sendirian, bocah! Cari seseorang agar token milikmu tidak jatuh ke tangan orang lain!" Seseorang anggota clan Feng Tier Nascent Soul tahap ketujuh berkata dingin kepada Ren Yuu karena masih tidak puas orang seperti Ren Yuu mengikuti Festival.
Ren Yuu melirik orang itu sekilas. Ia ingat bahwa anggota clan Feng itu bernama Feng Hu. Ia hanya mengabaikannya yang membuat Feng Hu sangat marah.
Feng Hu muncul di belakang Ren Yuu sambil memegang bahu Ren Yuu karena ingin meremasnya sebelum masuk ke dalam Primordial Ark.
Ren Yuu berhenti di jalurnya sambil berkata dingin, "lepaskan tangan kotormu atau lenganmu akan lenyap seketika."
Feng Hu semakin marah dan ingin meremas bahu Ren Yuu. Sebelum ia bereaksi, suara dingin terdengar lagi.
"Hentikan Feng Hu. Apa kau ingin aku melakukan hal yang sama padamu?"
Feng Hu tertegun sejenak lalu melepaskan Ren Yuu. Orang yang berbicara itu adalah bunga clan Feng, Feng Xian'er.
Feng Hu melihat ke arah Feng Xian'er dengan tatapan sedikit lembut. "Xian'er, kenapa kamu berkata seperti itu? Aku hanya ingin agar bocah ini tidak melakukan hal konyol ketika masuk."
Feng Xian'er bahkan tidak menjawab. Ia hanya melihat ke arah Ren Yuu yang langsung berjalan ke arah gerbang Primordial Ark tanpa menghiraukan siapapun.
Feng Hu semakin marah karena wanita yang di kejar olehnya tidak peduli kepadanya. Feng Xian'er bahkan hanya melihat ke arah Ren Yuu terus-menerus yang membuat amarahnya semakin berkobar.
"Bocah sialan! Lihat saja nanti jika kita bertemu di dalam Primordial Ark, aku akan merobekmu sampai berkeping-keping." Batin Feng Hu lalu melihat ke arah beberapa anggota clan Feng yang memiliki kultivasi Nascent Soul tahap ketiga dan keempat.
Beberapa dari mereka mengangguk karena tau apa arti kata dari Feng Hu.
Ren Yuu tidak peduli sama sekali jika di buru oleh kultivator Nascent Soul tahap ketiga dan keempat. Bahkan jika itu adalah Feng Hu sendiri, ia pasti akan bisa kabur darinya.
Ren Yuu perlahan masuk ke dalam Primordial Ark bersama kerumunan. Setelah memasuki gerbang, itu sesuai dengan perkiraannya. Tempat orang-orang mendarat adalah acak.
Ren Yuu melihat ke arah sekeliling lalu menemukan satu kultivator tidak jauh dari tempat dia mendarat.
Kultivator itu melihat ke arah Ren Yuu sambil menyerengai karena kultivasinya lebih tinggi dari Ren Yuu.
Kultivator yang memiliki kultivasi Tier Nascent Soul tahap pertama mendatangi Ren Yuu dalam sekejap. "serahkan cincin ruang milikmu serta token yang kau miliki atau mati." Perintah kultivator itu.
Ren Yuu meliriknya sekilas lalu langsung bergerak ke arahnya secepat kilat.
God Armor!!
Moonlight Reflection!!
Destroyer Hammer!!
Ren Yuu muncul di depan kultivator itu sambil mengayunkan Palunya. Kultivator itu yang awalnya meremehkan Ren Yuu terkejut seketika. Dia tidak bisa menghindari serangan Ren Yuu sama sekali.
Bang!!
Kultivator itu terpental sangat jauh sambil memuntahkan darah.
Moonlight Reflection!!
Ren Yuu muncul di atas kultivator yang masih dalam posisi terpental. Ia mengangkat tangan kirinya sambil membentuk cakar lalu mengayunkannya ke arah kultivator itu.
Ice Dragon Claw!!
Srak!!
Kultivator itu terbelah menjadi beberapa bagian dalam sekejap tanpa bisa bereaksi sama sekali.
Ren Yuu langsung menjarah cincin ruang milik orang itu serta mengambil tokennya.
"Pecundang..." Gumam Ren Yuu. Ia kemudian bergerak secara acak untuk mencari mangsa serta menemukan sesuatu yang berharga di Primordial Ark.
Setelah bergerak selama setengah hari, Ren Yuu tiba di sebuah tempat yang memiliki kabut tebal yang menutupi area tersebut.
Ren Yuu memperhatikan sekitar dan tidak ada kultivator sama sekali di daerah tersebut.
"Tempat apa ini?" Gumam Ren Yuu sambil terbang mendekat kabut itu. Ketika mendekat, ia langsung berhenti secara naluriah karena kabut di depannya adalah kabut racun.
"Dari mana asalnya kabut beracun ini?" Batin Ren Yuu. Ia mengelilingi tempat tersebut selama beberapa jam tapi tidak menemukan sumber dari kabut beracun.
"Sssshhhh..."
Suara aneh terdengar kecil dari kabut racun itu yang membuat Ren Yuu menyipitkan matanya.
"Sepertinya ada binatang monster yang sengaja melepas kabut beracun ini untuk menjaga sesuatu." Ren Yuu tersenyum kecil karena ingin melihat apa yang ada di dalam sana.
Ren Yuu mengeluarkan Ice Flame lalu mencoba mengarahkannya ke dalam kabut. Melihat Ice Flame, ia tersenyum kecil.
"Sesuai dugaan. Kabut beracun ini memiliki musuh yaitu api." Ren Yuu langsung menarik Ice Flame. Ia kemudian melapisi tubuhnya dengan Ice Flame agar tidak terinfeksi oleh kabut beracun.
Ren Yuu perlahan bergerak ke dalam kabut beracun. Setelah bergerak selama hampir 5 menit, Ren Yuu berhenti sejenak karena merasakan binatang monster yang lumayan kuat.
"Ini adalah aura binatang monster Nascent Soul tahap ketiga. Apa binatang monster ini belum bisa mengambil wujud manusia?" Batin Ren Yuu. Ia kemudian bergerak ke arah binatang monster itu tanpa takut sedikitpun.
Tidak lama kemudian Ren Yuu tiba di dekat binatang monster itu. Ia mengerut melihat binatang monster yang sedang mencoba melahap sesuatu di depannya.
"Oh? Bukankah itu Purple Seinz Fruit yang memiliki kelas lebih tinggi dari apa yang aku ambil sebelumnya di dimensi kecil?" Batin Ren Yuu lalu menyerengai karena berniat mencurinya lagi.
Ren Yuu mengeluarkan Palunya.
Soul Summon!!
Dua budak jiwa keluar dari Palu lalu menerjang ke arah binatang monster itu. Itu adalah binatang monster tipe ular berwarna perak dengan panjang 7 meter serta berdiameter sekitar setengah meter.
Ren Yuu tidak tau apa nama binatang monster itu karena mungkin spesies baru yang muncul di Primordial Ark.
Kedua budak jiwa menabrak ular itu yang membuat ular mendesis mencoba melahap budak jiwa itu. Tapi budak jiwa yang baru saja keluar kembali ke dalam Palu lagi.
Ren Yuu langsung menghantam Palu ke tanah.
Bom!!
Legion Of Soul!!
Sembilan jiwa keluar dan menyerbu ke arah ular yang bingung karena jiwa itu menghilang.
Ketika Ren Yuu mengeluarkan tekniknya, ular itu menatap Ren Yuu dengan tatapan marah.
Ular itu berubah menjadi seorang gadis muda mungil berambut putih yang sangat cantik. ia lalu berteriak, "dasar manusia sialan!"
Wanita ular itu menyemprotkan racun dari mulutnya ke arah Ren Yuu serta budak jiwa yang menerjang ke arahnya.
Ren Yuu tercengang karena ternyata ular itu bisa mengambil wujud manusia.
Ren Yuu kemudian langsung terbang mundur untuk menghindari racun yang berbahaya itu. Budak jiwa milik Ren Yuu juga kembali ke Palu karena mengalami korosi oleh racun.
Wanita ular itu menatap Ren Yuu dengan tatapan ganas sambil bertanya dengan nada tidak senang, "kenapa kau menggangguku manusia?"
Ren Yuu tidak tau harus menjawab apa. Kabut beracun perlahan menghilang dari pandangan karena wanita ular itu menghilangkan tekniknya.
Ia memegang Purple Seinz Fruit di tangannya lalu melahapnya secara langsung.
Ren Yuu mengerut melihat itu. Ia merasa sedikit heran bahwa wanita ular itu masih mencoba menerobos ketika ada orang di sekitarnya.
Tapi, Ren Yuu tercengang melihat apa yang terjadi. "Kau adalah Beast Race Silver Serpent Queen yang memiliki darah Naga di nadimu." Ucap Ren Yuu dengan wajah serius dan tau ia telah memancing lawan tangguh kali ini.