
Menara Adven
Ren Yuu sangat terkejut dengan sosok yang muncul di depannya. Ren Yuu tidak tau harus bagaimana bereaksi.
"Bagaimana bisa?" Tanya Ren Yuu bergetar sedikit sambil melihat sosok di depannya.
Sosok itu hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Ren Yuu sama sekali.
"Apakah ini boneka juga?"
Ren Yuu ingin menyerang tapi di hentikan oleh suara Patriak clan Song.
"Ini adalah ujian kedua. Ujian ini di sebut sebagai ujian kehidupan. Kamu harus mencari cara untuk menyelesaikan ujian ini. Jika kamu gagal, kamu akan terbunuh. Semoga berhasil anak muda."
Ren Yuu tidak bisa berkata kata mendengar perkataan Patriak clan Song dan hanya menatap sosok di depannya.
Setelah beberapa saat, sosok di depannya tiba tiba menghilang dan suasana di daerah sekitar tiba tiba berubah drastis.
Melihat sekeliling, Ren Yuu tercengang lagi karena sangat mengenal tempat ini.
Ren Yuu melihat di depannya adalah sebuah rumah sederhana. Dan rumah itu adalah tempat tinggal Ren Yuu bersama orang tuanya.
Tiba tiba Ren Yuu mendengar suara yang sangat akrab di belakangnya.
"Yuu'er? Apa yang kamu lakukan? Ayo masuk."
Ren Yuu melihat kebelakang dan bergetar hebat karena sosok di belakangnya adalah ayahnya.
"Ayah!!" Bisik Ren Yuu sambil meneteskan air mata.
Di depan Ren Yuu adalah seorang pria terlihat berumur 30 tahun dan memiliki wajah tampan yang bernama Ren Douzi. Ren DouziĀ memiliki fitur yang agak mirip dengan Ren Yuu kecuali Ren Douzi memiliki kumis tipis dan sedikit bekas jahitan di dahi sebelah kirinya.
Ren Douzi memiliki rambut hitam pendek dan mata yang sama persis dengan Ren Yuu.
"Kenapa kamu menangis?" Tanya Ren Douzi agak panik dan berjongkok di depan Ren Yuu. Ren Yuu kini terlihat berumur 8 tahun.
Mendengar pertanyaan Ren Douzi, Ren Yuu tidak tau harus bagaimana menjawab. Sebelum Ren Yuu menjawab, suara merdu terdengar lagi dari belakang Ren Yuu.
"Ada apa? Kenapa Yuu'er menangis?"
Wanita itu langsung pergi dan buru buru melihat Ren Yuu juga. Ren Yuu semakin terkejut karena orang di depannya adalah ibunya.
Ibu Ren Yuu bernama Feng Xuer. Feng Xuer memiliki penampilan yang sangat menawan dan terlihat berumur awal dua puluh tahun. Dengan wajah putih bersih, hidung mungil dan bibir merah jambu yang menawan.
Feng Xuer memiliki mata berwarna oranye terang dengan pupil hitam dan rambut abu abu panjang sampai pinggang seperti Ren Yuu.
"Ibu!!" Isak Ren Yuu dan memeluk Feng Xuer erat. Feng Xuer bingung dengan kelakuan Ren Yuu dan mencoba menghibur Ren Yuu sebisanya.
"Ada apa Yuu'er? Kenapa kamu menangis? Apa kamu di ganggu oleh anak anak itu lagi?"
"Kenapa mereka terus mengganggu Yuu'er?" Ren Douzi agak kesal karena Ren Yuu sampai menangis.
Ren Yuu agak terkejut dengan perkataan ayah dan ibunya. Ren Yuu teringat seketika bahwa sebelumnya dia berada di menara Adven. Ren Yuu langsung mundur seketika dari pelukan ibunya.
Ren Douzi dan Feng Xuer terkejut melihat sikap Ren Yuu.
"Ada apa Yuu'er?" Tanya Feng Xuer dengan gugup karena ekspresi Ren Yuu tidak sedap di pandang sekarang.
Melihat wajah panik Feng Xuer, Ren Yuu membatu dan tidak tau harus bagaimana bereaksi.
"Yuu'er? Ada apa? Kamu kenapa?" Tanya Feng Xuer lagi dengan nada cemas.
"Ada apa denganmu nak? Apa mereka menyakitimu dengan keras?" Tanya Ren Douzi dengan nada dingin dan itu bukan di arahkan kepada Ren Yuu.
"Aku.. aku.." Ren Yuu tidak tau harus berkata apa dengan dua pertanyaan yang di lempar kepadanya. Ren Yuu ingat dengan jelas bahwa dulu dia pernah mengalami situasi ini dan Ren Douzi memukuli anak anak yang menindas Ren Yuu.
"Aku tidak apa apa, ayah, ibu."
Ren Douzi dan Feng Xuer sedikit bingung karena Ren Yuu tiba tiba tidak menangis lagi.
"Apa anak anak nakal itu benar benar tidak menggangu lagi?" Tanya Ren Douzi dengan wajah serius.
Feng Xuer tersenyum manis lalu berbicara, "baik, ayo kita makan dulu. Ibu sudah membuat makanan kesukaanmu."
Tanpa menunggu jawaban Ren Yuu, Feng Xuer menarik Ren Yuu kedalam rumah mereka.
Lalu Feng Xuer menyuruh Ren Yuu duduk di kursi dan pergi menuju dapur untuk menyiapkan sesuatu. Ren Douzi duduk di seberang Ren Yuu dan di batasi oleh meja makan.
"Apakah ini nyata? Apakah ini mimpi? Tapi, tidak mungkin ini nyata." Ren Yuu mencoba mencubit sedikit kulitnya dan merasakan sakit yang berarti ini tidak ilusi.
Lamunan Ren Yuu di potong oleh suara alat alat makan yang di letakkan oleh Feng Xuer di atas meja.
Melihat makan dan alat alat makan yang sudah ada di depan meja, mata Ren Yuu kembali agak lembab karena makanan di depannya adalah faforitnya yang sering di buat oleh Feng Xuer.
"Makanlah Yuu'er, kamu pasti lapar setelah bermain dari siang tadi," ucap Feng Xuer sambil menaruh makanan di depan Ren Yuu.
Karena emosi yang dalam, Ren Yuu perlahan memakan makanan yang di sajikan oleh Feng Xuer. Ren Yuu terbawa mimpi dan berharap semua ini adalah kenyataan.
Saat ini Patriak clan Song sedang melihat masa lalu Ren Yuu dengan seksama. Patriak clan Song ingin tau bagaimana cara Ren Yuu akan menyelesaikan ujian kedua.
Di antara ratusan ribu anggota clan Song, hanya segelintir yang dapat melewati ujian kedua. Ujian ini berkaitan dengan cinta, kasih sayang, kekuasaan, hati nurani, dendam dan kebencian.
"Jika kamu tidak bisa keluar, kamu akan terjebak selamanya di dalam sana."
Patriak clan Song melihat ayah dan ibu Ren Yuu. Patriak clan Song tersenyum ketika melihat mereka dan tau identitas Ren Yuu secara langsung.
"Aku tidak menduga orang ini berasal dari clan Ren. Pantas saja aura energi mendalamnya sangatlah familiar. Ternyata anak ini adalah pewaris clan Ren."
"Tapi..." Patriak clan Song melihat kearah Feng Xuer sambil mengerut.
"Aku tidak menduga ibunya berasal dari clan Feng. Dan terlebih lagi dia di kutuk oleh seseorang. Jiwanya akan kembali ke clan mereka ketika dia tiada."
"Dan, anak ini juga mewarisi kutukan itu, dan itu terlihat dari warna rambutnya. Jika kamu tiada, kamu akan di tarik juga oleh orang orang clan Feng."
"Apa aku harus memberi tahu bahwa ibunya di kurung?" Pikir Patriak clan Song.
Patriak clan Song menggelengkan kepalanya karena dia tidak bisa mencampuri urusan mereka. Patriak clan Song tau bahwa cepat atau lambat Ren Yuu akan kembali ke clan Feng untuk melunasi hutang.
Patriak clan Song terus melihat semua yang di lakukan oleh Ren Yuu. Di ruang kehidupan waktu berjalan jauh lebih cepat. Tidak terasa, Ren Yuu sudah berada di dunia kehidupan selama 5 tahun dan itu hanya beberapa jam di luar menara Adven.
Di luar menara Adven
Semua orang sedang melihat kearah menara dengan serius. Lan Xiuro sudah terbangun dan berteriak keras kearah Yuan Ni karena memukulnya sampai pingsan dan menyebabkan dia tidak bisa masuk ke dalam menara.
Gong Da'i perlahan berjalan ke arah Lan Xiuro dan mencoba menghiburnya tetapi hanya mendapatkan cemohan dari Lan Xiuro yang membuat Gong Da'i semakin membenci Ren Yuu sampai ke tulang tulangnya.
"Apa yang kamu banggakan dari bocah itu nona Xiuro?" Tanya Gong Da'i agak kesal karena Lan Xiuro terlihat sangat tertarik dengan Ren Yuu.
"Hmp, apa urusanmu dengan apa yang aku banggakan darinya?" Lan Xiuro mendengus kearah Gong Da'i karena selalu mencampuri urusannya.
Gong Da'i marah dengan sikap Lan Xiuro. Tetapi tidak berani menyentuh Lan Xiuro karena semua regu Lan Xiuro sudah berkumpul kembali dengannya. Ada tiga orang Tier Core Formation tahap kesembilan dan satu tahap kedelapan dan satu lagi tahap ke tujuh.
Lagi pula, Gong Da'i tidak berani menyentuh Lan Xiuro jika ada seseorang di sekitarnya yang mengenal Lan Xiuro. Jika tidak, Gong Da'i akan di buru oleh ayah Lan Xiuro yang merupakan Patriak dari clan Lan dan juga master dari Frozen Sect.
Frozen Sect memiliki tiga Master di dalam dan ayah Lan Xiuro merupakan Master kedua Frozen Sect. Gong Da'i tidak mau memancing monster seperti itu hanya karena sedikit hinaan dari Lan Xiuro.
Walaupun clan Gong merupakan clan kuat, itu masih lebih rendah sedikit dari Frozen Sect yang merupakan sekte kuno.
Lalu Yuan Ni berjalan kearah Lan Xiuro dan berbisik di telinga Lan Xiuro. "Nona muda, jangan pancing amarah Gong Da'i yang membuat Gong Da'i ingin memburu Yuu Shaw ke ujung benua ini."
Lan Xiuro membatu mendengar perkataan Yuan Ni dan tau dia telah melakukan kesalahan lagi dan membuat Ren Yuu semakin ingin di buru oleh Gong Da'i.
Lan Xiuro melototi Yuan Ni dengan tatapan yang menyiratkan, "kenapa kau baru berbicara seperti itu sekarang dan bukan dari tadi?"
Yuan Ni merasa canggung dengan tatapan Lan Xiuro dan tidak tau harus menjawab apa. Yang Sun di sisi lain menjauh sedikit agar tidak terkena imbasnya juga. Mereka sudah terlalu familiar dengan sifat Lan Xiuro yang membuat semua orang di sekitarnya menderita.
Gong Da'i masih marah mengingat Lan Xiuro mencium Ren Yuu di depan wajahnya dan terus melihat ke arah menara sambil mengatupkan giginya. "Ketika kau keluar, aku akan membunuhmu!!"
Ren Yuu tidak tau semua itu dan tetap menjalani kehidupan dengan ayah dan ibunya di dalam ruang kehidupan menara Adven.