Path To God

Path To God
Ch 81. Crystal Misterius


Ren Yuu melihat dengan seksama Crystal berwarna hijau di depannya sebentar lalu melihat sekeliling.


Di meja batu itu banyak pola-pola aneh dan rumit. Ren Yuu sama sekali tidak pernah melihat atau membaca sesuatu seperti itu.


Karena penasaran, Ren Yuu berjalan ke arah pinggiran meja batu. Pola itu terus terhubung sampai ke pinggiran gua.


"Apa ini?" Ren Yuu mengerut karena tidak tau apa sebenarnya tujuan dari pola-pola aneh di depannya.


Ren Yuu merenung dalam waktu yang lama. Cai'Zi mendekat perlahan dan memperhatikan pola-pola di pinggiran gua juga.


"Pola ini terlihat seperti tempat menyalurkan cairan dalam jumlah sedikit," ucap Cai'Zi dan mengambil wadah kecil dari cincin ruangnya lalu menuangkan air ke dalam pola-pola aneh itu.


Ketika bersentuhan, air menguap sangat cepat seolah-olah tidak menerima itu sebagai pengisi saluran pola-pola di semua tempat.


Ren Yuu mengerut melihat itu dan mencoba sesuatu yang gila karena pernah juga melakukan hal seperti itu.


Ren Yuu mengambil Daggernya dan menyayat jari-jarinya lalu meneteskan beberapa tetes darah.


Ketika itu bersentuhan, darah tidak menguap dan terjatuh di dalam pola-pola aneh itu.


Ren Yuu dan Cai'Zi terkejut karena melihat itu. Mereka berdua saling memandang satu sama lain dengan cara yang aneh.


"Aku tidak akan melakukan itu," Ren Yuu dan Cai'Zi berkata bersamaan karena tidak mau mengorbankan orang di sebelahnya.


Ren Yuu dan Cai'Zi terkejut karena mereka berdua memiliki pemikiran yang sama. Lalu Ren Yuu merenung sejenak dan sebenarnya punya banyak mayat yang bisa di gunakan untuk memeras darahnya.


Ren Yuu menutup matanya dan melihat ke dalam Menara Adven. Ren Yuu menggunakan kekuatan rohnya dan mulai memindahkan mayat-mayat ke tempat aman untuk memeras semua darah mereka.


Karena mereka kultivator, akan lama darah mereka membeku karena mengandung energi yang lumayan besar di setiap tetes darahnya.


Ren Yuu merenung sejenak lalu melihat ke arah Cai'Zi lagi. Ren Yuu harus mengkonfirmasi bahwa Cai'Zi bukanlah musuh. Sebab, Ren Yuu harus membuka Menara Adven jika ingin mengambil sesuatu di dalamnya dan tidak seperti Dimensional Life.


"Cai'Zi..." Ren Yuu memanggil dengan nada serius.


"Ya?" Cai'Zi heran karena Ren Yuu memasang wajah serius.


"Apa sebenarnya tujuanmu mengikutiku terus menerus?" Ren Yuu langsung ke pokok permasalahan.


Cai'Zi membeku sejenak dan agak gelisah sedikit tapi langsung pulih.


"Aku hanya ingin..." Jawab Cai'Zi datar.


Ren Yuu menyipitkan matanya karena merasa semakin penasaran dengan tujuan wanita dingin di hadapannya.


"Apa kamu sama dengan mereka mengincar warisan clan Ren?" Tanya Ren Yuu lagi.


"Tidak."


"Jadi, Apakah kamu musuh, atau sekutu?"


"Sekutu..."


Ren Yuu heran karena Cai'Zi menganggapnya sekutu.


"Kenap kamu menganggapku sekutu?" Tanya Ren Yuu serius.


Cai'Zi menatap Ren Yuu dan sedikit kesal karena di tanya terus-menerus.


"Apakah aku harus memberi tahu semuanya, sialan!!" Cai'Zi tiba-tiba berteriak dan baru kali ini Ren Yuu mendengar teriakannya.


Ren Yuu merasa canggung dan bertanya hal yang paling penting.


Cai'Zi menatap Ren Yuu dengan tatapan kosong dan penuh arti lalu menjawab, "aku tidak peduli dengan hartamu yang mungkin adalah sejenis Artefak."


Ren Yuu membeku dan tidak tau harus berkata apa.


"Kamu pikir aku tidak tau? Ketika di dalam gua sebelumnya, kamu mengambil Artefak yang bisa mengikat makhluk hitam itu. Walaupun semua orang fokus ke sana, gerakanmu tidak akan luput dari penglihatanku."


Ren Yuu tiba-tiba merasa canggung karena Cai'Zi sudah mengetahuinya. Setelah mendesah sebentar, Ren Yuu mengeluarkan Menara Adven dan membuatnya setinggi 10 meter.


Cai'Zi tertegun karena benda yang di keluarkan oleh Ren Yuu bukan Artefak yang di gua sebelumnya, itu adalah Artefak yang lain. "Jika orang-orang tau kamu memiliki dua Artefak, semua orang akan memburumu."


Ren Yuu tau akan hal itu tetapi tetap diam. Ketika pintu Menara Adven terbuka, banyak mayat yang berterbangan keluar dan Cai'Zi tau apa tujuan Ren Yuu.


"Apakah banyak orang di dalam?" Tanya Cai'Zi.


"Beberapa waktu lalu..." Ren Yuu menjelaskan pertemuannya dengan Artefak Menara Adven dan bagaimana cara dia menjebak semua orang di dalam.


Cai'Zi mengangguk dan Ren Yuu juga melihat reaksi Cai'Zi dan terlihat bahwa Cai'Zi tidak peduli sama sekali dia memiliki dua Artefak atau tidak.


Ren Yuu lega karena Cai'Zi bukan musuh dan semakin ingin tau kenapa wanita di dekatnya sangat lengket padanya.


Ren Yuu terus melihat ke arah Cai'Zi dan merasa agak familiar. Tapi Ren Yuu tidak tau kapan pernah melihatnya dan hanya menyampingkannya untuk nanti.


"Masih ada beberapa yang hidup di dalam termasuk Tuan muda clan Gong," ucap Ren Yuu datar dan Cai'Zi ingin tertawa.


"Kamu benar-benar berani ya, di gua sebelumnya kamu membunuh dua jenius clan Chu. Kamu pasti di buru oleh clan Chu setelah keluar dari tempat ini. Lalu kamu juga menyandra Tuan muda clan Gong."


Ren Yuu melirik Cai'Zi sekilas lalu berkata, "aku tidak takut dengan mereka. Suatu hari aku akan melampaui mereka semua dan membuat mereka membayar harga yang mahal jika memburuku."


Cai'Zi melengkungkan bibirnya sedikit mendengar perkataan Ren Yuu.


"Apakah kamu tidak keberatan?" Tanya Ren Yuu sambil memberi mayat kepada Cai'Zi. Ren Yuu merasa canggung karena memberi mayat kepada seorang wanita tidak seperti laki-laki lain. Jika itu pria lain, mereka mungkin tidak akan melakukan itu.


Tapi karena Ren Yuu penasaran, Ren Yuu ingin secepatnya mengisi darah ke dalam pola-pola itu.


Anehnya Cai'Zi sama sekali tidak keberatan dan langsung melakukan eksekusi dan melempar mayat ke pinggir agar darahnya mengalir ke dalam pola.


"Wanita yang kejam," seru Ren Yuu dalam hati dan mulai melakukan hal yang sama. Ada banyak orang yang di Kurung oleh Ren Yuu dalam menara Adven. Itu pasti sudah cukup untuk mengisi pola-pola itu.


Jika tidak, Ren Yuu akan membunuh beberapa orang lagi untuk di jadikan tumbal. Setelah mengeluarkan lebih dari 50 mayat, Ren Yuu dan Cai'Zi berhenti karena pola-pola itu bersinar cerah.


Ren Yuu dan Cai'Zi langsung melihat ke arah Crystal yang semakin bersinar terang.


Ren Yuu dan Cai'Zi mendekat dan ingin tau apa sebenarnya Crystal itu.


Mereka berdua tiba di depan Crystal dan terus menatapnya dengan seksama.


"Apa menurutmu Crystal ini?" Tanya Cai'Zi dengan wajah serius.


Ren Yuu merenung dan berpikir keras tapi tidak mendapatkan jawaban juga.


"Aku tidak tau apa ini. Aku belum pernah membaca sesuatu seperti ini sebelumnya," jawab Ren Yuu jujur karena memang benar tidak ada sesuatu yang tertulis tentang Crystal di depan mereka di dalam buku tua miliknya.


Darah yang mereka aliri sebelumnya perlahan bergerak ke arah Crystal. Crystal itu menghisap semua darah dengan rakus.


Crak!


Tiba-tiba retakan terjadi di dalam Crystal setelah menyedot semua darah yang ada.


Ren Yuu dan Cai'Zi tertegun dan berteriak bersamaan, "ini adalah telur!!"